Event Horizon

Event Horizon
Pertemuan Adinda dan Emilia


__ADS_3

Adinda memberikan senyuman yang manis, dipandangi teman-teman sekelasnya yang bingung, dia mulai berjalan ke belakangnya Emilia dan mulai menempati tempat duduknya yang ditunjuk oleh bu Anna dengan langkah kaki yang ringan. Tempat duduknya di sebelah kanannya Emilia.


Bu Anna melihat sekeliling kelas yang sudah lengkap. Bersiaplah bu Anna memulai pelajarannya dengan mengetuk sebuah papan tulis.


Andi melihat ke arah Adinda, Adinda pun spontan melihat juga ke arah Andi, dia langsung melambaikan tangannya yang gemulai ke Andi. Sedangkan, Emilia melihat mereka berdua yang sepertinya sudah kenal, dia pun mulai cuek dengan adanya kehadiran Adinda di kelas ini.


Andi hanya terdiam saja di tempat tanpa merespon apa-apa, seakan dia mulai terancam terkena sebuah pesan kata yang panas dari dalam kelas.


“Ok kita mulai pelajarannya! Buka buku sejarah halaman…”


Suara santai bu Anna yang terdengar merdunya itu. Andi pun terselamatkan dari kekacauan kelas yang semakin memanas.


Setelah sekian lebih dari empat jam pelajaran, akhirnya pelajaran pun selesai. Di iringi suara bel istirahat yang berbunyi merdu sampai di hati Andi.


Adinda tiba-tiba berdiri dari mejanya sambil wajah yang tersenyum manis. Dia melangkah dengan pelannya melewati belakang tempat duduknya Emilia dan berhenti tepat berada di samping mejanya Andi.


Andi sempat menengok ke samping, melihat wajahnya Emilia yang penasaran dan hampir di ujung kemarah itu. Adinda mengeluarkan senyuman kesenangan. Emilia yang mengetahui hal itu, dia sedikit marasa curiga.

__ADS_1


Secara perlahan-lahan Adinda mendekatkan wajahnya ke Andi dan membisikkan ke arah telinga Andi. Ahh…! Dia sengaja mendesah lalu berkata.


“Andi, tolong aku ajak keliling sekolah ini, dong!”


Andi kaget, lalu melihat ke arah Emilia. Wajahnya yang mulai marah.



Emilia yang mendengar percakapan mereka berdua, dia yang sudah tidak tahan melihatnya. Lalu Emilia secepatnya berdiri dan berkata keras.


“Tidak bolehhh…!”


“Aku juga mau ikut, ya?”


Suasana kelas pun berubah menjadi gosip keirian, dengan adanya Andi yang sudah memiliki dua wanita cantik. Dan rumor pun beredar, bahwa Andi juga memiliki adik perempuan yang sangat imut, sungguh kejam.


“Lihat-lihat mereka, mulai berantem.”

__ADS_1


“Apa dia kenalannya Andi?”


“Aku iri…!”


“Berantem antar kekasih ya.”


“Hmmm…? Cinta segitiga mungkin.”


Suasan di dalam kelas yang semakin memanas. Hawa keberadaan Andi yang sudah terdesak, dia menjadi kebingungan sambil memikirkan sebuah cara untuk keluar dari kondisi yang mencengkam hawa kepanasan ini.


 “Gawatttt…! Tatapan mereka sungguh menyakitkan. Aku harus cari jalan keluar, agar aku bisa mengajak Adinda untuk keliling berduaan saja, tapi aku takut kalau Emilia dan Ridwan juga ikut... Hmmmm…?”


Dengan jeda pendek, Andi berbicara sendiri di dalam hatinya sambil memikirkan bagaimana caranya bisa keluar dari suasana yang sudah terjepit.


Sekian lamanya dia berpikir, akhirnya dia menemukan cara agar bisa keluar dari permasalahan ini.  Andi memanggil Ridwan, dia yang sedang melirik Adinda itu. Bibir Andi menjulur keluar sambil mengeluarkan nada.


“Sttttt…! Stttt…! Ridwan.”

__ADS_1


Ridwan yang mengetahui ada suara siulan dari mulutnya Andi, dia melihatnya sambil nada berbicaranya seperti perasaan senang, jadi terganggu.


__ADS_2