Eliezer

Eliezer
Legalisasi perusahaan


__ADS_3

Eliezer pun berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang mahasiswi yang ditemukan tewas di kamar kostnya, kasus yang cukup rumit karena tidak ada sedikitpun jejak tersangka yang tertinggal di dalam kamar TKP.


Polisi yang lain ikut membantu El hingga akhirnya merekapun berhasil memecahkan kasus itu dan menangkap tersangka yang tidak lain adalah tetangga kamar kost korban.


Dari sejak itu Eliezer pun dipercaya atasannya untuk terus menyelidiki beberapa kasus kriminal lainnya, bahkan tak jarang dia selalu pergi keluar kota hanya untuk menyelesaikan kasus yang dia tangani.


Rebecca sendiri sebenarnya tahu dan mengenal Eliezer, namun dia tidak terlalu dekat karena mereka memang berbeda tugas.


Setelah aktif di kepolisian Mr Rafael pun mulai membangun perusahaannya dan sudah 50% selesai.


"Bagaimana kabar perusahaan ayah? Maaf El belum sempat datang ke kantor ayah lagi?"


Ucap El pada sang ayah.


Mr Rafael pun mengerti dengan kesibukan anaknya saat ini.


"Tidak apa nak, hampir selesai dan sambil menunggu ayah dan Mr Joe harus mengurus beberapa berkas untuk mengajukan ijin dan perpajakan untuk perusahaan kita nanti nak"


Jawab Mr Rafael.


El pun bertanya apakah ada yang bisa dia bantu, namun sang ayah hanya tersenyum dan meminta El fokus saja pada kasus selanjutnya,


"Ini bagian ayah dan Mr Joe, kamu fakus saja dengan kasus mu saat ini, buatlah ayah dan jendral Megantara bangga dengan semua pengabdian dan kejujuran mu"


Jawab Mr Rafael menepuk bahu El yang mengingatkannya pada jendral Megantara.


"Terimakasih ayah, sudah mengingatkan El dengan tujuanku"


Jawab El memeluk sang ayah, dari kejauhan Bu Maria pun tersenyum melihat kedua jagoannya saling berpelukan, dia ingin sekali membantu El untuk mengadili jendral Adiyasa dengan menyelidiki kasus yang terjadi pada keluarga Eliezer dulu, Bu Maria ingin tahu lebih jelas berharap ada celah untuk membantu anaknya.


Keesokan harinya, di kantor polisi El yang sebelumnya belum pernah bertemu dengan atasannya dibuat terkejut berusaha mengendalikan hati dan pikirannya.

__ADS_1


Dan ternyata atasan Eliezer selama ini adalah pak Andra, salah satu jajaran polisi yang tunduk pada Adiyasa di masa lalu, namun dia coba berpikir tenang, mungkin saja pak Andra kini sudah tidak menjadi boneka Adiyasa lagi, mengingat Adiyasa kini sudah pensiun.


Namun ternyata pikiran El salah, pak Andra saat ini masih menjadi boneka Adiyasa, meski dirinya sudah menjabat lebih tinggi di kepolisian namun dirinya masih tunduk pada semua perintah Adiyasa? Entah apa yang terjadi pada pak Andra sehingga dia tidak bisa melepaskan diri dari jendral jahat itu?


Semua jajaran polisi memberi hormat pada pak Andra termasuk El sendiri, meski hati bergejolak melihat sosok polisi itu, El berusaha damai dengan hatinya agar tidak salah langkah.


Pak Andra pun menyapa semua jajarannya dengan ramah dan tegas, nampak sekali kewibawaan dan ketegasan dalam dirinya yang tanpa semua tahu jika dibalik semua itu tersimpan kejahatan dan kelicikan yang sedang dia lakukan selama ini.


Yang pada kenyataannya, tanpa sepengetahuan polisi pintar dan jujur seperti Eliezer, pak Andra dan beberapa oknum polisi nakal masih bekerja sama dengan jaringan mafia pengedar obat terlarang dan menjadikannya bisnis besar dalam menambah pundi-pundi kekayaannya. Dan semua itu tidak lepas dari campur tangan Adiyasa selaku jaringan pemasok barang haram tersebut.


