
El kini tiba di kantor pak Gatot, dewan anti korupsi El bertanya pada salah satu karyawan disana? Apakah dia bisa bertemu dengan pak Gatot? Dan ternyata Dewi Fortuna sedang memihaknya.
Ternyata pak tot sedang berada di ruangannya, sehingga El bisa bertemu dengannya.
Dengan bahagia dan membawa secercah harapan El pun segera menuju ruangan pak Gatot berharap dia bisa membantunya.
Pak Gatot yang saat itu sedang duduk santai dengan membaca korannya mendengar suara ketukan pintu dan meminta El masuk.
"Masuk lah"
Jawab pak Gatot dengan suara yang ramah seakan menyambut kedatangan Eliezer.
"Selamat siang pak? Apa saya bisa bicara dengan bapak?"
Sapa El membungkukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada pria yang lebih tua darinya.
Pak Gatot melepaskan kacamatanya dan melihat ke arah Eliezer, dengan tersenyum pak Gatot pun menjawab
"Tentu, kemari lah anak muda apa ada yang bisa aku bantu"
Tanya pak Gatot dengan mimik wajahnya yang menerima kedatangan El, sehingga El pun merasa nyaman saat menuju ke arahnya.
El pun duduk di samping pak Gatot dengan membawa berkas pengajuan legalisasi perusahaan sang ayah, dia juga membawa sebuah bukti rekaman pembicaraan dia dengan pak Dwiki mengenai kerjasamanya dengan pak Andra untuk dana pencucian uang yang selalu mereka lakukan selama ini tanpa sepengetahuan pak Dwiki sendiri.
"Ada apa nak, bicaralah"
__ADS_1
El akhirnya menceritakan semua kejahatan pak Dwiki dan pak Andra pada pak Gatot, El sangat yakin jika pak Gatot bisa membantunya
"Tapi apa kamu punya bukti jika mereka memang sudah melakukan pencucian uang seperti apa yang kamu ceritakan?"
Tanya pak Gatot menyimak semua yang El sampaikan padanya.
"Tentu pak, saya mempunyai bukti yang sangat kuat, lihatlah ini"
El pun mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman pembicaraan dia dengan pak Dwiki,
Mendengar semua itu pak Gatot sangat terkejut karena tidak menyangka jika El bisa punya bukti yang sangat kuat.
"Itu sebabnya saya datang langsung ke bapak tanpa melaporkan mereka, saya berharap bapak bisa membantu saya menangani masalah ini, karena saya sendir juga seorang polisi"
Tatapan pak Gatot pun seketika tajam melihat Eliezer saat mendengar dia adalah seorang polisi, dia pun terdiam sesaat setelah itu.
"Bukti yang sangat kuat, aku akan membantumu nak kamu tidak usah khawatir, jika kamu memang percaya padaku bisa kah aku minta bukti dan semua berkas itu?"
Jawab pak Gatot dengan meyakinkan El sehingga El memberikan salinan percakapan mereka tanpa rasa curiga.
"Baiklah pak itu yang ingin saya bicarakan dengan bapak, saya sangat berharap sekali bapak bisa membantu saya, terimakasih"
Pamit El sebelum meninggalkan ruangan pak Gatot.
"Baik nak, semoga"
__ADS_1
Jawab pak Gatot dengan tersenyum mengantar kepergian El dari ruangannya.
El pun merasa lega karena sudah datang pada orang yang tepat, diapun langsung pulang ke rumahnya dan akan mengatakan semua pada keluarganya.
***
Di dalam rumah semua sudah berkumpul menunggu El pulang, saat dia tiba Bu Maria meminta El untuk duduk karena ada yang ingin mereka bicarakan.
"Ada apa Bu? Kenapa kalian terlihat sangat serius sekali? Apa ada masalah di kantor?"
Tanya El yang penasaran.
Dan ternyata.
"Sebenarnya ayah dan ibumu ingin membicarakan hal yang sangat serius sekali denganmu, sudah beberapa hari ini ayah perhatikan kamu dan Patricia semakin dekat, ayah pun merasa jika kalian memang sudah saling jatuh hati namun tidak bisa mengungkapkan, benar kan El?"
Ucap Mr Rafael tanpa banyak basa basi pada El mengenai hubungan dirinya dengan Patricia.
"Ayah bisa saja"
Jawab El tersenyum tenang pada ayahnya, karena memang semua yang ayahnya katakan adalah benar, dia memang sudah jatuh cinta pada Patricia dari sejak awal, namun El tidak terlalu mi untuk mengungkapkan isi hatinya pada Patricia.
"Kalau begitu, ibu dan ayahmu ingin kamu melamar Patricia malam ini juga"
Pinta Bu Maria pada Eliezer membuatnya sangat terkejut, El tidak menyangka jika ibunya bisa meminta hal ini padanya.
__ADS_1
"Apa malam ini? tapi ... Tapi "
"Sudah tidak ada tapi, pkok nya ibu dan ayah ingin malam ini juga kamu menembak Patricia"