
Siska dengan cepat lari ke halaman depan saat semua orang mengejar dirinya ke pintu belakang. Wanita itu tersenyum lebar dan merasakan jika ada penjaga di sekitarnya. Ia tak bisa melihat tapi ia bisa merasakan posisi orang itu dengan cara menebaknya, tapi tebakan nya tak pernah gagal. Ia pun menghabisi orang yang berjaga di depan gerbang tersebut dengan cara menembak mati mereka semua sebelum mereka sempat untuk mengacungkan pistol ke arahnya.
Wanita itu tersenyum lebar saat tahu bahwa mereka telah mati. Siska pun lantas dengan cepat membuka gerbang dengan waktu yang sangat singkat. Ia telah berlatih di dalam ruangannya agar melakukan segalanya harus lebih cepat dari satu detik. Terdengar gila akan tetapi ia harus bisa melakukannya.
Siska pun tersenyum. Tak sia-sia ia belajar bagaimana cara membuat senjata tak bisa berbunyi jika ditembakkan. Memang ia merusaknya tapi Siska masih dapat menggunakan senjata tersebut.
Ia pun berhasil membuka pintu gerbang dan lari dengan instingnya. Setiap mobil yang ia yakini milik Antoni berlalu di sana maka ia dengan cepat bersembunyi. Hingga pada akhirnya ia merasa jika dirinya telah jauh berada dari tempat itu. Sisak pun jadi tidak tahu harus ke mana. Ia berjalan gontai tanpa ada tujuan, sementara itu tubuhnya penuh dengan darah. Mungkin orang-orang yang melihatnya akan kabur.
Siska hanya meneteskan air matanya. Jika seperti ini ia harus mencari kehidupan baru. Wanita tersebut pun tak sadar jika ada mobil berhenti di dekatnya. Ia terlalu meratapi kesedihan tanpa tahu jika mobil itu adalah milik Antoni.
"Siska. Kau hendak kabur ke mana? Kau sudah tidak akan bisa kabur. Aku tidak menyangka jika kemampuanmu meningkat sangat pesat. Kau cukup pintar tapi sangat sayang sekali kau menggunakan kepintaranmu di tempat yang salah. Apakah kau tidak takut dengan kematian yang akan mengincar mu?" tanya Antoni yang hanya dicueki oleh Siska. Ia hanya tertawa dan kemudian berbalik ke arah Antoni.
Antoni dan Siska saling bertatapan. Walau Siska tak bisa melihat tapi ia yakin disitulah keberadaan Antoni berada.
"Kenapa? Kau ingin mengetes kemampuan ku?" tanya Siska dengan tawa yang mengiringinya.
"Apakah kau benar-benar seorang gadis buta?"
"Menurut mu?" Siska pun mengacungkan senjata dan lalu terjadilah pertengkaran antara Anthoni dan Siska.
__ADS_1
Mereka berkelahi dan Siska hampir kewalahan. Tapi untungnya dirinya mendengar suara sirine mobil yang mendekat ke sini. Otomatis Antoni hendak kabur dan menarik tangannya. Tapi Siska berusaha melepaskan laki-laki tersebut.
Maka dari itu Antoni tak punya pilihan lain selain dirinya meninggalkan Siska di tempat itu. Para polisi bergegas menghampiri dirinya dan mengecek tubuhnya. Ia menemukan banyak bercak darah dan juga senjata.
Lantas mereka semua membawa Siska ke kantor. Siska hanya diam saja dan mungkin mereka dapat memberikan dirinya hidup yang lebih layak. Dia hanya menunggu seperti orang bodoh di dalam kantor polisi tersebut tanpa tahu apa sebenarnya yang dikerjakan oleh para polisi itu.
Hingga tiba-tiba ia merasakan jika ada orang yang datang kepadanya. Dari auranya ia sangat merasa familiar, nama Siska tidak ingin menduga-duga karena sangat tidak mungkin orang itu yang datang.
"Kenapa kau tidak menungguku menjemputmu baru kau pergi?"
Ternyata itu benar adalah Aaron. Siska termenung mendengar suara laki-laki tersebut masuk ke Indra pendengarannya. Wanita itu seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Maafkan aku jika aku terlambat menjemputmu. Jujur saja mereka sepertinya tahu jika kau adalah bagian dariku dan kunciku. Maka dari itu mereka membuat aku tak memiliki kesempatan untuk menjenguk mu. Bahkan di polisi dan juga di badan intelijen negara memiliki penghianat sehingga mereka lah yang mengendalikan kondisi dan membuat aku tak tahu sama sekali tentang mu." Aaron berusaha untuk menjelaskan.
"Aku yang menyelidiki semuanya sehingga para polisi mengetahui tempat mu. Kau terlalu nekat untuk kabur sendirian. Maafkan aku tak bisa menyelamatkanmu karena aku harus menyembunyikanmu jika kau adalah bagian dari badan intelijen negara dan seorang pelayanku. Maka dari itu aku memantau dari jauh dan polisi lah yang menyelamatkanmu."
Siska menganggukkan kepala. Ia paham dengan situasi itu makanya ia tak marah kepada Aaron.
"Terima kasih dengan semua yang kau lakukan untuk ku. Aku benar-benar tak menyangka Jika kau akan menyelamatkanku. Aku mengira bahwa aku akan dibuang olehmu." Aaron tertawa dan menjentik kening Siska yang membuat Siska sangat terkejut dengan laki-laki itu.
__ADS_1
"Tidak mungkin aku membuangmu. Kau masih sangat berguna untukku."
Aaron lantas membawa Siska pulang ke markas. Siska sudah cukup lama tak dayang ke tempat ini lagi. ia sangat merindukan suasana tersebut. Siska pun diberikan pakaian yang layak dan didandani. Ia menjadi wanita yang cukup segar dan memiliki semangat yang baru.
Seperti tugas biasanya menjadi seorang pelayan ia akan pergi ke kamar Aaron lalu menyiapkan segala macam keperluan laki-laki tersebut. Ia mencari dasi serta jas yang akan digunakan oleh Aaron untuk datang ke istana nanti.
"Tuan ini semua keperluanmu," ucap Siska terhadap Aaron yang baru saja keluar dari kamar mandi. Pria itu hanya mengenakan handuk dan ia sangat malu padahal Siska tak akan tahu jika ia bertelanjang dada.
"Ah, ya letakkan di sana saja dan kau keluar." Siska mengangguk dan masuk ke dalam kamarnya yang tak jauh dari ruangan kamar Aaron.
Sebelum masuk, Siska menatap ke arah ruangan besar yang tak jauh dari dirinya berada. Di situ adalah tempat ibu Aaron menumpahkan segala amarahnya dan menjadi tempat tinggal sang ibu. Siska menelan ludahnya. Walau ia tak tahu bagaimana ruangan itu tapi ia bisa merasakan jika saat ini ibu Aaron tengah tertidur.
"Aku harap kau mendapatkan keadilan dengan diri mu. Dia memang harus mati dan aku tak bisa membiarkan dia meraja lela."
Siska pun pergi dari situ dna masuk ke dalam kamarnya. Wanita itu melamun di atas tempat tidurnya dengan pikiran yang sangat kosong. Ia merindukan orang tuanya dan saudaranya di desa. Apakah mereka tahu jika anaknya memiliki kelebihan yang sangat luar biasa seperti ini. Ini semua berkat Aaron yang sabar melatih kemampuan yang dimiliki olehnya.
"Aku merindukan kali. Aku harap kalian bahagia di sana dan tak akan memberikan tumbal lagi kepada orang-orang jahat itu."
________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.