Event Horizon

Event Horizon
Kamu kurang fokus ya


__ADS_3

Meraka berjalan dengan santainya di koridor bawah menuju ke kelas. Andi membicarakan sesuatu, dia yang tersenyum sambil melihat ke arah atas.


“Aku bawa bekal loh hari ini. Ayo nanti pas istirahat selanjutnya. Kita rayakan keberhasilan mendirikan klub ini, aku bawah banyak nih, soalnya.”


Ridwan mengetahui bahwa Andi membawa bekal dan ingin makan bersama. Ridwan meloncat dengan senangnya lalu suara menggema merdu.


“Whooo…! Asik…!”


Emilia yang sudah mengetahuinya juga, dia melihat ke arah wajah Andi, lalu dia menanyakan dengan wajah yang sedikit malu, karena itu keren.


“K-kamu masak sendiri ya, Andi?”


Andi mengangkat sedikit kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke mereka berdua, dia mengeluarkan suara dengan nada yang sombong.


“Ya iya lah, aku gitu. Aku kan setiap hari harus menyiapkan sarapan pagi-pagi, dan tentu saja buat adikku juga.”


“Hmmmm…?”


“Kuharap kita bisa memecahkan kode ini secepatnya.”


Ridwan berbicara dan berpikir sendiri sambil berjalan santainya.


“Ngomong-ngomong Andi, apa kamu tadi malam sudah menonton anime The Last Core of Love.”


Emilia menanyakan ke Andi, dengan nada yang sedikit senangnya, dia sambil berhenti tepat di depannya Andi yang ingin kembali ke dalam kelas.


Andi juga spontan berhenti tepat di depannya Emilia. Dengan nada yang sedikit dijeda, seperti lupa-lupa gitu, dia membalasnya sambil tersenyum.


“Tayangannya di tengah malam ya. Sepertinya, aku hanya sebentar saja sih nontonnya. Soalnya aku sudah ngantuk, mataku aja sudah lima watt.”

__ADS_1


Mengetahui sesuatu, Emilia pun mengatakan dengan nada marahnya.


“Apa-apaaan kamu ini…! Tuh anime sangat seru. Jangan ditonton setengah, seharusnya kamu tonton itu secara realtime tau!”


Andi yang sepertinya dari awal, pas selama istirahat, dia kurang meminum air putih. Ingat ya, dianjurkan munim air putih sebanyak sepuluh liter setiap hari, kalau bisa lebih. Kalau tidak, jadi seperti Andi, kurang fokus.


“R-rear t-tire?”


Emilia kali ini, benar-benar berwajah marah kepada Andi karena tidak nyambung, dia mengulangi lagi perkataan, sambil memasang berwajah kesal.


“Real… Time…! Andi…!”


“Maaf dari tadi aku tidak focus, sepertinya kurang minum air putih.”


Ridwan memberikan sedikit nasehat, sambil dia melakukan gerakan tangan menepuk punggung Andi, gerakan dengan pelan dan berulang-ulang.


“… Huhhh!”


Andi mengeluh nafas panjang, dia akan memberi alasan dengan cara baik, dengan cara tersenyum ke arah Emilia, lalu melakukan gerakan mengelus pelan-pelan ke arah belakang kepalanya sambil bernada lucu menggemaskan.


“Maaf! Aku tadi nonton hanya setengah saja, aku juga harus bangun pagi untuk membuat sarapan buat adikku, Ira. Maaf ya Emilia?”


Emilia yang sudah mendengarkan alasan dari Andi yang masuk akal, dia mengucapkan dengan nada manis sambil membuang mukanya dari Andi.


“Oh, ya udah…”


Emilia sangat cemberut terhadap Andi, sebab Andi menonton anime kesukaan nya hanya setengah episode saja. Di dalam anime The Last Core of Love ada adegan yang sangat menyentuh buat para penonton.


Pernah merasakan bertukar tubuh dengan orang asing? Ya Anime yang Emilia maksud itu menceritakan tentang dua orang asing yang saling bertukar tubuh. Peristiwa ini kemudian membuat mereka jatuh cinta tapi sayangnya takdir berkata lain. Anime itu berkisah tentang dua orang yang hidup pada waktu dan dimensi yang berbeda, tak saling mengenal dan tak pernah bertemu sebelumnya, namun seiring berjalannya waktu, tumbuhlah benih-benih cinta tanpa mereka sadari, Hmmm…? Itu sangat menyentuh.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Andi menerima sebuah pesan singkat dari adiknya, dia membuka handphonenya dan melihat isi pesan adiknya itu.


“Kakak, apa klub sekolah kakak udah jadi. Aku mau kesana besok ya?”


Andi membalas dengan senyuman manis.


“Udah jadi Ira.”


Tidak lama kemudian Ira membalasnya lagi.


“Asik, besok aku akan kesana ya? Dan jangan pulang lama-lama, kak.”


“Aaa... Syiappp…”


Andi menutup handphonenya dengan perasaan senang.


Andi melihat mereka berdua yang tersenyum, bercanda, senang.


Mereka adalah teman-teman Andi sejak masuk ke sekolah SMA ini. Mungkin, yang Ridwan adalah teman pertama di sekolah SMA ini. Dia itu sedikit sulit, ya diajak bicara. Namun, dia itu sungguh baik hati.


Sedangkan, Emilia, dia adalah temanku sejak kecil, ya sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri. Dan senyumnya itu loh membuat hatinya Andi senang. Dia harap, senyumnya Emilia itu selalu dia jaga untuk selamanya.


Kehidupan sekolah yang ideal, dilengkapi dengan teman-teman yang baik, Itu sudah cukup baginya dan seterusnya, seperti itu juga.


Apakah ada yang lebih baik dari itu? Tidak. Terima kasih.


Ini adalah awal mula kisah Andi bersama dengan teman klubnya untuk mencari tempat tersembunyi milik kakeknya itu, dari awal dia hanya diberikan sebuah peta saja, lalu tepat di balik peta itu, terdapat hanya ada sebuah kode rahasia saja dan selembar surat wasiat kakek.


“Pertanyaan-pertanyaan semacam itu yang jelas akan membuat kamu mencari dan menemukan tujuan hidup kamu yang sebenarnya.”

__ADS_1


__ADS_2