
Sudah satu bulan Aaron tak datang untuk menjenguknya di penjara. Siska benar-benar tak bisa tenang dan berpikir jika Aaron mencampakkan dirinya dan tak peduli lagi kepadanya. Siska benar-benar tak habis pikir terhadap pria itu. Tampaknya pria memang mendekati karena ada maunya. Siska pikir semua pria sama saja. Aaron sangat keterlaluan hanya memanfaatkan kepintarannya. Padahal Ia sangat berharap bahwa Aaron akan peduli dengannya dipenjara.
"Tinggal beberapa bulan lagi kau akan bebas. Seharusnya kau sangat senang, tapi kenapa kau malah cemberut seperti itu?"
Orang-orang yang berada di dalam penjara tersebut bertanya-tanya terhadap Siska. Namun Siska sama sekali untuk menjawabnya. Hatinya sudah terlalu sakit dengan apa yang ia rasakan selama ini. Ia sungguh tak dipedulikan sama sekali oleh mereka. Padahal ia sudah memberikan kontribusi yang sangat banyak.
"Kenapa semua orang mendekatiku hanya karena ada maunya? Bahkan di desaku ataupun di kota sama saja. Aku tak merasakan perbedaan sama sekali," ucap Siska terhadap angin yang berlalu.
Tapi perkataannya dapat didengar oleh orang yang berada satu sel dengannya. Sudah beberapa kali Siska berkata seperti itu dan membuat bingung orang yang ada di penjara. Mereka bahkan menganggap jika Siska saat ini sedang gila. Siska tak peduli dengan cemoohan orang-orang terhadap dirinya. Tapi inilah yang Siska rasakan dan ia merasa mati rasa dengan hal tersebut.
Bahkan penampilan Siska sama sekali tak terurus. Ia benar-benar seperti orang gila. Siska tak tahu bagaimana penampilannya yang pasti ia merasa nyaman itu sudah membuatnya tenang. Wanita itu menggigit jarinya dan menunggu-nunggu jika ada panggilan terhadap dirinya bahwa Aaron akan datang. Itulah yang ia tunggu setiap harinya dan berharap secepatnya ada panggilan tersebut. Tapi tampaknya itu adalah harapan semu dan tak pernah ia dapatkan.
"Sepertinya aku benar-benar sudah dicampakkan. Aku tak lagi dipedulikan oleh mereka. Mereka benar-benar keterlaluan."
Siska menghembuskan nafas lelah lalu memejamkan matanya. Tak ada situasi yang lebih membuat dirinya bahagia untuk hari ini. Sehingga panggilan dari Jasmine membuatnya tersadar.
"Kau begitu rapuh karenanya yang sudah aku katakan jika kau tahu siapa dulu kepadanya. Pria itu sangat manipulatif dan kau tak bisa menebak sifat aslinya. Tapi pada dasarnya para pria sangat jahat terhadap wanita maka dari itu Jangan mudah percaya terhadap laki-laki." Jasmine selalu memberikan kata-kata mutiara terhadap Siska berharap wanita itu tersadar jika yang ia lakukan selama ini adalah hal yang sangat sia-sia. Lebih baik dia menghabiskan waktunya di penjara tersebut dengan penuh senyuman dan melepas kerinduannya kepada orang-orang.
Tapi Siska sang sulit untuk disadarkan sehingga membuat Jasmine benar-benar kewalahan menasehatinya setiap hari. Padahal beberapa bulan sebelumnya Siska lah yang menjadi penasehat di dalam penjara ini.
"Kau adalah contoh wanita yang begitu munafik Siska."
__ADS_1
"Apakah seperti itu orang-orang memandangku? Ya aku benar-benar sangat munafik dan tak peduli kepada kalian. Padahal masih banyak hal yang harus aku lakukan dan aku malah menyia-nyiakan semua waktuku dengan terlalu larut dalam kesedihan."
"Kuharap kata-katamu ini bisa membuatmu tersadar. Kau pasti memikirkan Aaron bukan? Teruslah berpikiran positif mungkin mereka sangat sibuk dan bisa saja banyak masalah yang harus mereka hadapi dan kau tak boleh egois."
