
Seharian penuh Siska sama sekali tak ingin berbicara kepada Aaron. Aaron sendiri pun merasa sangat canggung kepada Siska sehingga mereka tak berteguran sama sekali. Tapi Aaron sangat mengkhawatirkan kondisi Siska. Apalagi ia telah melakukan kesalahan besar terhadap wanita itu yang mungkin tak akan bisa dimaafkan oleh Siska. Sebut saja dirinya memang sangat brengsek dan bahkan tak bisa mengatasi semua masalah ini dengan kemampuannya.
"Apa yang harus aku lakukan. Kenapa aku benar-benar sudah keterlaluan. Aku harap tak akan terjadi apapun pada wanita itu."
Harapan Aaron sangat besar kepada Siska. Apalagi Siska adalah orang yang begitu banyak membantu dirinya. Bagaimana jika Siska pergi dan tak mau lagi membantu dirinya? Apa yang harus dilakukan Aaron.
Bahkan Aaron sama sekali tidak mengerti bagaimana caranya meminta maaf. Dari tadi laki-laki itu hanya memikirkan tentang bagaimana ia berlutut di depan Siska dan meminta maaf kepada wanita itu. Ia tak melakukannya karena semua ini memang salahnya.
"Siska maafkan aku," lirih Aaron sambil menggigit bibir bawahnya.
Jauh di dalam lubuk hati laki-laki tersebut sangat mengharapkan jika Siska mengerti perasaan dirinya. Tapi Ia berpikir lagi, buat apa Siska memahami dirinya sementara ialah yang telah menyakiti wanita itu.
Aaron tak tahu kenapa ia bisa bersikap brengsek seperti ayahnya dahulu. Karena masalah ini ia benar-benar dirundung oleh penyesalan yang begitu dalam.
Aaron pun beranjak dari kursi kerjanya lalu ia keluar dari dalam ruangan tersebut. Berdiam diri di dalam ruangan itu tak akan bisa menyelesaikan masalahnya. Maka dari itu Aaron harus menyelesaikan masalah ini secara baik-baik bersama Siska.
Semoga saja ada pintu hati yang masih terbuka untuk dirinya. Walaupun kemungkinan itu sangatlah kecil. Tapi Aaron tidak akan menyerah dan Ia tetap berjalan begitu yakin menuju ke kamar wanita itu. Ia takut jika Siska akan mengalami depresi sama seperti ibunya. Apalagi dirinya adalah orang yang ada di dalam menjaga keamanan negara serta merupakan mantan aktivis ham. Tentunya nama baik negara begitu bertaruh di pundaknya.
Ketika sampai di depan kamar wanita itu Aaron malah ragu untuk mengetuk pintu kamar wanita tersebut. Apakah tidak ada salahnya jika ia mengetuk pintu itu? Apakah Siska akan marah? Apakah Siska akan mengusirnya keluar.
Itulah yang menghantui pikiran Aaron saat ini. Namun jantungnya hampir saja copot ketika mendengar suara pintu yang dibuka. Arun menatap ke depan dan melihat jika ada Siska yang memandang ke arah dirinya. Aaron pun menelan salvinya susah payah.
__ADS_1
"Tidak puaskah kau telah menyakiti hatiku? Ada apa lagi kau datang ke tempatku? Apakah kau ingin menyakiti hatiku lagi?"
Aaron pun menghembuskan nafas lelah. Bukan itu tujuannya datang kemari. Tapi ia datang kemari ingin meminta maaf kepada wanita itu terhadap apa yang telah ia lakukan.
"Siska. Bukan seperti itu, aku hanya ingin meminta maaf kepada mu. Aku tahu aku benar-benar salah dan aku akan memperbaiki semua ini. Bagaimana caranya aku meminta maaf kepadamu?"
Siska pun meneteskan air matanya. Setiap mengingat perbuatan kejiwaan terhadap dirinya rasa cinta itu seketika berubah menjadi perasaan benci yang begitu mendalam. Tak ada lagi kehangatan wanita itu terhadap Aaron semuanya telah musnah setelah malam itu terjadi.
