Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 29


__ADS_3

Suasana pagi pun seketika berubah menjadi sangat canggung. Aaron tak berani menatap ke arah Siska setelah melakukan kesalahan yang sangat fatal terhadap wanita itu. Sebut saja dirinya sudah mulai memiliki rasa malu tak seperti malam tadi yang dengan santainya ia memperlakukan hal tersebut kepada Siska.


Siska sendiri juga diam dan tak berbicara sama sekali. Ia hanya makan dan wanita itu terlihat sangat murung. Entah apa yang menjadi beban pikiran wanita itu tapi yang pasti ia sangat terlihat sedang bersedih hati. Mungkin Siska masih kepikiran dengan apa yang dilakukan oleh Aaron tadi malam terhadap dirinya. Bagi seorang korban tentunya tak akan mudah melupakan kejadian malam tadi. Dan itu sudah menjadi hal yang lumrah bagi Siska.


Tapi Siska tampaknya tak membenci Aaron. Bahkan dari matanya masih menyiratkan rasa rindu yang sangat luar biasa kepada pria itu hanya saja orang tak mengerti dengan tatapannya. Bohong jika Siska tadi malam tak menikmatinya juga. Iya begitu bahagia ketika Aaron melakukan kepadanya. Seperti merasakan Dejavu yang sangat luar biasa di perutnya.


Wanita itu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan. Andai ia bisa mengetahui suasana pagi ini dengan melihat menggunakan matanya. Ia juga ingin tahu bagaimana reaksi Aaron saat ini setelah apa yang pria itu lakukan terhadapnya.


Siska pun memutuskan untuk meninggalkan tempat makan. Alhasil Aaron yang melihat kepergian Siska pun lantas menghampiri wanita itu. Ia mengejar Siska lalu sampai di lorong dirinya menahan tangan wanita tersebut.


Siska sangat tercekat ketika Aaron menahan tangannya. Ia ingin bertanya tapi Aaron malah menutup mulutnya. Siska terdiam dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu. Sedangkan laki-laki tersebut menatap ke arah Siska dengan pandangan yang sangat dalam. Mungkin ia sudah merasa sangat bersalah dengan apa yang ia lakukan. Aaron tak berpikir jika ia tak harus lari dari masalah ini. Ia harus menyelesaikannya bersama Siska terjadi kesalahpahaman. Apalagi dirinya melakukan hal tersebut di luar kendalinya dan seharusnya Siska menghentikannya.


"Maaf untuk tadi malam," ucap Aaron yang dikelilingi dengan perasaan canggung dan juga tak ada yang mau bicara satu pun. Siska jadi bingung terhadap haram yang tiba-tiba minta maaf. Ada apa gerangan yang mendorong laki-laki tersebut mengatakan kata-kata keramat tersebut yang sama sekali belum pernah ia katakan kepada orang lain.


"Aku sangat terkejut. Kau biasanya tak pernah meminta maaf seperti ini."


"Kau lupa jika hari ini adalah hari pertemuan pertama kita?"


"Kau mengalihkan topik," ucap Siska dengan air mata yang berkumpul di dalam netra indahnya.


"Ya maafkan aku Siska. Semua ini terjadi di luar kendali ku dan aku harap jika kau akan memaafkan aku. Aku sedang mabuk jadi aku tak bisa menahan hasrat ku yang ingin melakukan hal tersebut."


Siska lantas diam dan berpikir jika yang terjadi terhadap Aaron adalah reaksi yang normal. Laki-laki yang norma pentingnya tak bisa menahan hasrat terhadap alkohol dan juga wanita. Jika mereka disandingkan tentunya tidak ada yang tidak mungkin sesuatu hal lain akan terjadi.

__ADS_1


"Sepertinya aku yang terlalu berlebihan di sini. Baiklah aku tidak masalah dengan ini semua," ucap Siska dengan senyum manis di wajahnya. Ia begitu cantik dan tak ada satupun yang bisa menampik hal itu.


"Itu artinya kau sudah memaafkan ku."


"Ya aku memakluminya."


Siska pun pergi dan Aaron sedikit lega ketika telah mendapatkan maaf dari wanita itu. Setidaknya ia bisa tenang dan tak kepikiran dengan apa yang sudah dilakukan olehnya.


_________


Siska mengalami demam yang sangat tinggi malam ini. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba demam akan tetapi bisa saja perubahan cuaca ke musim dingin yang masih sangat sensitif terhadap dirinya.


Beberapa pelayan di sini membantu Siska untuk sembuh dan Aaron juga beberapakali senantiasa menjenguk Siska untuk memastikan jika wanita itu baik-baik saja.


"Aku rasa aku demam karena cuaca."


Aaron mengangguk dan menyerahkan obat sirup untuk Siska. Ia pun memberikan sirup itu dengan sangat perlahan ke mulut Siska.


"Kau harus banyak minum obat agar kau bisa cepat sembuh. Jangan terlalu sok bergaya bahwa kau bisa melewati ini dengan hebat."


Siska tertawa lalu menghembuskan napasnya pelan. Ia memang harus sembuh agar bisa melayani Aaron dan tentunya laki-laki itu pasti sangat manja jika Siska tak ingin membantu dirinya.


"Ya aku berjanji."

__ADS_1


"Dan maka dari itu kau harus cepat sembuh agar aku tak kerepotan sendirian mengurus semua berkas mu. Apakah kau tinggal di sini untuk mendapatkan gaji buta dan tak ingin bekerja sama sekali?"


Siska yang terbaring lemah itu hanya menggelengkan kepalanya dan memutar bola matanya jengah. Baru saja ya sehari tidak bisa bekerja tapi laki-laki tersebut berkomentar seolah-olah dirinya tak pernah bekerja sama sekali.


"Kau benar-benar hebat telah menyalahkan orang lain. Aku juga manusia dan perlu istirahat. Jadi kau tak usah terlalu banyak berkomentar dan pergilah dari sini karena aku ingin tidur," ucap Siska yang berharap bahwa laki-laki itu akan segera pergi dan tak mengganggu ketenangannya.


Jujur saja Siska merasakan dadanya sangat berdengung kencang apabila Aaron ada di sini.


Maka dari itu pria tersebut harus memiliki harga dirinya di aman. Tapi tampaknya langsung mengerti dan pergi. Laki-laki tersebut pun menutup pintu kamar Siska dengan wajah dinginnya dan bahkan tak ada rasa simpati sama sekali setelah melihat dirinya sakit. Ia berlagak seolah orang yang sangat hebat.


Siska tak mengerti dengan jalan pikiran Aaron yang menutupnya di luar pemikiran seorang manusia. Laki-laki tersebut sangat misterius dan susah ditebak. Dari kedatangannya kemari pun Siska dari awal tahu jika Aaron bukan benar-benar ingin menjenguk dirinya tapi seperti ada suatu hal yang ingin ia sampaikan tapi tampsknya tak jadi ia utarakan. Jika seperti ini malah Siska yang sangat penasaran apa sebenarnya yang terjadi.


"Aku tak tahu apa yang saat ini di pikirkan oleh laki-laki itu. Tapi tampaknya akulah orang yang bodoh di dalam rumah ini. Semua orang mengatakan jika sifat dari Aaron sangat misterius sementara aku jarang merasakannya."


Siska menangis kenapa selama lalu memejamkan matanya. Lebih baik dia tidur saja daripada memikirkan sesuatu yang sangat berat bagi dirinya yang bisa saja menambah ia semakin sakit.


_________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.


__ADS_1


__ADS_2