
Berita kekejaman El pun sampai ke penjuru dunia hingga akhirnya salah seorang tentara yang masih bertahan di jalur peperangan itu mendengar jika Eliezer/Rami adik kandungnya ternyata masih hidup.
Bisma yang saat ini masih bertahan dengan tugasnya sebagai relawan di jalur Gaza mendengar kabar tentang Eliezer anak mantan jendral Megantara yang menculik dan membunuh semua sanderanya.
Bisma sangat ingat betul dan masih menyimpan pesan yang sempat Eliezer/Rami kirim padanya di masa lalu, dimana Rami mengirim pesan jika keluarganya saat ini sedang dalam bahaya, namun Bisma terlambat membuka pesan tersebut, Bisma berhasil membuka pesan email dari adiknya satu Minggu setelah jendral Megantara di hukum mati dan keluarganya hangus membumi dengan tanah.
Bisma sangat menyesal sekali karena terlambat mengetahui semua yang terjadi pada seluruh keluarganya, sejak saat itu Bisma yang mengetahui jika jendral Adiyasa adalah rekan ayahnya coba bertanya apa sebenarnya yang terjadi pada keluarganya? Namun saat dia bertanya Bisma akhirnya mengetahui semua kebenarannya dari jendral Adiyasa sendiri dan di saat itu juga Adiyasa melepaskan Bisma dengan memberinya pilihan
"Jika kamu mau melawan aku untuk semua dan membuka kebenaran pada dunia jika aku yang bersalah maka saat ini juga peluru ini akan mendarat di kepalamu dan menyusul ayahmu yang sudah tiada, namun jika kamu mau tutup mulut maka aku akan membiarkan kamu pergi dari sini dan membiarkan kamu tetap hidup"
Ancaman jendela Adiyasa pada Bisma saat dia mengetahui semuanya.
Bisma memilih untuk tetap bertahan membela keluarganya, namun belum sempat dia menjawab seseorang memukul kepala Bisma hingga dia jatuh tidak sadarkan diri.
Namun keanehan pun terjadi, setelah dia pingsan Bisma mulai tersadar dan menemukan dirinya sudah berada di tempat tugasnya bersama rekannya yang lain di perbatasan.
Saat sadarkan diri Bisma seolah dibuat linglung dengan semua yang telah terjadi padanya, dia bahkan tidak menemukan paspornya agar bisa kembali ke Indonesia. Sekeras apapun usaha yang dia lakukan untuk kembali ke negaranya selalu ada hambatan dan gagal hingga akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk mengabdi kan seluruh hidupnya bagi mereka yang membutuhkan disana.
Yang lebih menyedihkan saat Bisma berada di titik terendah harapannya, saat terjadi serangan di jalur tugas Bisma berdiri di garda terdepan untuk melindungi nyawa mereka yang di jajah, Bisma sempat pasrah jika suatu saat peluru akan menghujam raganya namun sampai saat ini belum pernah satu peluru menembus tubuhnya yang kekar itu.
__ADS_1
"Rami adikku, jadi selama ini kamu masih hidup? Dan apakah ini memang pertanda dari tuhan membiarkan aku masih hidup untuk mengetahui semua kebenaran ini? Aku harus menemui adikku secepatnya"
Ujar Bisma dengan semua keyakinan untuk kembali menghidupkan harapannya yang sempat mati karena Adiyasa.
...
Di tempat persembunyian, Eliezer bersama 5 orang yang menjadi timnya sedang berkumpul.
"Jerry, David, Leo, Abram, dan Eksan terimakasih kalian sudah mau mendukung dan membantu ku selama ini, tapi sepertinya kalian harus segera kembali ke Inggris aku tidak ingin menyeret kalian terlalu jauh dalam misi balas dendamku ini. Sudah cukup permainan kita sampai disini aku sangat berhutang Budi pada kalian?"
Kata Eliezer berterimakasih pada rekannya sesama polisi dari Inggris yang menjadi karib saat sekolahnya.
Saat mengetahui hidup El hancur karena kehilangan semua orang yang dia sayangi, kelima sahabatnya langsung datang dan membantu El untuk memberikan pelajaran pada para penjahat yang telah menghancurkan hidup sahabatnya itu.
"Tapi apa yang akan kamu lakukan kedepannya?"
Tanya Leo pada El.
"Sepertinya aku akan menyerahkan diri saja, dendamku cukup terbalaskan dengan melihat darah mereka yang membunuh semua orang yang aku cintai meski otak dan dalang dibalik semua ini masih bisa menghirup udara bebas (Adiyasa)"
__ADS_1
Jawab Eliezer.
"Tidak bisa begitu El, penjahat yang sebenarnya tidak boleh dibiarkan bernapas dengan tenang, kita harus berbuat sesuatu padanya"
Tegas Abram tidak ingin mengakhiri permainan sebelum musuh terbesarnya kalah.
"Aku sekarang sudah menjadi buron kawan, dan suatu saat polisi pasti akan menemukan aku, terlebih Rebecca dan timnya sangat pintar aku tahu kinerja mereka, tidak akan lama mereka pasti akan menemukan aku, jadi sebaiknya kalian segera kembali pada keluarga kalian, titip salam ku untuk bibi" (sebutan untuk ibu kelima sahabatnya itu yang memang sudah dekat dengan Eliezer dan keluarganya semasa di Inggris)
Eksan pun memeluk Eliezer dengan semua rasa peduli dan sayangnya.
"Aku sudah tidak mempunyai tujuan hidup saat ini, tapi aku merasa bersyukur karena kalian hadir sebelum aku mengakhiri semuanya, terima kasih"
Lanjut El berterima kasih pada sahabatnya dengan menitikkan air mata. Kelima sahabatnya itupun saling berpelukan.
***
Rebecca dan timnya masih memburu dan melacak keberadaan Eliezer. Mereka juga sedang mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam membantu penculikan yang Eliezer lakukan?
Rebecca melacak keberadaan El disetiap sudut ibu kota, dalam hati Rebecca ingin sekali membantu Eliezer agar hukumannya sedikit ringan dari tuntutan karena dia tahu betul jika El tidak sepenuhnya salah. Sikap El hanya bentuk pembalasan dari ketidakadilan yang dia terima atas kejahatan yang dilakukan Adiyasa.
__ADS_1
"Memang benar seorang yang baik hati akan berubah menjadi jahat jika tidak ada keadilan yang dia dapat dari setiap kejahatan yang terjadi padanya, dan itulah yang terjadi pada kamu Eliezer. Ayo temui aku bekerja sama lah El aku mohon!"
Ucap Rebecca berharap bisa segera menemukan El sebelum timnya yang lebih dulu menemukan Eliezer.