
Dia yang sudah selesai berpikir, lalu membalikkan arah badannya lagi tepat di depan Andi dan menjawabnya langsung dari pertanyaannya Andi itu.
“Lompatan waktu itu sama seperti sebuah konsep berjalan waktu secara maju atau mundur ke titik berbeda, dalam waktu semula atau di titik nol dan hal itu, mirip seperti kita bergerak di dalam ruang tiga dimensi.”
Bu Anna menjelaskan secara pelan sambil menggerakkan tangannya.
“Perjalanan waktu? Di dalam ruang dimensi ke tiga?”
Andi yang masih bingung, karena dia memikirkan deretan beberapa pertanyaan lagi ke bu Anna, dia pun dengan senang hati melanjutkannya.
“Begini Andi. Di dalam teori fisika, konsep perjalanan waktu telah digunakan untuk memeriksa konsekuensi teori fisika seperti relativitas khusus, relativitas umum dan mekanika kuantum seperti yang ada di judul buku itu.”
Bu Anna kali ini menjelaskan sambil menunjuk satu jarinya ke arah buku yang sedang Andi pegang itu. Pengelihatan mata Andi mengikuti arah jarinya bu Anna, dia juga melihat ke arah buku yang dipegangnya itu. Bu Anna melanjutkan penjelasannya dengan awal kata yang santai dan sedikit serius.
“Tidak ada bukti eksperimen dari perjalanan waktu, dan juga tidak dimengerti apakah teori fisika sekarang ini mengizinkan perjalanan waktu dalam segala bentuk. Namun, ada teori yang mengizinkan tentang kemungkinan melipat waktu untuk meloncat dari suatu titik ke titik lainnya.”
Andi yang masih belum mengerti tentang apa itu blackhole, dia pun berbicara lagi dengan tenang sambil memejamkan matanya dan berpikir.
“Terus apa itu blackhole?”
__ADS_1
“Terus blackhole itu didalam bentuk modernnya, konsep blackhole muncul dari teori relativitas umum Einstein, yang memprediksikan bahwa jika materi cukup termampatkan, gravitasinya akan menjadi begitu kuat sehingga membentuk kawasan ruang dan waktu sederhana yang darinya ke segala sesuatu dan tidak dapat melarikan diri dari grafitasi yang sangat kuat.”
“Apa berhubungan dengan teori kuantum?”
“Jadi, dengan kata lain memanfaatkan dari beberapa teori perpaduan antara elektromagnetik teori quantum dan sebuah gravitasi dari blackhole, kita dapat membuat antigravitasi seperti lompatan waktu ke waktu lain.”
Andi masih bingung dari penjelasan oleh Bu Anna, tentang apa itu lompatan waktu, dan apa hubungannya antara teori quantum sama blackhole, dia sambil menggaruk-garuk ke arah belakang kepalanya dan tersenyum.
“Aku masih belum mengerti sih, bu Anna.”
“Kamu pasti akan mengerti tentang penjelasan yang ibu berikan tadi setelah membaca buku yang kamu pegang itu.”
“… Hmmmmm?”
Perlahan-lahan tangan kanan dari bu Anna di anggat ke atas, dia sambil melihat-lihat tempat yang ingin dia sentuh.
Dia pun menyentuh kepalanya Andi, lalu melakukan gerakan mengelus-elus rambut Andi dengan pelan, sambil mengucapkan nada senang.
“Sungguh kamu itu ya?”
__ADS_1
Setelah selesai, entah kenapa, Andi kembali lagi dengan wajah ceria.
“Ok bu Anna, terima kasih atas penjelasannya ibu.”
Andi pun langsung bergegas pergi menuju ke pihak perpustakaan.
“Iya Andi. Oh ya, hati-hati di jalan saat pulang. Langsung pulang ya, jangan mampir ke tempat yang remang-remang! Ok.”
Andi berpikir, sepertinya ada sebuah kata, dari perkataan yang tidak sebegitu mengerti dan tidak jelas yang keluar dari mulutnya bu Anna.
“Iya Bu. Eh, remang-remang?”
Dengan jeda yang pendek, Andi menghiraukannya dan secara cepatnya, dia langsung membawa buku yang sudah dia dapatkan kedepan kasir perpustakan sekolah untuk melakukan sebuah perjanjian kontrak tertulis.
Dengan segala hormat saya ingin memahami dan mengayati dari apa isi di dalam buku ini, maka dari itu dengan ini, saya memohon kepada pihak perpustakaan sekolah agar bersedia memberikan ijin kontrak pinjam kepada saya untuk meminjam buku yang saya sedang kagumi ini dari perpustakaan.
Setelah Andi mendapatkan izin dari pihak perpustakaan sekolah untuk meminjam sebuah buku itu. Dia bergegas keluar dan memutuskan selesai meminjam buku dari perpustakkaan sekolah, dia yang tidak lupa membeli makanan untuk makan malam nanti bersama adiknya.
Setelah sampai di luar, dia melihat ke atas langit, dia merasa kaget dan sedikit panik, tiba-tiba langit menjadi hitam pekat yang bertanda dengan akan turunnya hujan. Andi yang tidak lupa akan membawa payung, sebab dia sudah tau bahwa hari ini akan turun hujan. Dia bergegas dengan cepat sambil terburu-buru mengeluarkan payungnya dari dalam tas.
__ADS_1
“Payung! Payung? Payung! Nah Ini dia.”