Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 36


__ADS_3

Siska membuka matanya dan mencoba untuk bangun. Sudah beberapa hari ia berada di dalam rumah sakit ini. Bukannya datang untuk membantu Aaron menyelesaikan tugasnya akan tetapi ia malah tidur dan sakit-sakitan beberapa hari ini.


Siska juga merasa sangat bersalah dan ingin menemui Aaron karena membiarkan pria itu untuk bekerja sendiri.


Baru saja dipikirkan oleh Siska tiba-tiba orang yang ada di dalam pikirannya itu datang ke kamarnya. Siska sendiri sampai terkejut mendengar suara derap langkah kaki milik Aaron.


"Bagaimana kondisi mu?" tanya Aaron dan kemudian menyentuh kening Siska. Hal tersebut terus ia lakukan jika ia datang untuk menjenguk Siska.


Siska terus saja merasa canggung jika Aaron melakukan hal tersebut kepada dirinya. Siska menjauhkan kepalanya dan kemudian menjauhkan tangan Aaron dari keningnya. Seolah-olah wanita itu telah melakukan penolakan secara halus.


"Maafkan diri ku tapi aku merasa jika kau begitu berlebihan sampai harus mengecek suhu tubuh ku dengan tangan mu. Aku hanyalah seorang pelayan dan aku tak pantas."


Aaron pun kebingungan dan mengerutkan keningnya. Kenapa Siska bisa bersikap demikian secara tiba-tiba.  Apa yang telah mempengaruhi otak wanita itu hingga memandang dirinya sangat berbeda dari sebelumnya. Jujur saja ia merasa tidak nyaman jika kita bersikap demikian kepadanya.


"Kau terlalu berlebihan Siska. Aku tak mengerti kenapa kau selalu saja mengatakan hal tersebut kepada diri ku. Sebenarnya ada apa denganmu? Apakah aku telah melakukan sebuah kesalahan terhadap mu?" Aaron sebenarnya hendak menanyakan hal ini dari kemarin.


Dan pada akhirnya hari ini ia mengatakannya kepada wanita itu. Siska pundi yang seribu bahasa dan menundukkan kepalanya. Siska tak tahu harus bersikap bagaimana dan mengatakan hal apa terhadap Aaron untuk menjelaskannya, karena jujur saja ia merasa tidak enak kepada laki-laki itu dan juga Siska merasa jika dirinya tak harus mengatakan yang sebenarnya.


"Maafkan aku tapi memang itulah kenyataannya. Semenjak kamu mengatakan jika kau hanya menanggapi diriku sebagai orang yang harus balas budi kepada dirimu aku merasa jika antara kau dan aku memiliki sekat yang begitu besar. Aku hanyalah seorang pelayanmu dan aku harus membalas Budi. Felis mengatakan jika aku adalah pelayan yang begitu sangat diistimewakan. Seharusnya aku merasa bersyukur tapi entah kenapa ini malah membuatku sadar jika aku terlalu berlebihan."


Aaron pun menghembuskan nafas lelah. Jadi selama ini Siska selalu merasakan hal itu kepada dirinya. Tapi jujur saja memang hubungannya antara Siska cukup berbeda.


"Seperti yang dikatakan oleh felix kau harus merasa bersyukur. Bukannya malah mendiamkan diriku tidak jelas seperti ini. Aku bahkan tak mengerti kenapa kau malah bersikap demikian itu kepadaku. Jika hanya ini alasannya kau telah berlebihan."


Kemudian Aaron pun langsung meninggalkan kamar Siska. Moodnya sangat rusak dibuat oleh wanita itu.

__ADS_1


"Maafkan aku." Sontak saja Aaron langsung menghentikan langkahnya.


"Padahal aku datang ke sini karena ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. Tapi sudahlah kau telah menguat diri ku merasa sangat tak nyaman dengan posisi ini. Kau menjelaskan kepada ku bahwa sesungguhnya hubungan kita begitu tak sejalan. Kau bertanya kenapa hal ini bisa terjadi dan jawabannya aku sendiri tidak tahu. Sebentar lagi ada rapat dan teman wanita ku yang aku ceritakan sudah datang dan kau bisa berteman dengannya nanti."


Aaron pun menutup matanya dan kemudian mengunci pintu wanita itu dan tinggalah Siska yang merenungi setiap kata yang selalu keluar dari mulut Aaron.


Melihat Aaron yang sangat kecewa kepada dirinya membuat Siska merasa tidak enak. Tampaknya Aaron juga tak memiliki alasan kenapa ia bisa memperhatikannya.


"Apakah aku salah jika merasa sangat heran dengan sikapnya? Aku hanya bertanya karena apa yang dilakukan tanpa sepengetahuannya itu sangat membahayakan bagi jantung ku. Aku tak bisa mengontrol perasaan ku terhadap laki-laki tersebut."


Di sinilah Siska membenci ketika ia mengetahui apa itu cinta.  Felix lah yang mengatakan apa itu cinta dan menjelaskan semuanya kepada dirinya, dari situlah ia tahu apa itu cinta dan Siska merasa jika dirinya sangat mencintai Aaron. Jika bisa ditebak Siska pun yakin jika perasaan ini telah tumbuh cukup lama bisa saja telah tumbuh sejak pertama kali mereka bertemu.


"Aku berharap jika dirimu mengerti dengan perasaanku. Aku tak mengerti kenapa aku bisa mencintai dirimu. Tapi sepertinya hanya kaulah satu-satunya orang yang sangat peduli kepadaku."


"Aaron maafkan aku."


_________


"Aaron! Apakah ini pelayan yang kau katakan? Dia tak seperti pelayanmu."


"Memang bukan pelayanku."


Siska yang mendengar ucapan tersebut berlangsung memandang ke arah Aaron. Walaupun tatapannya hanyalah berwarna hitam tapi Siska tahu bagaimana saat ini reaksi Aaron seolah-olah laki-laki tersebut merasa menang dengan apa yang ia katakan.


"Kau benar-benar hebat Aaron. Dia sangat cantik dan aku terkesima melihatnya. Kau memang tidak salah memilih seorang wanita. Baiklah gadis manis siapa namamu? Katanya kau telah banyak membantu Aaron ya?"

__ADS_1


Siska pun menarik napas panjang dan kemudian tersenyum ke arah laki-laki tersebut.


"Nama ku adalah Siska. Dan ya aku adalah orang yang selalu membantu pria itu menyelesaikan beberapa masalah yang dimiliki oleh dirinya."


"Nama ku adalah Cessy. Kau bisa berteman dengan ku. Ah ya mulai sekarang kita adalah teman. Senang bertemu dengan mu."


Hubungan Cessy dan juga Siska pun semakin dekat dan wanita itu begitu cepat berteman dengan Cessy. Tampaknya memang ia sangat cocok walaupun dari Siska sendiri masih merasa canggung.


Aaron sedikit tenang saat Siska ada yang menjaganya. Ia meminta agar Cessy tak hanya berteman dengannya tapi juga menjaga wanita itu.


Cessy menatap ke arah Aaron dan melemparkan senyum ke arah laki-laki tersebut seakan-akan ia merasa bukan lah yang buruk jika berteman dengan Siska.


"Siska apa yang paling kau sukai?" Siska yang tengah meminum jus pun langsung tersedak dan tiba-tiba tubuhnya bergetar dan jantungnya berdetak dua kali lipat.


"Hah?"


"Kenapa kau sangat gugup."


"Entahlah," ucapnya dengan suara yang bergetar.


_______


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2