
Di dalam pesawat Siska terus menangis tanpa henti. Wanita itu tak menyangka jika hidupnya akan memiliki alur yang begitu rumit. Ia telah kehilangan segalanya, mulai dari orang tua dan saudaranya lalu juga Aaron menyusul mereka semua.
Sekarang Siska sendirian hidup di Amerika. Kehidupan yang katanya begitu bebas dan juga mengerikan. Seharusnya ia tak cocok pergi ke Amerika namun wanita itu karena memiliki tantangan adrenalin yang cukup tinggi maka ia meminta agar dirinya tinggal di Amerika saja. Ia memiliki uang yang sangat banyak dari penghasilannya menjadi pembantu dan juga pemecahan masalah negara.
Walaupun ia merupakan seorang narik pidana tapi Siska memiliki catatan yang cukup baik di Inggris. Wanita itu memutuskan untuk pergi ke Hawaii dan memulai hidup baru di sana. Walaupun Aaron telah memberikannya tempat tinggal di California, tapi ia berusaha agar laki-laki tersebut tak mengetahui keberadaannya dan bisa saja memata-matainya.
Ia ingin lepas dari bayang-bayang Aaron dan merupakan semua hal yang telah terjadi dengan laki-laki itu. Ia ingin memulai hidup baru tanpa adanya Aaron dan juga masa lalunya. Maka dari itu Siska memutuskan untuk menghapus jejak masa lalunya. Walaupun ia seorang wanita yang buta tapi Siska bisa memanfaatkan kecerdasannya untuk mencari tempat tinggal di Amerika ini.
Dan pada akhirnya pesawat pun mendarat di bandara yang ada di Washington DC. Setelah itu Siska bukannya pergi ke California tapi ia malah mencari pesawat yang berpergian ke Hawaii. Kebetulan Siska telah mencari tahu melalui Cessy di mana tempat tinggal di Hawaii.
Tak lama pesawat tujuan Hawaii pun mulai berangkat. Kini Siska pergi ke Hawaii dan memulai hidup baru di sana. Sejenak ia menghembuskan napas pasrah dan berharap jika mendapatkan hal baik ketika tinggal di sana.
Perjalanan lumayan memakan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya ia pun telah sampai ke tujuan. Siska pun menghirup udara di Hawaii dengan begitu dalam. Lalu ia kemudian mencari kereta untuk pergi ke rumah baru yang telah ia beli.
Walaupun ia seorang wanita buta tapi Siska mengerti bagaimana menyelesaikan semua masalah dan juga mengurus masalah. Tapi yang Siska tak bisa lakukan adalah ketika wanita itu harus mengingat masa lalunya yang bisa memberikan dampak buruk kepada dirinya.
Siska telah sampai di tempat tinggalnya. Wanita itu dapat merasakan jika rumah nyata terlalu besar dan juga terlalu kecil. Ini sangat sederhana dan ia merasakan jika udara di sini juga cukup asri. Senyumnya pun melebar dan Siska tak sabar untuk melihat rumah barunya tersebut.
"Apakah di sini bisa memberikanku kenyamanan?"
Siska terus bertanya-tanya dan ia pun memutuskan jawabannya jika di tempat ini akan lebih baik dari pada Inggris.
"Ayah, Ibu, andai kalian tahu dengan dunia yang begitu indah ini. Kau begitu tega menghapus penglihatan ku. Walaupun begitu aku mencintai kalian karena aku mengerti kenapa kalian melakukan hal tersebut."
Siska pun melunturkan senyum nya tatkala air mata jatuh ke pipinya. Ia menyentuh dadanya yang begitu susah saat mengatakan hal tersebut. Perasaan rindu yang sangat dalam kepada mereka dan juga penasaran dengan kabar mereka.
"Semoga kalian baik-baik saja dan tak ditipu lagi oleh orang-orang jahat di sini."
Siska menghembuskan nafas panjang lalu pergi ke dalam kamarnya untuk membereskan barang-barang yang ia bawa dari Inggris.
