
Namun siapa sangka ternyata telpon tersebut adalah panggilan ancaman dari jendral Adiyasa padanya agar tidak membantu Eliezer. Hakim Wahyu pun bingung mengapa dia bisa sampai tahu, hakim Wahyu melihat ke arah sekitar rumahnya dan ternyata memang ada seorang anak buah Adiyasa yang mengintai dirinya.
ADEGAN PUN KEMBALI KE NEGOSIASI
Mantan hakim Wahyu merasa sangat sedih ketika Eliezer mengingatkannya pada kejadian tersebut, dia sangat menyesal karena tidak bisa membantunya saat itu.
"Aku tahu saat itu anda berada dalam tekanan setelah mendapatkan telpon dari seseorang itu sebabnya aku tidak mempermasalahkan anda karena tidak bisa membantu saya, tapi asal anda tahu sepulang saya dari rumah anda, dalam hitungan jam semua orang yang aku sayangi pergi meninggalkan aku. Anda tahu mereka kemana?"
Ucap Eliezer dengan penuh kebencian saat mengatakan semua orang yang dia sayangi pergi meninggalkannya.
Semua orang yang ada di dalam ruangan terdiam dan penasaran dengan semua ucapan El, kemana mereka pergi?
Rebecca coba menenangkan Eliezer dan bicara yang sebenarnya apa yang sudah terjadi.
"Aku mohon kamu tenang El, bicaralah kami ada bersama mu"
Pinta Rebecca serius.
Eliezer pun menceritakan kisahnya selepas pulang dari rumah pak hakim dengan tangan hampa. Eliezer sangat tahu betul saat pak hakim menolak untuk membantunya, karena mimik wajah pak hakim terlihat sangat tertekan dan ketakutan yang ternyata memang pak hakim Wahyu mendapat ancaman dari Adiyasa untuk tidak membantunya, karena jika sampai beliau membantu El, maka nyawa anak nya yang sedang study di Inggris akan jadi taruhannya.
***
Karena rindu pada sahabatnya El memutuskan untuk pergi ke rumah Aditya tanpa memberitahu Patricia dan keluarganya.
Saat di tengah perjalanan menuju Bandung tempat dimana Aditya bertugas, dari kejauhan El melihat seorang pria muda sedang berlari dengan setengah pincang karena terluka.
El sangat terkejut karena ternyata pria terluka itu adalah sahabatnya.
"Aditya "
Segera El menyelamatkan Aditya dengan masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
"Aditya apa yang terjadi padamu"
Tanya Eliezer.
"Ceritanya panjang El, cepat kita harus pergi sebelum mereka menemukan kita?"
Pinta Aditya pada El dengan napas yang berat.
"Tapi kamu terluka sangat parah, wajahmu penuh dengan lebam dan banyak darah, ayo kita segera pergi ke rumah sakit"
Jawab Eliezer segera melajukan mobilnya sebelum anak buah pak Andra berhasil menemukan dirinya.
Di dalam mobil El meminta Aditya untuk minum terlebih dahulu dan coba menenangkan dirinya.
"Minumlah dulu Aditya setelah itu bicaralah padaku? Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Kamu benar El ternyata mereka adalah seorang penjahat"
Ucap Aditya tidak jelas.
Aditya pun menceritakan jika sebenarnya selama ini dia menghilang karena di sekap dan di siksa oleh anak buah pak Andra dan jendral Adiyasa.
"Mereka sangat jahat El mereka sangat jahat"
Ujar Aditya menangis memegang tangan Eliezer.
"Sudah Aditya tenanglah kamu aman bersamaku, tidak akan terjadi apapun sama kamu"
Eliezer coba Menenangkan sahabatnya yang sedang ketakutan itu.
Namun Aditya tidak bisa tenang akhirnya dia menceritakan apa yang dia ketahui selama dalam penyekapan.
__ADS_1
Aditya memberitahu El jika seandainya jendral Adiyasa sudah mengetahui jika dirinya adalah anak dari jendral Megantara.
"Apa? Tapi darimana mereka bisa tahu dan kamu ..."
"Ya El aku sudah mengetahui semuanya, aku juga tahu jika seandainya jendral Megantara hanyalah korban dari kejatahan mereka. Bahkan aku sendiri hendak di perlakukan sama seperti supir ayahmu agar mereka bisa lebih aman dengan bisnis mereka dengan melemparkan semua kejahatannya padaku. Tapi sebelum itu terjadi dan aku mengetahui jika saat ini kamu dalam bahaya aku memberanikan diri untuk melarikan diri"
Jelas Aditya menjelaskan semuanya.
Eliezer sangat terkejut mendengar semua penjelasan Aditya, amarahnya kembali memuncak kala mendengar semua yang sahabatnya katakan mengenai kejahatan Adiyasa. Dendam dihatinya kini kembali menggelora dia pun berniat untuk segera menuju rumah sakit dan kantor polisi untuk melaporkan semua kejahatan mereka.
"Sekarang kita ke rumah sakit dulu ya di"
Pinta Eliezer, namun Aditya menolak, dia ingin langsung menuju kekantor polisi untuk melaporkan semua kejahatan jendral Adiyasa dan pak Andra.
Eliezer pun menuruti permintaan Aditya.
Tapi tiba-tiba saat mobil melaju dengan cepat di tengah jalan yang sepi, satu tembakan mendarat di ban depan kanan El hingga membuat laju nya tidak berarah.
"Dor..."
"Astaga ternyata mereka mengikuti kita El"
Kecelakaan pun tidak terelakkan Eliezer tidak mampu menstabilkan laju mobilnya karena tembakan yang terus mereka bidikan pada ban mobil El hingga akhirnya mobil pun terperosok jatuh ke dalam jurang.
"Tidak ah...."
Teriak keduanya saling memandang satu sama lain, Aditya melemparkan senyum pada Eliezer dan memberi tanda hormat kepadanya sebagai tanda perpisahan sebelum mobil benar-benar mendarat dari ketinggian yang akan membunuh mereka.
Bruk..
Bruk..
__ADS_1
Bruk...
Entah berapa kali mobil Eliezer terhempas ke permukaan tanah yang keras hingga membuat mobil El rusak tak berbentuk.