
Siska membuka matanya dan wanita itu sangat terkejut saat mendapati bahwa dirinya dalam keadaan terikat di bangku. Lalu ia merasakan jika ada rantai yang melilit tubuhnya hingga membuatnya tak bisa bergerak sama sekali. Wanita itu menarik napas panjang dan bertanya-tanya apa yang sudah terjadi kepadanya, kenapa ia bisa ada di sini?
Setelah berpikir sangat jauh ke belakang barulah ia sadar bahwa dirinya saat ini tengah diculik. Siska pun meronta-ronta dan berteriak bahwa ia tidak ingin diperlakukan seperti binatang.
"Lepaskan aku! Apa yang sudah kalian lakukan terhadap ku? Kau benar-benar jahat dan aku tak akan mengampuni kalian!" teriak Siska dengan sangat kencang untuk melupakan amarahnya yang sangat dalam.
"Diamlah cantik."
Siska terkejut pada saat dirinya disentuh. Ia menggigit tangan laki-laki tersebut yang mengusap wajahnya sehingga orang tersebut langsung terpekik sangat nyaring.
"Menjauhlah dari dia. Dia tak bisa kau anggap remeh," ucap seseorang yang sangat dikenali oleh Siska suara siapa itu.
Itu adalah Antoni dan ia baru tahu jika Antoni lah yang menculik dirinya. Jika itu yang saat ini terjadi maka Siska bukanlah berada di kandang yang jinak.
"Apa mau mu pria tua! Lepaskan aku! Aku bukanlah orang yang bisa kau perlakukan seperti ini. Aku adalah orang yang bisa saja membunuh mu."
"Lakukanlah sekarang jika kau bisa!" tantang Antoni yang berhasil membungkam Siska. Bahkan ia tak mampu melawan para bodyguard tadi karena staminanya yang belum stabil.
Siska hanya bisa mengingat bibir hingga tiba-tiba ia merasakan jika ada yang menahan bibirnya agar tak digigit.
"Bibir mu sangat cantik dan kau seharusnya bisa menjadi milik ku. Aku tak menyangka jika kau bisa kabur dari tempat ku. Kau adalah serbuk berlian yang sangat berharga milik ku dan Suja sepantasnya aku mengambilnya. Jangan banyak protes karena kau adalah milik ku."
Siska membulatkan matanya. Sejak kapan ia menjadi milik laki-laki tersebut. Ia adalah miliknya sendiri dan Siska tak mau diclaim milik orang lain terlebih lagi orang itu adalah Antoni. Mimpi buruk apa yang sebenernya telah ia lalui hingga berakhir seperti ini.
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak bermimpi karena aku hanyalah milik ku sendiri dan bukan milik mu," tegas Siska membuat laki-laki itu marah dan menggeram ke arah Siska.
"Kau hanyalah wanita yang buta tapi mulutmu begitu cukup berani. Kau sudah berani melawan pemilik mu, kau tak tahu aku siapa?"
"Mau siapapun dirimu aku tidak akan pernah takut. Kau hanyalah orang pecundang yang menyembunyikan dirimu di belakang markas ini. Jika kau adalah orang yang hebat seharusnya kau bisa menyerahkan dirimu kepada Kepolisian dan mengatakan jika kau adalah orang yang bersalah."
Antoni tertawa gelak menertawakan ucapan Siska yang sangat tidak masuk akal tersebut. Sudah pasti ia akan menyelamatkan dirinya dan bukan menyerahkan seperti orang bodoh saja. Maka dari itu yang mencap Siska sebagai wanita yang sangat bodoh dan tak tahu apapun.
"Kau sangat bodoh Siska, inilah akibat orang yang tidak pernah sekolah datang di dunia modern. Kau hanyalah orang desa yang tak tahu apapun mengenai dunia ini maka dari itu Kau harus diam."
Merasa sangat diremehkan membuat Siska sangat marah. Bisa-bisanya laki-laki itu mengatakan hal tersebut kepada dirinya. Apakah dia tidak tahu siapa Siska?
"Kau yang benar-benar tidak tahu akan pengetahuan!"
Siska merasa lega karena ia berhasil keluar dari ancaman laki-laki itu.
"Kau benar-benar sangat memalukan dan juga tidak tahu diri!" teriak Siska dengan sangat nyaring membuat Antoni terdiam dan tak melawan Siska.
Ia pun pergi begitu saja dan Siska Sangat senang jika dirinya telah selamat.
__________
Aaron sangat marah besar bahwa mengetahui Siska sudah keluar dari penjara beberapa hari lalu. Ia pun meminta CCTV untuk mengetahui kemana perginya Siska setelah ia dibebaskan. Namun apa yang ia lihat di CCTV itu sangat membuatnya marah. Ia melihat di mana penculikan tersebut terjadi tak jauh dari kantor polisi. Yang membuatnya tak habis pikir adalah Kenapa para polisi tersebut tampak biasa saja? Apakah mereka salah satu bagian dari penjahat itu.
__ADS_1
Saat atasan mengetahui bahwa Siska telah diculik dan beberapa anggotanya hanya melihat kan nya saja langsung ia memanggil orang-orang yang bersangkutan untuk diintrogasi. Ya setelah diintrogasi dan juga didampingi oleh Aaron mereka terbukti bersalah.
Tak bisa mengeluarkan kekesalannya di sini. Ia harus bersabar lebih dulu dan menenangkan hatinya yang terus bergebu-gebu tersebut.
"Kenapa semua orang sangat bodoh dan tak bisa melakukan apapun padahal Siska ada di depan mata."
Aaron pun menatap dua polisi yang merupakan pengkhianat tersebut. Laki-laki itu maju dan menampar pria itu satu per satu. Sungguh kejadian tersebut di luar dugaan.
Aaron tak tahu harus bersikap seperti apa ketika salah satu orang terpenting untuk menyelesaikan masalahnya dan menjadi kunci keberhasilannya itu hilang.
"Aku takkan membiarkan orang tersebut begitu saja. Mereka harus membayar dengan apa yang telah mereka lakukan."
Aaron langsung keluar dari kantor polisi itu dengan mimik yang sangat tak bersahabat. Apalagi ia tahu bahwa orang yang menculik Siska adalah orang yang sangat memiliki power yaitu ayahnya. Ya itu hanya dugaannya saja, akan tetapi walaupun seperti itu ia tahu dan sangat yakin ciri-ciri yang dikatakan oleh mereka dan setiap apa yang dua polisi itu lontarkan berhubungan dengan ayahnya.
"Kau pikir aku tak takut melawan mu? Kau akan tahu apa yang akan terjadi setelah kau berhasil mengusik kesenangan ku."
Aaron kembali ke markas untuk menyusun rencana.
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1