__ADS_1
__________
3 Bulan kemudian
Setiap hari Siska merasa lelah. Ia begitu heran dengan kondisinya yang berubah-rubah. Sebenarnya ada apa dengan dirinya kenapa kesehatannya akhir-akhir ini begitu buruk. Siska belum pernah memeriksanya ke rumah sakit. Dan pada hari ini yang memutuskan untuk mengecek kondisinya tersebut ke rumah sakit terdekat.
Siska telah memesan taksi menggunakan alat bantu untuk menggunakan teknologi bagi wanita tunanetra. Oleh karena itulah kenapa ia bisa bermain handphone.
Siska tersenyum dan menggunakan tongkatnya untuk menghampiri taksi yang sudah datang tersebut. Siska pun mengatakan jika tujuannya adalah pergi ke rumah sakit terdekat.
Setelah menempuh perjalanan yang tak cukup memakan waktu lama akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit yang dituju oleh Siska. Sistem memberikan bayarannya kepada sang supir.
Lalu kemudian ia pergi masuk ke dalam rumah sakit tersebut. Siska menunggu namanya dipanggil untuk diperiksa. Setelah menunggu antrian yang cukup panjang, akhirnya tibalah giliran Siska.
Wanita itu cukup merasakan gugup yang luar biasa dan bahkan dadanya berdetak lebih kencang dari sebelum-sebelumnya. Siska menelan ludahnya dan berharap jika tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya. Siska pun mengatakan setiap keluhannya kepada dokter tersebut dan meminta agar dokter itu memeriksa kondisinya.
"Sudah berapa lama Ibu mengalami hal seperti ini?"
Dokter itu pun menyelesaikan pengecekannya pada tubuh Siska lalu kemudian mengembangkan senyumnya.
"Di mana suami Ibu? Apakah ibu pergi sendiri dalam kondisi Ibu yang seperti ini?"
"Hah suami? Saya belum menikah," ucap Siska dengan suasana hatinya yang begitu bingung.
Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Siska membuat dokter itu sangat kebingungan. Dan pada akhirnya ia pun menatap ke arah sang suster yang sama-sama terkejut.
"Lalu di mana pacar ibu?"
"Saya belum pernah berpacaran."
__ADS_1
"Apakah Ibu pernah melakukan hubungan dengan seseorang."
"Tidak."
Sang dokter pun begitu tidak mengerti dengan pernyataan Siska tersebut. Ia begitu kebingungan dan apakah Siska merupakan seorang korban dari pemerkosaan. Itulah yang ada di benak dokter itu sembari menatap Siska dengan sangat prihatin.
"Selamat ibu hamil."
Kontan mata Siska langsung membulat. Wanita itu masih tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter itu dan mengatakan jika dokter tersebut salah mendiagnosa.
"Apa yang kau katakan. Tidak mungkin aku bisa hamil, bahkan aku belum menikah."
"Kehamilan bisa terjadi tanpa menikah asal kalian pernah melakukan suatu hubungan."
Siska lantas menggelengkan kepalanya tak percaya jika perbuatan yang dilakukan Aaron itu meninggalkan jejak yang begitu dalam di dalam dirinya.
"Hiks pria baj.inga.n itu benar-benar sanga biadab. Bisa-bisanya seorang badan intelijen negara Inggris dan juga merupakan mantan aktivis HAM melakukan hal gila kepada aku yang tidak mengetahui apapun ini," gumam Siska yang langsung membuat dokter tersebut terkejut.
"Apakah dia pelakunya? Jika begitu kau bisa menuntunnya jika asalkan ada bukti."
"Tidak bukan dia."
Siska begitu terkejut ketika ditanya oleh dokter tersebut. Hampir saja ia membocorkan rahasia ini. Siska sama sekali tak berniat ingin menuntut laki-laki itu.
Ia pun menghapus air matanya dan kebingungan apa yang harus dia lakukan setelah ini. Namun dokter telah memberikannya beberapa resep obat-obatan yang harus ia konsumsi selama masa kehamilannya.
________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA