Eliezer

Eliezer
Pertemuan dengan Patricia


__ADS_3

Merekapun akhirnya mengutarakan niat nya untuk mendaftarkan perusahaan baru mereka agar bisa di legalisasi dengan ijin yang resmi pada pak Dwiki.


Senyum licik pak Dwiki pun mulai merekah mendengar semua niat mereka.


Seperti buaya yang hendak menyergap mangsanya, pak Dwiki pun merasa jika kekayaannya akan kembali bertambah dengan datangnya Mr Rafael dan Mr Joe.


Dengan melipat dana perijinan perusahaan mereka maka koin rupiah pun akan masuk ke sakunya.


"Mangsa selanjutnya"


Ucap hati pak Dwiki,


Pak Dwiki pun meminta Mr Rafael untuk mengumpulkan berkas yang di perlukan.


"Apa anda sudah menyiapkan semua berkasnya?"


Tanya pak Dwiki dengan ramahnya.


Mr Joe pun memberikan semua berkas yang sudah Mr Rafael siapkan untuk ijin perusahaannya itu.


Pak Dwiki pun melihat berkas itu dengan serius, dia bertanya pada Mr Rafael mengapa dia mau memindahkan perusahaannya kesini? Sedangkan di Inggris sana perusahaannya cukup maju.


"Tidak apa pak, saya ingin mencari pengalaman baru disini, niat kami pun sebenarnya lebih kepada membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi sebagian pengangguran disini yang sebenarnya mereka mampu namun tidak ada peluang"


Jawab Mr Rafael bijak dengan semua niat mulianya.


Pak Dwiki mengagumi niat pria asing itu, namun dia berpikir sepertinya niat Mr Rafael akan sedikit terhambat dengan apa yang akan dia lakukan padanya.


Setelah membuka lembar demi lembar, pak Dwiki pun menanyakan satu lembar yang dia rasa kurang lengkap, dia meminta Mr Rafael untuk melengkapinya lebih sempurna lagi, dia juga menambahkan jika sebenarnya.


"Setelah saya buka berkas milik Mr Rafael, sepertinya akan susah, sebab ini adalah perusahaan asing?"


Ucap pak Dwiki membuat Mr Rafael dan Mr Joe terdiam dan saling menatap.


...


Jam istirahat pun tiba, El dan Aditya pergi keluar kantor untuk mengisi waktu istirahatnya, Aditya pun mengajak El untuk sedikit rehat dengan makan santai di sebuah restoran,


"Bagaimana? Tenang saja kali ini aku yang bayar"


Ajak Aditya pada Eliezer.


"Oke"


Jawab El dengan senyumnya yang menawan.


Keduanya pun akhirnya pergi ke restoran tidak jauh dari kantornya, dengan seragam tertutup jaket keduanya terlihat seperti pemuda biasa yang gagah dan menawan, tak jarang kaun hawa yang melihat mereka terpesona saat melihatnya.


"Tolong tolong"

__ADS_1


Teriak seorang wanita dari dalam bagasi mobil coba menggedor meminta tolong.


Suara itu pun terdengar oleh El, namun tidak oleh Aditya, dia sama sekali tidak mendengar teriak minta tolong itu.


"Tapi aku mendengar dengan jelas, ada suara minta tolong dari arah mobil itu?"


Ujar El berjalan menuju mobil yang dia curigai.


Dan akhirnya El pun kembali mendengar suara minta tolong itu lagi.


"Siapapun diluar tolong aku"


Ucap wanita dalam bagasi mobil, dan benar saja saat El benar-benar berada di depan mobil itu, diapun bertanya siapa didalam?


Sang wanita pun merasa harapannya untuk hidup kembali saat mendengar suara pria dari luar yang bertanya akan dirinya.


"Aku, aku Patricia tolong aku bukakan pintu bagasi mobil ini? Aku terjebak disini dari pagi"


Ucap wanita itu yang ternyata bernama Patricia.


El pun memanggil Aditya untuk membantunya, Aditya yang tidak percaya pun dibuat diam ternyata pendengaran sahabatnya itu sangat tajam meski dari kejauhan.


"Ternyata pendengaran kmu benar-benar tajam ya El"


"Sudah jangan banyak bicara, lebih baik kamu bantu aku untuk membuka pintu mobil ini, apa kamu membawa benda yang bisa membuka ini?"


