Eliezer

Eliezer
Prinsip Mr Rafael


__ADS_3

Patricia menangis saat menceritakan tentang dirinya pada Aditya dan El.


Aditya pun bertanya mengapa Patricia tidak melaporkan semuanya pada polisi?


"Mengapa kamu tidak meminta bantuan pada polisi atau melaporkan ayah tirimu itu? Sebab ini termasuk tindak kejahatan itu sama saja dengan perdagangan manusia? Benarkan El?"


Ujar Aditya.


Patricia kembali tertunduk menangis tersedu, mendengar semua yang Aditya katakan padanya. Karena sebenarnya Patricia dulu sempat meminta pertolongan pada polisi dengan melaporkan ayah tirinya itu karena sudah menjualnya, namun alih-alih mendapat pengamanan, Patricia justru hampir dilecehkan oleh oknum polisi yang tidak bertanggung jawab itu, namun dia berhasil melarikan diri sebelum semuanya benar-benar terjadi, dari sana Patricia merasa sangat ketakutan tidak ada tempat dia untuk bersandar selain datang ke makam ibunya yang sudah tiada.


Dan disaat itu juga sang ayah tiri berhasil menemukannya lagi dan memaksa dia untuk menuruti permintaannya menjadi anak buah madam Nikita. (Pelacur)


"Aku sudah tidak percaya lagi dengan polisi atau apapun itu, aku merasa sendiri sekarang, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain ibuku yang sudah tiada"


Terlihat sekali rasa trauma di mata Patricia oleh El, dia pun memberi kode pada Aditya untuk tidak memberitahu Patricia jika mereka adalah seorang polisi.


El pun bisa merasakan bagaimana penderitaan Patricia yang hidup sebatang kara tanpa seseorang yang bisa melindunginya, karena dulu dia juga pernah mengalami hal yang sama saat tragedi kebakaran yang menewaskan semua orang tercintanya dengan vonis mati sang ayah.


Tiba-tiba saja dengan terburu Patricia bersembunyi di bawah kolong meja saat melihat segerombolan pria tidak di kenal yang selalu mengejarnya.


Aditya dan El yang tidak mengerti dengan ketakutan Patricia pun akhirnya paham karena ternyata preman suruhan madam Nikita sedang berada di luar restoran sedang mencarinya kembali.


Mereka pun berpikir untuk mencari cara untuk membawa Patricia keluar dengan aman, karena tidak mungkin mereka terus berada di dalam restoran.


El pun akhirnya memanggil seorang pelayan dan membisikan sesuatu kepadanya.


Tak lama kemudian pelayan pun kembali datang dengan membawa dua pakaian lengkap seragam mereka bekerja disana, dengan tujuan agar Patricia memakai pakaian pelayan itu untuk mengecoh preman diluar yang mencarinya.


"Gunakan pakaian ini, kita akan segera pergi dari sini, ayo"


Ucap El menyodorkan pakaian pelayan restoran itu pada Patricia, lengkap dengan topi dan masker hitam yang akan menutup sebagian wajahnya.


Patricia pun mengerti dengan perintah El padanya,


Patricia pun akhirnya keluar dari kolong meja dengan seragam pelayan itu dengan membawa beberapa bungkus makanan, seolah terlihat seperti pelayan yang hendak mengantar pesanan makanan.


Patricia keluar dari restoran ditemani oleh Eliezer yang juga mengenakan pakaian yang sama dengannya, keduanya pun berhasil melewati preman yang ada diluar tanpa membuat mereka curiga sedikitpun.

__ADS_1


Sementara Aditya di minta El untuk pergi ke kantornya lebih dulu, karena jam istirahat sudah mulai habis.


El pun akhirnya membawa Patricia ke rumahnya untuk sementara waktu sebelum dia menemukan tempat yang lebih aman. Dengan menggunakan sepeda motor milik salah seorang pelayan restoran disana mereka pun bergegas.


"Kamu mau bawa aku kemana? Kamu tidak berniat jahat padaku kan?"


Tanya Patricia yang ketakutan jika El akan lakukan hal yang jahat kepadanya.


"Jika aku berniat jahat padamu, mungkin sudah dari tadi aku membiarkan kamu tertangkap oleh preman itu"


Jawab Eliezer padanya.


***


Di kantor pajak, Mr Rafael dan Mr Joe dibuat berpikir oleh semua ucapan sang menteri itu mengenai berkasnya, karena mereka sudah merasa jika semua berkas sudah sangat lengkap dan benar.


Namun Mr Joe pun akhirnya sadar dan paham betul apa yang di maksudkan oleh pak Dwiki kepada mereka.


