Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 54


__ADS_3

Aaron memasang topengnya dan kemudian menatap ke depan kaca yang ada di hadapannya. Ia menatap dirinya yang dipenuhi dengan aura menakutkan. Aaron menundukkan kepalanya dan merasa yakin dengan misinya kali ini akan berhasil.


Ia akan bertaruh hidup atau mati hari ini untuk bisa membalaskan dendamnya kepada sang ayah. Rencana yang kali ini telah disusun oleh Aaron membuat pria itu yakin bahwa dirinya akan berhasil. Kemudian Ia pun mengambil senjatanya dan lalu kemudian keluar dari kamar.


Di luar sana rombongan telah menunggu mereka. Terutama Cessy dan juga Felix yang sudah siap untuk mempertaruhkan nyawa mereka hari ini.


Aaron pun menatap ke depan dengan tatapan yang penuh dengan aura membunuh. Cessy meneguk ludahnya kasar dan memandang ke arah Felix dengan tatapan ketakutan.


"Apakah kau merasa Jika dia cukup mengerikan? Apakah dirinya hari ini akan bertarung mati-matian untuk mempertaruhkan nyawanya?"


"Tanpa bertanya seharusnya kau sudah tahu dengan hal tersebut. Tentu saja ia tak akan mempedulikan nyawanya."


Cessy pun menatap cukup lama ke arah Aaron dengan tatapan terpana. Ini baru pertama kalinya ia melihat Aaron seperti ini. Cukup mengerikan dan ia berharap misinya kali ini akan berhasil.


"Apakah dia telah mengetahui rencana kita?"


"Jika kau tak membunuh mata-mata tersebut seharusnya dia sudah tahu bahwa kita sudah ada di sini dan hari ini akan menyerang mereka. Tapi untungnya kau telah mengetahuinya."


Aran pun tersenyum miring dan lalu kemudian masuk ke dalam mobilnya dan juga beberapa tentara lainnya turut mendampingi Aaron untuk menyerang Antoni.


Aaron bahkan dibantu oleh FBI untuk menangkap Aaron. Mereka pun sudah siap untuk melewati semuanya. Tak akan takut dengan nyawa yang akan melayang hari ini.


Ini adalah penentuan.


_________


Aaron menatap ke depan gedung yang sangat besar. Ia pun menjauhkan teropongnya dan lalu menatap ke samping di mana Cessy yang sedang memakan gula karet sembari meneropong ke arah gedung yang sama dilihat oleh Aaron tadi.


Aaron pun lantas kembali meneropong gedung itu. Cessy di samping tengah berhitung.


"Satu, dua, tiiiiga."

__ADS_1


"Duar!!"


Senyum Cessy pun merekah dan lalu kemudian memandang ke arah Aaron yang hanya menatap datar ke arah gedung tersebut.


"Apakah kau bahagia."


"Belum tentu."


Aaron pun menjalankan mobilnya mendekati gedung tersebut. Mereka pun akhirnya sampai di depan gedung mewah yang terbakar. Gedung tersebut diduga adalah milik Antoni di mana laki-laki tersebut berlindung di sana.


Aaron lantas turun dari dalam mobilnya dan memasuki gedung yang terbakar tersebut. Cessy sangat panik dengan apa yang dilakukan oleh Aaron.


"Bagaimana cara mengetengahkan teman mu itu? Ini sangat berbahayanya. Kau harus bisa menghentikannya."


"Apakah kita harus masuk ke dalam gedung tersebut juga? Yang ada kita mati konyol. Biarkan Aaron masuk ke dalam sana dan ia harusnya tahu apa yang akan ia lakukan."


Cessy pun menarik napas panjang dan memandang ke arah gedung itu dengan tatapan yang sangat khawatir.


"Kau terlalu berlebihan, Aaron tahu apa yang akan ia lakukan."


Sementara itu Aaron melewati kobaran api yang membakar beberapa bangunan yang sebelumnya telah diledakkan. Tapi karena ada benda yang mudah terbakar maka gedung tersebut pun terbakar setelah diledakkan walaupun tidak terlalu parah.


