
El menangis terisak dengan rasa sesak di dadanya. El menepi di tepi jalan menatap rumahnya yang sepi dan berhiaskan garis polisi dengan air mata yang terus mengalir.
Dia tidak menyangka jika semua yang dia lakukan demi membalaskan dendam kematian ayahnya pada jendral Adiyasa akan berakibat pada semua orang yang dia cintai.
"Ayah, ibu, Patricia, Aditya maafkan aku?"
Ucap hati Eliezer.
Dan yang lebih membuat hatinya semakin sakit, saat El coba masuk kedalam rumahnya yang sudah bergaris polisi itu, El melihat sebuah kue buatan Patricia yang disimpan di meja makan untuknya lengkap dengan sebuah testpack di bawahnya dengan hasil garis dua yang berati positif hamil.
Betapa hancur dan remuk El saat itu juga hingga di berteriak sekeras mungkin untuk melupakan semua kekesalannya.
"Tidak..."
***
Semua orang yang ada di dalam ruangan Rebecca menangis mendengar nasib Eliezer yang kehilangan semua orang yang dia cintai termasuk Rebecca sendiri. Dia tidak bisa menahan air matanya dengan semua nasib pahit yang menimpa Eliezer.
__ADS_1
Begitupun dengan hakim Wahyu dadanya terasa sangat sesak dengan semua penyesalannya, dia tidak menyangka jika keputusannya menolak membantu El akan berakibat seburuk ini bagi Eliezer.
"Dan apakah kalian tahu siapa pembunuh yang telah merampok rumahku, mereka yang membunuh semua orang yang aku sayangi?"
Kata El tegas dengan menunjuk para perampok yang dia sandera hingga akhirnya
"Dor dor dor "
Semua peluru El habis dipakai menembak semua Sandra yang telah jahat kepada dia dan semua orang yang dicintainya.
Entah berapa peluru yang El tembakan pada semua Sandra yang tersisa. Eliezer tidak memberi ampunan sedikitpun pada mereka yang masih sekarat.
Setelah semua sandera berhasil Eliezer lumpuhkan, Halim Wahyu berdiri dengan lantang dan tegas memberi hormatnya pada Eliezer untuk semua keputusan yang dia lakukan pada semua penjahat yang dia sandera.
"Aku memang tidak mengenalmu nak, tapi aku sangat menghormati mu untuk tindakan mu yang berani ini, jika keadilan memang sudah tidak bisa dibenarkan, maka tindakan ini bisa kita lakukan"
Ujar pak Wahyu memberi hormatnya pada Eliezer dengan menitikkan air matanya.
__ADS_1
Video call pun tertutup,
Satuan polisi pun akhirnya mengamankan jendral Adiyasa, pak Gatot dan pak Dwiki untuk semua kasus yang berkaitan dengan Eliezer, mereka juga bergegas menyusul dan mencari keberadaan ya untuk diadili karena telah membunuh nyawa para sandera.
Dan ternyata berita video call yang terekam jelas di CCTV mulai tersebar di seluruh media sosial hingga semua warga pun tahu dengan apa yang telah eliezer lakukan pada sebagian orang yang dia culiknya, namun mereka tidak tahu kebenarannya seperti apa? Yang merek atau hanya El menembak dan membunuh semua sanderanya.
Berita pun mulai viral dengan judul
"Kejam, angkatan polisi Eliezer menculik dan membunuh semua sanderanya "
Tulis cuitan salah seorang netizen yang melihat semua peristiwa yang El lakukan di cctv.
El sendiri terkejut melihat beritanya sangat booming dan viral hingga polisi saat ini memburunya, namun meskipun begitu tidak nampak sedikitpun ketakutan yang dirasa Eliezer setelah membuah semua sanderanya.
Berita kekejaman El pun sampai ke penjuru dunia hingga akhirnya salah seorang tentara yang masih bertahan di jalur peperangan itu tak sengaja mendengar jika Eliezer/Rami adik kandungnya ternyata masih hidup.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
Simak terus ceritanya ya