Eliezer

Eliezer
Kebenaran


__ADS_3

"Sebenarnya telah terjadi penculikan dan penyekapan disini yang dilakukan oleh Eliezer, dan aku adalah salah satu diantara mereka "


"Apa ?"


Bisma sangat terkejut mendengar pengakuan sang wanita hamil tersebut.


Tapi dia penasaran bukankah semua orang yang El culik tewas? Tapi mengapa dia masih hidup?


"Pasti kamu berpikir mengapa aku masih selamat sementara semua orang yang ada didalam tewas? Benarkan?"


Tanya wanita hamil.


Bisma pun mengangguk dan meminta si wanita untuk menjelaskan semua kebenaran yang sudah terjadi.


"Bicaralah, katakan yang sebenarnya"


Ucap Bisma dan segera menghubungkan panggilan rahasia yang tersambung pada Rebecca.

__ADS_1


"Namaku Mila, aku adalah karyawan pajak di perusahaan pak Dwiki, sebelum kejadian malang yang menimpa kedua orangtua dan istrinya, mereka sempat menemui atasan saya untuk mengajukan kembali legalisasi perusahaannya, tapi pak Dwiki tetap tidak ingin memproses legalisasinya sebelum ada dana yang masuk ke rekening pribadinya, orangtua El mengancam untuk melaporkan atasan saya ke pihak anti korupsi atas pencucian dana yang dia lakukan selama ini, tapi semua itu percuma karena mereka bekerja sama, orangtua El pun tahu dan hendak melaporkan kedua menteri itu pada pihak kepolisian, namun sayang, sebelum mereka berhasil melaporkan semua kejahatan dua Mentri itu, orangtua El lebih dulu terbunuh oleh para pembunuh bayaran yang mereka sewa. Aku sangat menyesal sekali karena aku tidak bisa memperingatkan mereka jika bahaya mengintai jika sudah berurusan dengan pak Dwiki dan pak Gatot


, Aku sangat menyesal sekali"


Penjelasan Mila dengan penuh air mata.


"Dan yang lebih membuat aku lebih menyesal saat Eliezer menculik ku karena aku terlibat dalam terhambatnya proses legalisasi perusahaan ayahnya, dengan suka rela dia membebaskan aku, saat itu El memang menembak ku tapi semua itu dia lakukan agar aku bisa hidup"


"Maksud kamu?"


"Ya saat itu El tahu jika aku sedang mengandung, sebelum penembakan itu terjadi rekan Eliezer membawaku menghadapnya, kami bicara dan Eliezer menceritakan semua tujuan nya mengapa dia menculik dan menyekap semua orang yang menurutnya terlibat dalam pelenyapan yang terjadi pada keluarganya, aku juga tahu jika sebenarnya dia adalah anak dari mantan jendral Megantara yang gugur 12 tahun yang lalu aku ikut prihatin pada semua yang menimpa dirinya, dia baru saja menemukan kebahagiaan bersama keluarga barunya disini, tapi dengan sekejap orang yang sama merenggut nyawa mereka, terlebih yang membuat dia sangat marah adalah saat itu istrinya juga sedang mengandung calon anaknya, itu sebabnya dia membebaskan aku, dia meminta aku pura-pura mati saat dia menembak ku di hadapan semuanya"


"Jadi ternyata "


Ucap Bisma terkejut dengan apa yang wanita itu bicarakan.


"Ya sebenarnya dia bukanlah seorang penjahat, dia hanya seorang korban, Eliezer sendiri mencari keadilan untuk kedua keluarganya dari para penjahat seperti pak Dwiki dan pak Gatot, aku justru sangat kasihan sekali padanya dan sekarang dia harus di tangkap dan diadili, aku tidak sanggup"

__ADS_1


Lanjut Mila terisak menangis.


Dan tanpa disadari Mila, ternyata semua pembicaraan mereka terhubung pada layar besar di ruang sidang yang sudah di siapkan Rebecca sebelum sidang di mulai, dimana emang inilah rencana dari Bisma dan Rebecca.


Semua orang yang ada di dalam ruangan sidang sangat terkejut melihat percakapan langsung seorang Mila yang bebas dari penculikan Eliezer.


Massa tidak menyangka jika Eliezer adalah anak dari jendral Megantara yang pernah mereka idolakan dan mereka hujat karena kasus kepemilikan narkoba dan sejumlah uang.


Mereka ikut menangis sedih bersamaan dengan Mila yang menangis menceritakan semua kebenaran yang terjadi pada Eliezer.


El sendiri tidak menyangka jika ini terjadi? Dia berpikir siapa yang telah merencanakan semua ini? Tatapan El langsung tertuju pada Rebecca.


Rebecca menyadari jika El sedang melihat ke arahnya, Rebecca hanya tersenyum simpul dan mengedipkan sebelah matanya. El kembali membalas senyum untuk Rebecca.


...


Melihat semua itu Adiyasa, Gatot dan Dwiki sambat terkejut dan takut, mereka saling memandang satu sama lain setelah video live tersebut banyak di lihat semua orang.

__ADS_1


__ADS_2