Setelah semua jajaran polisi bertemu dengan pak Andra banyak sekali rekan seperjuangannya yang memuji kewibawaan atasannya itu,


"Kewibawaan pak Andra terlihat sekali ya, dia juga sepetinya sangat tegas dalam memilih sebuah keputusan"


Ujar salah satu rekan polisi terdengar oleh telinga El, dan itu membuatnya tidak nyaman, untuk menghindari hatinya yang terus membara kala mendengar nama pak Andra, El pun bergegas pergi keluar tanpa sepengetahuan yang lain, dan disana dia melihat sebuah mobil hitam terparkir di sebrang jalan kantornya.


El mencurigai mobil itu, diapun coba melihat lebih dekat dan ternyata pak Andra turun dari mobil hitam dengan wajah yang bahagia dan senyumnya yang lebar.


Nampak dari kejauhan pak Andra memberi salam hormat pada seseorang didalam mobil, El pun berpikir siapa orang yang ada di dalam mobil itu? Hingga pak Andra memberi hormat padanya, dan saat kaca mobil sengaja di buka oleh si pengemudi, ternyata dia adalah jendral Adiyasa.


Napas El serasa panas karena bara api dendam kembali menyala di hatinya, diapun mengepalkan kedua tangannya saat melihat wajah Adiyasa berada di sebrang jalan, ingin rasanya dia menghajar Adiyasa sampai tiada saat itu juga, namun itu hanya akan merugikan dirinya sendiri.


Diapun teringat pesan sang tangan kanan ayahnya yang mengatakan dia harus tumbuh besar untuk membalaskan kejahatan Adiyasa pada keluarganya, pesan Beno yang selalu dia ingat sampai sekarang.


Adiyasa pun melihat El yang sedang berdiri dan tersenyum ke arahnya, salah satu rekannya pun menepuk bahunya dari belakang dan memberitahu jika dia adalah mantan jendral Adiyasa,


"Dia adalah jendral Adiyasa El, dia jendral yang sangat tegas dan bijak, semua orang sangat memujinya karena kinerjanya yang sangat baik, dia juga sangat adil dalam memutuskan sebuah hukum, ternyata dia datang kemari?"


Ucap polisi Aditya rekan Eliezer dan regunya.


Mendengar semua pujian Aditya tentang Adiyasa El pun hanya menjawab.

__ADS_1


"Semua akan terbuka disaat yang tepat, semua kewibawaan dan kebijaksanaannya akan hancur oleh tingkah nya sendiri nanti"


Jawab El membuat Aditya tidak mengerti dan hanya menggelengkan kepalanya melihat El berlalu meninggalkan pemandangan nya pada jendral Adiyasa.


...


Di kantor sang ayah, Mr Rafael dan Mr Joe mulai menemui salah seorang menteri pajak untuk mendaftarkan perusahaannya agar terdata secara legal.


"Maaf sebelumnya apa bapak mempunyai janji dengan pak Dwiki?"


Tanya salah seorang karyawan kantor pajak.


Merekapun mengatakan jika mereka sudah ada janji temu dengan pak Dwiki,


"Saya sudah ada jadwal dengan beliau, apa kamu bisa masuk?"


Mr Rafael dan Mr Joe pun akhirnya bertemu dengan pak Dwiki,


"Masuklah, saya sudah menunggu kalian? Ada yang bisa saya bantu?"


Tanya pak Dwiki membuka pembicaraannya.


"Sebelumnya saya ingin memperkenalkan dulu sahabat saya pak, dia adalah Mr Rafael pengusaha sukses dari Inggris,"


Jawab Mr Joe memperkenalkan Mr Rafael.


Pak Dwiki pun menjabat tangan Mr Rafael sebagai tanda perkenalannya, begitupun sebaliknya, Mr Rafael menyambut hangat senyum pak Dwiki kepadanya.


"Mr Rafael"


Ucap nya memperkenalkan diri saat saling berjabatan.

__ADS_1


Merekapun akhirnya mengutarakan niat nya untuk mendaftarkan perusahaan baru mereka agar bisa di legalisasi dengan ijin yang resmi pada pak Dwiki.


Mendengar semua permintaan Mr Rafael dan Mr Joe senyum licik pak Dwiki pun mulai merekah.


__ADS_2