
Siska menarik napas panjang. Hari ini ia tak akan tinggal diam dan akan mencoba untuk melarikan diri. Tak peduli apakah dirinya akan selamat atau akan mendapatkan peluang yang sangat cemerlang. Tapi di pikiran Siska saat ini hanya satu yaitu bisa Kabir dari sini dan mendapatkan kebahagiaan nya.
Karena kepintaran yang ia miliki Siska berhasil untuk mengelabuhi para pelayan yang sudah sangat muak melayani dirinya itu. Ia memanfaatkan hal tersebut agar ia bisa berjelajah ke semua isi ruangan yang ada di sini. Hanya kebutaan yang menghalangi tekat Siska. Seandainya ia tak buatan mungkin sudah banyak hal tak terduga ia lakukan. Siska sungguh menyesalkan hal tersebut dan hanya bosa pasrah dengan keadaannya yang sudah menjadi takdirnya yang seperti ini. Ia berharap jika ada keajaiban Tuhan yang mau membantu dirinya.
Orang-orang yang melihat Siska mungkin ada yang iba sehingga beberapa dari mereka yang melihat jika Siska tengah berusaha mencari jalan keluar maka dari itu beberapa dari mereka berusaha untuk menawarkan bantuan kepada Siska. Dan dengan senang hati pula Siska pun akhirnya menerima bantuan tersebut.
"Apakah kau tidak takut berjalan ke sini sendirian?"
"Tidak. Aku ingin bertemu dengan teman ku yang bernama Yuli."
"Yuli? Siapa dia? Tidak ada atau orang pun yang bernama Yuli di sini. Aku tak tahu jika ada nama Yuli di dunia ini."
Apa? Lantas Yuli ada di mana? Atau saat mereka pergi ke kota nama mereka dirubah? Jika benar begitu lantas bagaimana ia bisa menemukan orang-orang yang dulu satu desa dengannya di sini. Sebagai anak kepala suku ia harus bisa menyelamatkan orang yang sesuku dengannya.
"Apakah kau mengenal desa Orchid? Aku harap kau tahu dengan desa tersebut."
"Ah ya. Tuan Antoni sangat sering membawa tumbal dari sana. Aku tak menyangka jika di sana banyak tersimpan makhluk cantik."
"Bolehkah aku meminta mu untuk mengantarkan ku tempat mereka yang datang dari desa tersebut."
Terlihat jika wanita itu tak curiga sama sekali dengan Siska dan hanya mengangguk mengiyakan nya. Ia pun membawa Siska ke ruangan wanita yang berasal dari desa Orchid tersebut. Mereka tak tahu jika anak kepala suku mereka ada di situ.
Siska harap dirinya akan benar-benar bertemu dengan mereka dan orang yang telah membantunya ini tak berbohong untuk menemukan ia dengan orang yang ada di desa itu.
__ADS_1
"Aku pikir kau pasti akan senang jika bertemu dengan mereka."
Terdengar suara heboh dan juga gelak tawa sertata tangisan yang berasal dari ruangan tersebut. Siska pun masuk ke dalam ruangan itu dan mengabaikan orang yang telah membantu dirinya yang meminta untuk pergi karena tak bisa menemani dirinya lebih lama. Saat masuk, suara-suara itu pun berhenti.
Mereka memandang ke arah datangnya Siska dan seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Siska? Kau adalah anak kepala suku kita? Kau juga Ditumbalkan?"
Siska tahu suara ini. Ini adalah suara Maysa. Maysa memiliki suara yang sedikit berat dan ia juga dulu selalu saja menghina Siska karena menganggap jika Siska adalah orang yang aneh.
Ia pun menarik tangan Siska dengan sangat kasar membuat Siska tersentak sekaligus kaget dengan apa yang mereka lakukan dan benar-benar tak manusiawi.
"Siska kau juga datang ke tempat ini."
Plak
Tampaknya semua orang di sini tak suka dengannya sehingga memberikan tamparan yang sangat keras. Siska sendiri sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh mereka.
"Kalian."
"Kau benar-benar anak pecundang. Kau telah membuat kamu ada di sini. Kau adalah anak kepala suku dan kau harus bertanggung jawab." Dengan rasa tak ada hati sama sekali mereka menyiksa Siska.
________
__ADS_1
Siska berhasil selamat berkat dirinya sendiri. Tak ada yang membantu dan itu murni dari dirinya yang pandai mengambil hati teman-temannya sehingga mereka pada akhirnya terdiam dan hanya bisa mendengarkan apa yang diungkapkan oleh Siska dengan wajah yang sedikit emosi.
"Kalian menyalahkan ku. Apakah kalian tak tahu jika aku buta pun karena aku mempelajari dunia moderen dan dituduh telah melakukan kejahatan padahal ketika aku kecil aku juga sudah pernah melihat apa yang terjadi sebenernya. Tapi ketika aku ingin membela kebenaran itu tak ada satu orang pun yang percaya kepada ku. Dan apakah sekarang kalian telah menyesal karena tak sejalan dengan ku?"
Mereka semua terdiam. Apa yang telah membuat mereka berani menyerang anak kepala suku. Apakah rasa geram dan atau rasa iri karena Siska begitu sempurna.
"Lantas apa yang bisa kau lakukan? Kau adalah gadis yang buta. Kau takkan bisa menyelamatkan kami di sini. Ya walaupun beberapa dari kita ada yang merasa bahagia dengan pekerjaan ini. Tapi mereka yang tengah berbahagia sedang berada di luar. Sedangkan kami yang menderita mendapatkan pekerjaan yang buruk tengah berada di dalam ruangan ini."
Siska pun menarik nafas panjang. Ia sudah mengetahui dari cerita mereka jika beberapa dari desanya ada yang dijual ke luar negeri. Dan hanya yang tertinggal di sini mendapatkan pekerjaan yang buruk. Bahkan dari beberapa mereka sudah ada yang ditawarkan untuk dijual kepada orang-orang yang memiliki kelainan jiwa. Yaitu orang-orang yang ingin melakukan mereka semua sebagai bahan praktek mereka.
Siska cukup terkejut dengan apa yang mereka ceritakan. Itu adalah sesuatu yang merupakan tindakan yang sangat jahat. Banyak dari mereka diperlakukan dengan cara tak adil. Dan bahkan dijual kepada mereka yang memiliki penyakit seperti itu. Dan tidak segan-segan mereka bisa dibunuh lalu diambil organ-organ tubuh mereka.
"Aku baru menyadari jika dunia ini sangat kejam. Kalian tahu jika hal tersebut sangat mengerikan, berarti kita harus melawan mereka. Hari ini aku akan mengajak kalian untuk melawan mereka. Bisakah kalian membantu aku untuk berpikir bagaimana caranya agar kita bisa melawan mereka semua."
Mereka yang ada di sana lantas terdiam. Kali ini mereka sejalan dengan Siska. Mereka tak akan mungkin diam saja dan pastinya sudah harus melawan sebelum banyak korban lagi. Masing-masing dari mereka memiliki pikirannya sendiri.
__________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN.
__ADS_1