____________
Bahkan hingga pada akhirnya Siska dibebaskan pun Aaron tidak datang. Siska merasa sangat bingung kenapa pria itu tak datang untuk menjenguknya atau menjemputnya. Apakah benar dugaannya selama ini? Lantas Jika seperti itu setelah ia bebas dari penjara ia akan datang ke mana? Semua orang tak menerimanya dan Siska akan hidup di jalanan. Sungguh nasib yang sangat menyedihkan.
Siska tak tahu jika semuanya akan berakhir seperti ini. Andaikan dia tahu bahwa orang yang sangat jahat maka ia tak akan memberikan rasa simpatinya terhadap laki-laki tersebut. Ia tak lagi memikirkan aromamu yang tengah dipikirkan oleh wanita itu adalah dirinya harus pergi ke mana setelah ini.
Tak ada tempat tujuan yang bisa membuatnya merasa terselamatkan. Siska keluar dari kantor polisi dengan tongkat yang selalu menemaninya. Sehingga wanita itu mendengar suara mobil yang berhenti di depannya. Tiba-tiba ia ditarik dan dipaksa masuk ke dalam mobil. Dari auranya Siska merasa jika orang ini memiliki niat buruk terhadapnya.
Padahal posisinya masih di depan kantor polisi tapi pada satupun yang peduli terhadap keselamatannya padahal penculikan itu terjadi di depan mereka. Siska mengepalkan tangannya, inikah orang-orang yang selama ini ia ganti tapi tak tahu rasa terima kasih? Mereka semua benar-benar sangat jahanam.
"Diamlah cantik. Kau harus ikut dengan kami."
"Kenapa kau sangat memaksaku? Apa hakmu atas diriku? Tidak ingin ikut dengan kalian dan bahkan kalian masih berada di dalam wilayah polisi."
"Mereka tak akan peduli denganmu."
Siska pun kehilangan harapannya. Tampak nyata yang dikatakan oleh orang itu ada benarnya. Ia tadi pedulikan lagi dan akan menjadi orang yang begitu menyedihkan. Wanita tersebut pendiam dan membiarkan para penjahat itu membawanya entah kemana. Seharusnya ia bisa bertahan di manapun dirinya berada. Jadi ini adalah sebuah tantangan bagi dirinya dan bukanlah masalah yang harus dihindari.
__ADS_1
____________
Sementara itu Aaron tak bisa bergerak lebih banyak. Ia direpotkan oleh tugas-tugas yang menumpuk di mejanya. Tampaknya ada lagi penghianat di dalam markas ini. Mereka bisa mengetahui banyak hal dan menjebak dirinya dalam situasi yang sangat sulit. Seolah-olah mereka tahu bahwa Aaron meminta bantuan terhadap Siska.
Jika mereka tahu itu artinya adalah sebuah bencana buruk. Bahkan ia tak bisa menemui Siska sama siapa alasan yang tak bisa ia tinggalkan dari markas.
"Felix, tak adakah cara untuk mengatasi semua ini? Kenapa mereka selalu saja memang dan aku selalu saja terus tersudut oleh mereka?"
"Saya tidak tahu Tuan. Tapi tampaknya mereka memang memiliki orang dalam di dalam sini. Kita tak bisa membiarkan mereka dan harus mencari tahu siapakah orang itu," ucap Felix terhadap Aaron untuk menenangkan laki-laki tersebut.
Aaron menarik nafas panjang lalu memukul meja dengan sangat kuat. Hal tersebut mampu membuat Felix terkejut. Alarm sedikit termenung hingga ia tersadar bahwa hari ini adalah hari kebebasan Siska.
"Apakah tidak ada informasi sama sekali bahwa hari ini Siska akan menyelesaikan hukumannya? Biasanya pihak kepolisian akan memberikannya laporan kepada kita."
"Tuan. Tapi memang akhir-akhir ini sangat aneh tidak ada informasi sama sekali yang diberikan oleh pihak polisi. Jika begitu bahwa hari ini adalah hari kebebasan Siska kita harus secepatnya ke kantor polisi."
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1