Event Horizon

Event Horizon
Petunjuk selanjutnya


__ADS_3

Setelah selesai makan, Ira tiba-tiba teringan sesuatu sesuatu yang belum disampaikan oleh kakaknya, dia mulai merasa takut dengan hal itu.


“Ka-kakak! Ada yang perlu saya sampaikan kepada kakak?”


“Apa itu, Ira?”


“A-aku tadi menemukan sebuah kotak yang sedikit menakutkan, kak.    Ko-kotak itu berada tepat di bawah tempat kasur tidurnya kakek.”


Suasana yang tadinya senang sekarang seketika berayun ke arah yang mencengkam dan ada bumbu horror yang bertaburan di sekitar mereka.


Ceritanya itu di mulai dari, sesudah Ira pulang dari sekolahnya. Dia sempat ke kamarnya kakeknya untuk sekedar membersihkannya saja. Pada saat membersikan di bawah tempat tidur kakeknya, dia menemukan sebuah kotak kayu yang bertali pita warna merah di setiap pinggir kotak itu.


“Kotak apa ini…? Jangan…! Jangan…!”


Ira hanya bisa menegukkan air liurnya, dia berpikir kotak itu kotak perubahan jiwa manusia yang diceritakan oleh kakaknya. Dia mulai ketakutan, dia sekarang seperti seekor kucing penakut yang di tinggal oleh induknya.


“... Jangan-jangan, Ira. Kamu telah menemukan sebuah kotak yang di dalam isinya terdapat surat misterius… Kalau kamu sudah membukanya dan sempat membacanya isi surat itu kamu akan menjadi…”


“Aaa…aaa...apaa…?”

__ADS_1


Ira sama terkejutnya dengan orang yang baru saja menonton film horror sendirian di ruangan yang gelap tanpa ada sesorang yang menemani.


“Hahaha…”


“Kakak jangan bercanda, aku serius nih.”


Dengan tersenyum, Andi segera meminta maaf kepada Ira, dia sambil mengelus kepalanya lembut-lembut. Ira pun langsung menurut dan tenang.


“Ok… Kita periksa aja ke kamarnya kakek, ya?”


Mereka berdua pun lekas menuju ke kamarnya kakek, perasaan Ira yang takut sambil berpegangan tangan kiri kakaknya dengan erat-erat. Ira mulai berbicara sendiri sambil menutup ke dua matanya, karena ketakutan.


Setelah sampai di kamarnya kakek, Andi membuka pintu kamar kakeknya secara perlahan-lahan, dia sambil melihat sedikit celah di balik pintu.


Perlahan-lahan, mereka berdua masuk ke dalam kamar kakeknya, perasaan yang sedikit takutnya Ira bercampur dengan penasarannya Andi.


 Melangkah pelan ke depan, lalu membungkukkan badan dan melihat sekeliling, dia sambil arah tangannya mencari sesuatu. Tak lama kemudian, dia merasakan ada sebuah kotak dan langsung mengambilnya. Andi masih belum membuka isi dari kotak itu, dia masih penasaran dan merasa sedikit takut.


“Kakak isinya apa?”

__ADS_1


“Arrrrr…!”


“Kyaaa… Kyaaaaaa…!”


“Hahahah…! Jangan takut Ira, kakak kan belum membukanya.”


Ira pun langsung memasang wajah cemberut kesal setelah di kerjain oleh kakaknya itu. Andi yang penasaran, secara tidak langsung, dia membuka secara perlahan-lahan, dengan rasa gemeteran juga dan setelah di buka isinya. Andi menutup kembali kotak lalu dengan wajah tersenyum dia mengatakan.


“Nanti kakak akan beritau kamu, kalau kita sudah di klub, ok Ira.”


“… Hehhhhhh…? Kakak pelit.”


Ira hanya bisa pasrah, sambil perasaan yang penuh ketakutan mulai berayun ke arah marah, dan bercampur ada rasa penasaran di hatinya.


Akhirnya, Andi telah menemukan sesuatu hal yang luar biasa yang dapat membuatnya merasa ingin pergi ke tempat itu sekarang ini juga, di karenakan di dalam kotak itu telah berisikan sedikit petunjuk dari pesannya kakek, walaupun semua ini hanya firasatnya Andi saja sih. Tapi, Andi tetap memutuskan untuk memberitahu teman-teman klubnya tentang apa isi dari kotak yang sudah ditemukan oleh adiknya yang berada di kamarnya kakek.


“Ini akan menjadi petunjuk kita selanjutnya…”


*****

__ADS_1


__ADS_2