Mr Joe pun akhirnya angkat suara pada pak Dwiki.


"Apa semua ini berkaitan dengan uang pak Mentri?"


"Hahaha untunglah kalian paham, karena tidak ada hal yang mudah jika tidak di barengi dengan uang"


Jawab pak Dwiki dengan gelak tawanya yang bahagia.


"Tapi ini bukan untuk saya? Namun untuk prosesnya saja agar perijinan perusahaan kalian bisa di pancarkan"


Lanjut pak Dwiki masih dengan tawanya.


Mr Joe pun terdiam melihat pak Dwiki tertawa, dia coba memberitahu Mr Rafael dengan semua yang pak Dwiki maksudkan kepada mereka, Mr Joe sudah mengerti dengan hal suap menyuap atau melipat dana seperti pak Dwiki lakukan namun tidak dengan Mr Rafael.


Saat mendengar semua penjelasan Mr Joe, Mr Rafael pun sangat menyayangkan akan tindakan pak Dwiki kepadanya, dan bahkan mungkin pada pengusaha lain yang ingin membuat perijinan perusahaannya, Mr Rafael pun tidak setuju dengan apa yang di inginkan oleh pak Dwiki.


"Ini tidak betul pak, jika polisi sampai tahu dengan semua yang anda lakukan saat ini, maka anda pasti akan dipidana kan?"


Ucap Mr Rafael pada pak Dwiki membuatnya tersinggung dan marah.

__ADS_1


"Coba saja anda laporkan saya ke polisi, semua hanya akan sia-sia saja hahaha"


Jawab pak Dwiki mencaci Mr Rafael.


"Saya benar-benar sangat kecewa kepada anda, saya menyesal sekali dan saya tidak akan pernah mau melakukan apa yang anda minta, saya akan berjuang sendiri dengan kejujuran saya, karena saya tidak ingin jika nanti semua karyawan saya memakan hasil keringatnya dari perusahaan ku yang bekerjasama dengan pria tidak jujur seperti anda"


Ujar Mr Rafael dalam kemarahannya, sebagai sahabat Mr Joe coba menenangkannya.


Keduanya pun keluar dari ruangan pak Dwiki dengan semua rasa kecewanya, Mr Rafael merebut berkas yang di pegang pak Dwiki dengan sangat kasar hingga membuat pak Dwiki tersenyum licik penuh niat jahat kepadanya.


"Lihat saja nanti, sekeras apapun usaha kamu untuk perizinan ini aku tidak akan biarkan kamu sampai lolos"


Ucap pak Dwiki dalam hati dengan tatapan penuh dendam pada Mr Rafael.


Diluar kantor pajak, Mr Joe coba menjelaskan pada sahabatnya itu untuk bersikap lebih tenang dan berpikir realistis.


"Ayolah Rafael, ini tidak berat ini juga sudah biasa terjadi pada semua pengusaha disini, uang yang dia minta pun tidak seberapa bahkan tidak sampai setengah dari semua hartamu, anggap saja kamu bersedekah padanya"


Ucap Mr Joe menjelaskan jika semua itu sudah lumrah terjadi pada semua pengusaha diantara mereka.


"Ini tidak benar Joe, ini bukan sedekah namanya, yang ada kita menjerumuskan dia dengan membiarkan si Dwiki itu memberi makan kelurganya dengan uang panas, jika kita hanya diam dan menuruti semua permintaannya dia akan terus melakukan semua itu Joe, harus ada salah satu diantara kita yang bisa mengadili dia agar dia jera dan berhenti memeras kita, karena menurutku ini memang sangatlah bertentangan dengan prinsipku"


Mr Rafael tidak memikirkan seberapa banyak uang yang harus dia berikan pada pak Dwiki dan jaringannya, namun dia lebih memikirkan pada cara kinerja mereka yang curang yang apa-apa harus selalu dengan uang


"Aku mampu, dan aku bisa membayar dia, tapi bagaimana dengan pengusaha pemula yang baru merintis karirnya Joe, untuk modal usahanya saja mungkin mereka dapatkan dari hasil meminjam dan harus segera mereka kembalikan"


Jawab Mr Rafael dengan teguh pada prinsipnya.


Bersambung


Hai sahabat eliezer semua,


mohon maaf ya jika masih banyak kesalahan dalam penulisan pangkat jabatannya, ini hanya murni sebuah karangan cerita penulis untuk menghibur semua😁


Yang mau beri saran dan koreksi nya boleh biar lebih masuk pada alur cerita selanjutnya oke.


Terimakasih

__ADS_1


Jangan lupa like vote komentarnya ya ❤️


---


__ADS_2