Event Horizon

Event Horizon
Buku perpustakaan


__ADS_3

Setelah pelajaran berakhir, ya pas jam istirahat kedua, mereka bertiga bergegas langsung menuju ke perpustakaan sekolah untuk mencari buku yang diceritakan oleh bu Anna, dia adalah guru yang ahli tentang pelajaran sejarah.


Surabaya, 4 Juli 2018, 12:32…


Setelah sampai di sana, mereka bertiga bergegas mencari sebuah buku itu yang berjudul Dioscorides and Antipater of Mix : The World. Buku yang dikarang oleh Antipater Mix itu sendiri tapi buku itu di tulis kembali oleh seseorang Jerry Claw pada tahun 2002.


Membuka pintu kembar kaca di depannya dengan rasa semangat.


“Kita sudah sampai di perpustakaan sekolah.”


Mereka langsung masuk ke dalam dan sesampai di sana, pandangan mereka hanya melihat-lihat ke sekeliling bangunan perpustakaan sekolah ini.


“Wwwooowww…”


Suara menggema sangat merdu yang keluar dari mulutnya Ridwan.


“luas sekali perpustakaan ini dan ada banyak buku berjajar rapi.”


Andi kagum dengan perpustakaan sekolahnya itu, sangat luas dan banyak buku yang berjajar rapi, ruangan yang segar, sejuk dan tentunya sangat sepi. Ya maklum namanya juga perpustakaan ya, selalu sepi kayak kuburan. Tanpa menunggu lama, mereka bertiga bergegas mencari buku itu.


“Ok, kita berpencar untuk mencari bukunya!”

__ADS_1


“Andi! Aku akan mencari buku itu di lantai dua.”


Lalu, Emilia yang sudah berwajah malu sambil akan mau berbicara.


“D-dan aku akan mencari di lantai satu dengan Andi.”


Mereka menyebar serentak ke seluruh bangunan. Andi di lantai satu bersama Emilia, sedangkan Ridwan di lantai dua.


Andi mencari buku sambil dia berkeliling ke tempat-tempat yang lain.


“Hmmmm…? Di mana buku itu ya?”


Sambil mencari sebuah buku, Andi terpikat pada buku yang mengenai teori quantum lubang hitam itu. Buku yang ada di rak atas, dengan posisi buku yang berjajar miring bersandar di buku lain. Andi ragu mengambilnya, sambil dia mengingat apa yang dikatakan oleh bu Anna, tentang seorang penjelajah ruang dan waktu dengan menggunakan sebuah mesin waktunya itu.


Dengan jeda pendek, Andi secara diam-diam mengambil buku itu dan langsung membacanya sekilas di tempat itu juga. Sambil posisi berdiri, dia membaca isi buku dengan suara pelan dan sedikit santainya.


“… Arah waktu pada permukaan ruang dan waktu juga menunjukkan seperti adanya gejala grafitasi yang kuat. Ada bukti yang menunjukkan bahwa semakin dekat jarak kita dengan lubang hitam, maka


waktu pun berjalan lebih lambat dari waktu sebelumnya…”


Andi yang masih membaca isi buku yang berjudul Teori Quantum Black Hole Mesin Waktu. Dari sisi yang lain, sambil tersenyum, karena merasa senang, Ridwan sudah menemukan sebuah buku yang sedang mereka cari selama ini, ya sudah setengah jam sih mereka mencari buku itu. Dia bergegas langsung turun ke bawah dan menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


Andi masih melanjutkan membacanya, sepertinya dia mulai tertarik.


“… Mengkombinasikan ruang dan waktu menjadi satu manifol, para ahli fisika telah secara signifikan menyederhanakan sejumlah besar teori dalam fisika dan memahami secara lebih seragam mengenai cara kerja alam semesta dalam lingkup ilmu kosmologi dan mekanika kuantum…”


Sebelum menemui Andi dulu, Ridwan telah menemukan Emilia, lalu dia menghampiri secara diam-diam sambil berbisik pelan ke telinganya Emilia.


“Emilia! Emilia! Aku sudah menemukannya! Emilia!”


Emilia yang serius membaca isi buku tentang percintaan tiga dimensi, eh salah percintaan segi tiga. Emilia yang lagi asiknya membaca buku itu dan dia tidak tau bahwa Ridwan menghampiri sambil bersuara yang sangat pelan membisikinya. Dia yang sudah tau, secara spontan langsung menyembunyikan bukunya ke belakang badan, lalu dia bicara dengan nada tersendat tergesah.


“A-ada apa R-ridwan?”


Ridwan melirik sekilas dan bermuka masam, lalu dia berkata.


“Bagus ya kamu. Aku capek-capek cari buku itu. Kamu malah asik membaca buku tentang percintaan ya. Bagus ya kamu. Hmmmm…”


Wajah Emilia mulai menegang, dia yang lagi mencari alasan sambil menengok ke kanan dan ke kiri, ya seperti orang lagi kebingungan gitu.


“Iniii… Akuuu… Anooo…! Apa ya…?”


Dia yang sudah kehabisan mencari sebuah Ide untuk alasannya itu. Ridwan lama kelamaan mulai merasa kesal, lalu bersuara dengan nada santai.

__ADS_1


“Sudah kamu teruskan saja membacanya! Saya tunggu di sini.”


__ADS_2