Aditya pun coba mencari sebuah benda yang bisa membuka bagasi mobil tua yang sudah terbengkalai itu.


"Apa ini bisa di gunakan?"


Tanya Aditya dengan menyodorkan sebuah besi panjang.


El pun coba mencongkel sudut demi sudut berharap bagasi bisa di buka, dengan sekuat tenaga Aditya pun coba membantu hingga akhirnya bagasi pun terbuka,


Patricia pun menutup wajahnya karena silau akan cahaya matahari yang sangat terang.


"Hah akhirnya terbuka juga"


Ucap Aditya merasa gembira.


El pun mengulurkan tangannya untuk membantu Patricia bangun dari dalam bagasi mobil itu,


"Bangunlah"


Ucap El seraya mengulurkan tangannya, Patricia pun meraih tangan El dengan senyum yang tulus karena dia telah menyelamatkan hidupnya.


Saat melihat wajah Patricia, El pun terdiam karena kecantikannya.


Dan saat terbangun dari bagasi itu Patricia pun spontan memeluk El dengan mengucapkan beribu rasa terimakasih pada El karena Teleh menyelamatkannya.

__ADS_1


"Terimakasih, aku tidak tahu bagaimana nasibku jika kamu tidak mendengar suaraku tadi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika kamu tidak menolongku"


Ucap Patricia berterimakasih pada El dengan memeluknya dan menangis didalam pelukannya itu.


Jantung El pun terasa berdegup kencang, karena ini kali pertama seorang wanita selain ibunya memeluk dirinya.


El pun Ter patung kaku dengan semua yang Patricia lakukan.


Hingga akhirnya El coba melepaskan pelukan Patricia kepadanya dengan pelan.


"Maafkan aku, maaf"


Patricia kembali meminta maaf karena sudah lancang memeluk El tanpa seijinnya.


El pun mengangguk dan tersenyum pada Patricia, diapun mengatakan.


"Semua sudah baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi"


Ucap El berhasil menenangkan Patricia. Namun


"Tidak, semua masih belum baik-baik saja, mereka masih akan mengejar ku sampai kapanpun "


Jawab Patricia tertunduk sedih dan membuat Aditya bertanya karena penasaran.


"Memangnya kenapa kamu bicara seperti itu?"


Tanya Aditya. Patricia pun melihat ke arah sekitar dengan penuh ketakutan, dan itu bisa El rasakan hingga akhirnya mereka pun masuk kedalam restoran agar bisa bicara lebih jelas lagi tanpa ada rasa takut.


"Terimakasih kalian sangat baik kepadaku, padahal aku hanya orang asing yang tidak kalian kenal sama sekali"


Ucap Patricia.


"Sudah tidak apa, sebaiknya kamu bicara saja jika saat ini kamu memang sedang dalam bahaya, biar kami bisa membantumu"


Ujar Aditya membuka pembicaraan.


"Sebenarnya aku sudah lelah dan hampir menyerah saat berada di dalam bagasi tadi, setiap hari aku selalu berlari dari kejaran anak buah madam Nikita yang ingin membawa paksa aku"


Ucap Patricia membuka ceritanya.


"Madam Nikita? Siapa dia?"


Tanya Aditya.


Patricia pun menceritakan jika madam Nikita adalah seorang ratu malam yang selalu menjajakan wanita-wanita pilihannya untuk dijadikan wanita malam atau pelayan lelaki hidung belang yang kesepian.


"Astaga, lalu ada hubungan apa kamu dengan dia? Mengapa kamu berusaha dengan seorang mucikari?"


"Sebenarnya setelah ibuku tiada karena sakit, aku tinggal bersama ayah tiriku disini, aku selalu bersikap baik kepada ayah tiriku meski ibu sudah tiada, namun ternyata diam-diam ayah tiriku menjual aku kepada seorang mucikari untuk dijadikan wanita penghibur di rumah madam Nikita, aku sangat kaget dan tidak terima, namun ayah selalu mengatakan jika semua karena ibuku, ayahku berhutang besar pada seorang rentenir untuk semua pengobatan ibuku saat masih hidup, dan itu sebabnya ayahku tega menjual aku pada mereka sebagai alat pembayaran hutangnya"

__ADS_1


__ADS_2