"Aku akan memaafkanmu. Tapi asalkan kau bisa membantuku pergi dari sini dan tak akan pernah menemuiku lagi. Jangan kirimkan mata-mata dan biarkan aku hidup dengan tenang di dunia ini. Kau bisa mencari kebahagiaanmu sendiri. Tidak ada lagi yang perlu aku bantu karena kesalahanmu membuatku tidak ingin membantu mu melakukan balas dendam."
Aaron pun langsung tertunduk. Ia tahu semua ini adalah salahnya dan dirinya tak bisa menghalangi Siska ketika wanita itu meminta pilihan tersebut dan memaafkannya.
Aaron pun mengangkat dagunya perlahan. Sangat terlihat jika laki-laki itu begitu gugup dan bahkan tak yakin dengan apa yang akan sebentar lagi ia katakan.
___________
Tentunya semua orang terkejut dengan kepergian Siska yang begitu mendadak. Aaron sudah mengurus semuanya ke pindahan warga negara Siska juga. Bahkan Aaron sudah mencarikan tempat tinggal yang baik untuk Siska. Iya telah memfasilitasi semuanya sebelum akhirnya hari ini ia akan mengantarkan wanita itu ke bandara.
Cessy sendiri pun begitu terkejut dengan kepergian Siska yang sangat tiba-tiba. Sampai saat ini ia belum mengetahui apa masalah wanita itu dengan Aaron. Namun kelihatannya ada perang dingin di antara laki-laki itu dan juga Siska.
"Kenapa Siska pergi begitu saja? Apa yang sebenarnya telah terjadi? Aku melihat jika ada perbedaan pendapat dan juga perang dingin diantara kalian."
__ADS_1
Namun nyatanya Aaron sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Cessy tersebut. Terlihat sekali dari wajahnya ia begitu marah dan juga sekaligus tidak bisa berbuat apa-apa dengan kepergian Siska.
Siska memasuki pesawat dan dirinya hanya bisa menatap wanita itu dari bawah sambil mengepalkan tangannya. Aaron menundukkan kepalanya dan begitu sangat menyesal. Sepertinya sikap keterlaluannya ini terhadap Siska sudah dari lama. Dan tampaknya Siska begitu sabar menghadapi dirinya.
Setelah pesawat itu lepas landas Aaron langsung masuk ke dalam mobilnya dengan raut wajah masam. Cessy pun tak bisa berbuat apapun sehingga wanita itu hanya menatap Aaron dengan pandangan yang begitu dalam.
"Sepertinya ini cobaan untukmu Aaron."
Kemudian ia pun masuk ke dalam mobil dan langsung menuju ke markas karena ada beberapa kasus yang harus mereka selesaikan secepatnya. Sebab kerajaan telah meminta mereka untuk melakukannya dengan transparan dan juga secepatnya.
Namun melihat kondisi Aaron yang begitu tak memungkinkan membuat Cessy merasa tidak yakin dengan tugasnya kali ini. Namun ia dan Felix berusaha untuk membantu laki-laki tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?" gumam Cessy kepada Felix yang menyetir mobil.
"Tampaknya terjadi sesuatu kepada mereka berdua. Ini bukan masalah kecil, jika seperti ini itu artinya masalah tersebut tak main-main. entahlah tapi aku tak bisa melakukan apapun terhadap kepergian Siska. Semoga saja Tuhan memberikan yang terbaik untuk mereka."
Cessy menarik napas panjang dan berharap hal yang sama seperti Felix.
Sedangkan di dalam mobil lain Aaron sedang termenung sembari menyetir. Kesalahan yang telah ia perbuat juga turut mempengaruhi psikologis Aaron. Karena dirinya orang normal makanya ia selalu saja merasa bersalah dengan setiap perbuatan buruknya.
__________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.