Aaron pun mencari ke setiap sudut. Ia yakin Antoni tak akan mati dengan mudah. Bisa saja laki-laki itu masih ada di dalam Waluya beberapa jasad tak berbentuk telah ia temukan. Ia yakin tidak ada di antara semua jasad itu adalah milik Antoni.


Aaron pun semakin gencar untuk mencari Antoni. Berbagai usaha telah ia lakukan dan pada akhirnya ia melihat ada tubuh seseorang yang tengah menahan sakit dan ingin terjun dari gedung yang sangat tinggi.


Aaron pun tersenyum jahat. Ia mengeluarkan pistol daro dalam sakunya dan lalu kemudian mengacungkan senjata api tersebut ke arah Antoni.


Ia menembakkan peluru tersebut ke samping Antoni sehingga membuat laki-laki tersebut sangat terkejut.


Antoni membalikkan badannya terlalu kemudian tersenyum lebar melihat jika orang tersebut adalah anaknya. Sebelumnya telah Ia duka jika memang Aaron lah yang berhasil menemukan persembunyiannya dan mengebom gedung ini.

__ADS_1


"Pantas saja beberapa orang mengungsi dari sekitar gedung. Ternyata kau telah berhasil menemukanku. Kali ini aku yang terlalu lengah dan kau berhasil mengalihkan perhatianku darimu. Tapi meski begitu kau tak akan pernah bisa menangkapku. Sampai kapanpun itu, kau tidak akan berhasil. Mau bisa mengkerut aku tapi kau tak bisa menangkapku," ucap Antoni sangat sombong dan seolah kata-katanya sedang meremehkan Aaron.


Ya walaupun laki-laki tersebut terpancing. Akan tetapi tetap saja ia bisa mengendalikan emosinya yang begitu tak tertahankan.


"Kita buktikan saja. Aku akan menangkap mu walaupun harus nyawa yang menjadi taruhannya."


Antoni langsung melarikan diri dan meloncati setiap jendela. Hal tersebut sangat ekstrim tapi bisa dilakukannya walaupun dalam keadaan terluka. Pun begitu pula dengan Aaron yang tidak ragu sama sekali.


Antoni berhasil keluar dari dalam gedung dan beberapa tentara yang telah berjasa sudah siap menembakkan peluru ke arahnya. Akan tetapi belum sempat mereka menarik pelatuk dari senjata api tersebut Aaron langsung menahannya. Ini menyangkut masalah pribadi dan Aaron harus menyelesaikannya sendiri.


Laki-laki tersebut pun berkelahi di depan banyak orang yang menyaksikannya. Namun karena memiliki kehebatan masing-masing jadi perkelahian itu cukup rumit.


Antoni terjatuh dan menahan sakit dari luka yang terdapat di setiap tubuhnya. Tapi pria itu tetap saja tak mau mengalah walaupun sebenarnya ia telah terkepung dan tak akan bisa melawan.


Namun aaran sengaja tetap menahan pasukannya agar tak bertindak untuk menangkap Antoni karena menurut laki-laki tersebut ini adalah saatnya untuk menyiksa Antoni.


Antoni pasti sudah sangat kewalahan dan ia tak akan mampu melawan Aaron. Ia hanya membuang tenaganya saja untuk berkelahi dengan Aaron.


Padahal Ia hanya dikerjai oleh Aaron. Sebenarnya Antoni juga mengetahui trik ini. Namun ia berusaha untuk melawan Aaron karena ia harus mencari celah untuk benar-benar bisa melarikan diri. Antoni melihat ke arah celah terbuka di kerumunan banyak orang.


Ia pun lari dan kemudian mencari bantuan agar ada orang yang mau menyelamatkan dirinya. Ia pun melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan Siska. Antoni lantas menarik wanita itu dan meletakkan senjata di kepala Siska.


Aaron yang tengah mengejar Antoni pun berhenti saat melihat Antoni yang menggunakan rakyat biasa untuk dijadikan tumbal.


"Menyerah lah atau dia akan mati."


Mata Aaron membulat saat Antoni mengancam seorang wanita yang mirip dengan Siska. Tapi bedanya wanita itu berpakaian seperti seorang wanita kumuh.


_____


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2