Event Horizon

Event Horizon
Termakan godaan


__ADS_3

Yang ke dua kita mulai, melihat adegan yang dialami oleh Adinda dengan Andi, yang katanya dia ingin jalan-jalan sebentar di sekitar sekolah.


Surabaya, 5 Juli 2018, 12:21…


Seseorang gadis kecil berpakaian seragam SMP dan berwajah imut. dia yang lagi menunggu sesuatu yang muncul di gerbang depan sekolahnya Andi, dia sedang membawa sebuah bekal kakaknya yang tertinggal di rumah, wajah cemas menyelimuti di sekitarnya. Dia yang sudah bosan menunggu, secara langsung dia masuk ke dalam sekolah tanpa ada perasaan takut.


Ira yang sudah melihat kakaknya dari sudut pandang kejauhan. Dia menghampiri kakaknya, dia terkejut karena kakaknya jalan bersama gadis lain.


“Kakakkk…!”


Ira memanggil kakaknya dengan suara keras sambil berlari tergesah-gesah. Tapi, di hiraukan sama Andi yang lagi jalan bersama dengan Adinda.


“Adinda, jangan dekat-dekat dong, aku merasa sedikit malu, nih.”


“Malu ya kak! Kakak!”


Ira berbicara mendengung dari arah belakangnya Andi. Andi yang sadar kalau ada seseorang yang berada di belakangnya, dengan pelan sambil penasaran, dia berbalik badan lalu matanya terhalang oleh hal yang hitam.


“Ini bekal kakak ketinggalan.”


“Terima kasih. Gawatttt…!”


Dengan jeda yang singkat, Andi pun menyadari kalau adiknya merasa marah. Sebab, Ira belum tau, kalau Andi mempunyai teman perempuan lagi.


“Kakakkkk…?”


“I-Iraaa…?”

__ADS_1


Andi spontan sedikit terkejut dengan penuh keringat yang berceceran di wajahnya. Sedangkan, Adinda malah tersenyum sangat manis ke arah Ira.


“Apa dia adikmu? Manis sekali.”


“Ya, terima kasih sudah mau direpotkan oleh kakakku.”


Ira memberikan senyuman, lalu dia memasang wajah sedikit kesal.


“Wah, terima kasih atas kesopananmu.”


Adinda menjawabnya dengan nada menggodanya dan tersenyum manis. Tapi, Ira berwajah sebaliknya, dia malah tersenyum masam ke arahnya.


“Tidak, aku hanya berpura-pura.”


Tapi kenyataan, bentuk wajahnya Ira yang masih kesal, sepertinya dia tidak senang kalau ada seseorang cewek lain yang dekat dengan kakaknya itu.


“Kakak, siapa dia? Apa dia hanya teman sekelasmu? Apa ada gadis lain yang dekat denganmu lagi kakak?”


“Tuh kan dia punya adik.”


“Kamu Andi, aku jadi iri.”


“Suka sama adiknya sendiri.”


“Pertengkaran keluarga kali.”


Andi mendengarkan hal itu, seperti ada yang menggosipkan dirinya, wajahnya yang menegang dan penuh banjir keringat di wajahnya. Sedangkan, Adinda malah memanas-manasi Ira, dia yang lagi cemburu sama Adinda itu.

__ADS_1


“Ya ampunnn…! Ini sangat memalukan.”


Ira yang masih memeluk kakaknya dengan erat, Adinda bersenyum manis, sepertinya dia sudah memikirkan sebuah rencana. Andi menegur Ira.


“Hei Ira, Itu tidak sopan, kan?”


Adinda mendekatkan perlahan wajahnya ke telinganya Ira, dengan pelannya dia membisikkan sesuatau yang membuat Andi merasa curiga.


“Kamu pasti sangat suka dengan kakakmu, ya?”


“Haaa…? Apa yang kamu katakan?”


Ira membuka mata lebar-lebar karena merasa sedikit terkejut. Dan tidak lama kemudian, Ira kembali berwajah kesal dan jutek dengan Adinda.


“Aku normal tau!”


“Maaf, kayaknya aku memanjakannya.”


Andi tersenyum ke arah Adinda, sambil arah matanya yang ingin memegang kepalanya Ira dengan pelan, lalu dia mengelus secara lembut. Adinda pun tertawa manis, dia melihat kelakuan seorang kakak terhadap adik.


“Tidak masalah, kan? Dia sangat manis.”


“Lalu, apa hubunganmu dengan kakakku?”


“Apa maksutnya, ya?”


Adinda memegang kepalanya Ira, dia sambil memiringkan kepalanya sendiri, lalu dia tersenyum dengan pelan. Ya sepertinya, Adinda itu sedang memikirkan sesuatu yang sepertinya Andi dan Ira akan merasa tergoda.

__ADS_1


 “Hehhhhh…!”


Suara Ira menggema merdu, sepertinya dia sudah terperosot sama godaannya Adinda. Lalu dia menarik baju kakaknya dengan manja yang manis.


__ADS_2