Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 43


__ADS_3

Di Inggris Aaron setipa harinya bertugas hanya menangani kasus-kasus kejahatan yang semakin merajalela. Ia sendiri pun sampai kebingungan mengatasi semua kasus itu dan kepalanya terasa sangat pening mengerjakannya sendirian.


Laki-laki tersebut pun menghembuskan nafasnya gusar. Iya lantas mengajak rambutnya dengan perasaan yang begitu frustasi. Aaron pun harus menahan kesabarannya untuk tak membunuh para pembuat masalah yang berhasil Ia tangkap. Mereka malah menambah kepentingannya saja.


Kali ini adalah kasus yang begitu rumit dan susah untuk dipecahkan. Karena kondisi Aaron yang juga tidak cukup baik membuat masalah ini semakin sulit untuk dipecahkan. Hanya Cessy lah bersama Felix yang selalu saja memecahkan masalah itu. Bisa dikatakan jika Aaron lepas dari tanggung jawabnya. Tapi untungnya Felix dan Casey tidak pernah protes dengan hal tersebut.


Mereka memahami kondisi Aaron yang jauh dari kata baik tersebut. Bahkan mereka juga memberikan hiburan terhadap Aaron. Namun alarm bukanlah anak kecil lagi sehingga ia tidak membutuhkan hiburan tersebut.


Yang dilakukan Aaron tidak jauh dari kata termenung di depan jendela setiap malam. Laki-laki itu berpikir jika hidupnya bukan untuk Siska dan tak mengerjakan tugas sama sekali. Tapi tetap saja ia sangat sulit untuk fokus dengan pekerjaannya setelah kepergian Siska.


Lantas ia harus melakukan hal apa untuk membuat Siska kembali. Tentunya Siska tidak akan mau kembali lagi ke sini dan ia juga tidak ingin ditemui oleh Aaron. Itu adalah ketetapan yang sudah ditentukan oleh wanita itu sendiri. Seharusnya ia memberikan ketenangan untuk Siska dan tak lagi memikirkan wanita itu.


"Kenapa rasanya sangat sulit seperti ini?" Aaron bertanya-tanya lalu menghembuskan nafas lelah.


Ia membalikkan tubuhnya dan menangkap basah Cessy yang selalu saja mengintip dirinya.


"Aku tahu jika kau selama ini selalu mengintip diriku Cessy. Katakanlah apa yang ingin kau katakan dan tanyakanlah apa yang ingin kau tanya. Aku akan menjawab semua yang kau katakan."


Cessy pun keluar dari persembunyiannya. Dia menghampiri Aaron dan menatap laki-laki tersebut dari atas hingga ke ujung kaki.


"Tampaknya akhir-akhir ini kau begitu sangat frustasi. Baiklah aku mengerti dengan perasaanmu itu. Tapi kau tak boleh juga berlarut-larut sampai seperti ini. Kau harus memikirkan kondisimu juga. Dan kau tak boleh memikirkan Siska yang mungkin dia harus di sana telah tenang. Apakah kejadian selanjutnya akan terulang lagi? Kemarin kau telah membuat wanita itu juga merasakan hal yang sama dan membuatnya pergi dari dunia ini. Dan sekarang kau melakukan hal yang sama kepada Siska, lantas apakah ada korban selanjutnya."


Aaron pun termenung dan berpikir jika ucapan Cessy juga ada benarnya. Apakah ada korban selanjutnya yang akan ia sakiti hatinya? Jika benar begitu Aaron adalah orang yang sangat jahat. Aaron pun menundukkan kepalanya karena tak habis pikir dengan perbuatannya sendiri.

__ADS_1


Laki-laki tersebut menatap ke arah bintang yang kembali bersinar setelah beberapa hari bintang-bintang tersebut tak muncul.


"Entahlah tapi penyesalan ini begitu sangat dalam. Dia mengharapkan cinta dariku tapi Siska hanya mengharapkan belas kasihanku dan membalas Budi untuk diriku. Dia sama sekali tak mencintaiku seperti wanita itu. Itu yang membuat aku salut kepada dirinya dan aku begitu sedih saat ia pergi."


Cessy yang memahami perasaan kedua hati mereka pun menggelengkan kepalanya. Bisa dikatakan tanpa mereka sadari jika mereka saling mencintai.


"Masalah mu begitu rumit ya. Apakah kau yakin jika Siska tak pernah mencintaimu sama sekali? Kenapa Aku ragu dengan ucapan tersebut? Aku merasa jika kata-kata itu sungguh tidak benar. Dan aku merasa jika kau juga mencintai wanita itu. Maafkan jika sekiranya aku sangat lancang. Tapi kau harus memikirkan perasaanmu sendiri dan juga mengintropeksi diri sendiri. Kuharap kau akan sadar dengan dirimu itu."


Kemudian Cessy pun pergi dari dalam kamar laki-laki tersebut. Hanya itu yang dia katakan walaupun banyak di dalam hatinya yang ia ingin ungkapkan.


__________


3 Tahun kemudian


Peter selalu membuat dirinya tertawa dan ia berusaha untuk menghibur sang ibu. Walaupun Peter tak tahu apa masalah sang ibu tapi ia merasa bahagia karena telah melakukannya dengan cukup baik. Umurnya yang 3 tahun ia telah bisa melakukan banyak hal dan juga selalu bermain dengan teman-temannya.


Daniel begitu baik karena selalu membantu Siska untuk mengurus Peter dan memperlakukan Peter seperti anak sendiri. Peter juga sangat dekat dengan Daniel dan mereka terlihat sangat akrab seperti ayah dan anak padahal mereka hanyalah sebatas paman dan keponakan angkat.


"Apakah kau tahu jika di dunia ini masih banyak yang indah untuk dipandang. Apakah kau ingin jika aku membantu mu untuk melihat?"


Siska sangat terkejut dan menoleh ke arah Daniel. Ia pikir Daniel terlalu berlebihan karena laki-laki itu menawarkan hal yang sangat tidak biasa.


"Aku sama sekali tak ingin melakukan hal itu. Pasti banyak uang yang harus kau keluarkan. Aku terlalu merepotkan dirimu."

__ADS_1


"Berhenti mengatakan hal itu. Aku adalah orang yang sangat kaya dan kau tak boleh meremehkan diri ku. Baiklah besok kita akan membuat dirimu bisa melihat kembali. Tentunya kita akan melakukan operasi. Apakah kau tidak ingin melihat perkenalan anakmu secara langsung dan melihat wajahnya seperti apa? Kau tidak lelah dengan kekuranganmu itu?"


Siska pun tertunduk. Walaupun dia sangat menginginkan hal tersebut tapi tetap saja dirinya merasa jika tidak pantas untuk mendapatkannya.


"Kau terlalu berlebihan Daniel."


"Tidak aku tidak berlebihan sama sekali."


Siska pun menarik napas panjang dan kemudian mengangguk.


"Aku akan membalas kebaikan mu itu suatu hari nanti. Dan akan mengganti rugi uangmu yang terpakai untuk mengobati diri ku ini."


"CK, diamlah. Aku tak ingin kau mengatakan itu lagi."


Daniel pun pulang dari rumah Siska dan Siska di rumah itu hanya bisa merenung sembari mendengarkan suara anaknya yang heboh sendiri di dalam rumah. Dirinya begitu merasa cukup tak enak kepada Daniel karena telah banyak membantu untuk kehidupannya yang sukar untuk ia bayar kebaikan yang diberikan oleh laki-laki itu.


Apakah Daniel meminta balas budi suatu hari nanti dengan suatu perbuatan? Itulah yang Siska takutkan seperti dirinya yang dimanfaatkan oleh Aaron selama ini.


"Semoga dirimu tak sama dengan laki-laki itu." Siska masih mengingat namanya dan juga setiap hal yang ia lakukan kepada dirinya.


_________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA


__ADS_2