Event Horizon

Event Horizon
Cemberutnya kamu


__ADS_3

Sebelum kita melihat adegan Adinda dan Andi yang lagi jalan-jalan berduaan di sekitar halaman sekolah. Pertama kita mulai dengan adegan yang dialami oleh Emilia dengan Ridwan dulu ya.


Surabaya, 5 Juli 2018, 12:18…


“Siapa sih Adinda itu…? Cih… Sok kenal lagi sama Andi.”


Emilia berbicara sendiri tanpa arah dan tujuan. Siapa sebenarnya cewek itu? Sampai Andi merasa terkejut kalau dia pernah bertemu dengannya.


Ridwan mendengarkan sedikit pembicaraan Emilia yang sambil memasang wajah cemberutnya itu. Dia memotong pembicaraan Emilia yang hampir di ujung kemarahan. Sambil berjalan, dia memberi candaan sedikit.


“Hmmm…? Bagaimana dengan klubnya ya?”


Sambil bertingkah sedikit aneh di depan Emilia, Ridwan mencoba menghiburnya, supaya dia tidak kesal dan berusaha mambuatnya ceria.


“Apa kamu mau bolos?”


Ridwan terus-menerus melakukan gerakan lemah gamulai, seperti orang melakukan gerakan parody, gerakan itu sangat aneh di mata Emilia.


“Sabotase? Membolos? Hehehe… AdekEmilia, saat ini keadaanku sedang sangat buruk, loh. Apa kamu tidak mau menolongku?”


Emilia mencoba melihat tingkah lakunya Ridwan yang sangat konyol. Emilia mulai merasa sedikit tertarik dan sedikit ada rasa perihatin dari dirinya.


“Eh, benarkah itu Ridwan?”


Perlahan, Emilia mulai tersenyum manis. Ridwan yang mengetahui, dia bergembira lalu menghadap balik badan dari Emilia, dan berteriak kecil.


“Berhasilllll… Yes.”

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Ridwan membalikkan badannya tepat di depan wajah Emilia, lalu membuat candaan, karena ingin menghiburnya lagi.


 “Karena wajahmu terlihat sangat suram, kupikir kamu baru ditolak.”


Tunggu, kali ini Ridwan salah ngomong. Emilia yang mengetahui hal itu. Jadi, Emilia kembali seperti semula, dia marah dan cemberut dengan Andi.


“Grrrr…!”


Ridwan yang sudah tau kalau perkataannya itu salah, dia langsung menghadap balik badan lagi dari Emilia sambil berteriak dan wajahnya menua.


“Gawattt…! Andiii… Tidak apa-apa


tenanggg…”


Dengan jeda yang pendek, Ridwan membalikkan badannya lagi ke arah Emilia, dan berusaha untuk membuat suasana menjadi tenang lagi.


“Maaf, apa aku sudah menyinggung perasaanmu?”


“Huffff…? Tidak juga.”


Emilia yang sudah baikan, karena wajahnya terlihat sudah tenang.


“Tapi, kamu sudah mengeluarkan keberanianmu, kan? Bukankan itu sangat hebat Emilia? Kamu itu seperti…”


“Ridwannn…”


Emilia memperlihatkan bentuk wajah yang sedikit tersenyum kepada Ridwan. Dan akhirnya Ridwan telah mengembalikan keadaan seperti semula.

__ADS_1


“Wajahmu saat ini, terlihat sangat berkilau, lo.”


Ridwan memuji Emilia sambil arah tangannya mengelus kepala Emilia dan tersenyum. Tapi, keadaan kembali lagi seratus delapan puluh derajat.


“Apa kamu mengejekku, Ridwan?”


Emila telah kembali dengan memasang wajah yang akan meledakkan isi seluruh sekolah. Sepertinya, Ridwan kali ini gagal untuk mengibur Emilia.


“Tidak…! Andi maafkan aku. Kayaknya aku akan gagal.”


Bentuk wajah Ridwan mulai ketakutan. Dia langsung membalikkan badannya lagi dari Emilia, dan berbicara sendiri tanpa arah tujuan yang jelas.


“Bagaimana ini! Bagaimana ini! Bagaimana ini…!”


Karena sudah merasa tenang sambil mengelus dadanya, Ridwan membalikkan badannya lagi ke arah Emilia, dan berusaha membuat alasan.


“A-Aku hanya ingin menghiburmu.”


Dengan spontan, Emilia menjawabnya dengan nada cuek yang manis.


“Aku tidak perlu dihibur.”


Emilia melakukan gerakan membuang muka dari Ridwan karena malu. Sepertinya, dia tidak jadi meledakkan amarahnya sambil mencari Andi.


“Kamu tadi itu sepertinya sedang cemberut dengan Andi, ya kan? Tapi, kamu itu, cemberutnya itu ada di sini, lo.”


Ridwan menunjuk ibu jarinya ke arah hati sambil bergaya keren di depan Emilia. Emilia yang ingin meledak sambil menahan amarah hatinya. Tiba-tiba, Emilia memukul keras tepat di wajahnya dengan perasaan kesal.

__ADS_1


__ADS_2