
Hubungannya dengan Aaron pun mulai membaik. Siska bahkan hari ini akan bertemu dengan kedua orang tuanya untuk sekedar menyapa dengan orang tuanya yang sudah sangat lama ia tinggalkan di desa. Terlebih lagi ia sangat di takut dengan beberapa sukunya yang terus memiliki kwalitas pikiran yang rendah.
Untuk orang-orang korban dari sukunya yang sudah dibohongi oleh Antoni telah diselamatkan oleh Siska dan mereka hari ini rencananya akan pulang bersama Siska ke desa. Banyak yang sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan keluarga mereka.
"Siska, kau benar-benar hebat. Aku tak menyangka jika kau akan sehebat ini. Bahkan aku tak tahu jika kau telah memiliki anak. Kita adalah tetap dari desa dan kau pasti akan terkena hukum adat." Ucapan tersebut tampaknya memiliki tujuan yang baik. Akan tetapi terselip sebuah rasa iri hati yang sangat besar.
Siska memandang ke arah Yuli dengan tatapan h sangat tak menyangka kepada wanita itu. Bisa-bisanya Siska bersikap seolah ia tak saling mengenal. Wanita tersebut pun tampaknya juga menatap tajam ke arahnya seakan mereka juga sebagai seorang musuh.
Siska menarik nafas panjang lalu mendekati Yuli. Siska menatap ke arah Yuli dengan tatapan yang cukup menantang. Yuli dulu adalah sahabatnya tapi kenapa sekarang ia merasa tak seperti mengenal seorang Yuli.
"Ada apa denganmu, Yuli? Apakah ini benar-benar kau? Kenapa rasanya aku tak mengenal orang seperti mu?" tanya Siska dan lalu menatap ke arah Yuli dengan tatapan yang nyalang.
Aaron yang tak sengaja mendengar pertengkaran tersebut lantas menarik tangan Siska lalu masuk ke dalam bus yang akan membawa mereka ke dalam suku Antala yang merupakan suku Yuli dan juga Siska. Mereka pun langsung menuju ke arah desa dan Siska dari tadi terus saja termenung seolah-olah tengah merasa sakit hati dengan sahabat lamanya sendiri
"Kau terus saja murung? Apakah hanya karena itu kau langsung merasa sangat tidak mood?" tanya Aaron seraya menyerahkan beberapa butir permen kepada Siska.
Siska mengambilnya lalu meneguknya. Wanita itu beberapa kali melakukan olahraga pernapasan untuk mengatur nafasnya yang dari tadi tidak teratur. Siska sedikit merasa lebih tenang ketika melakukan hal tersebut. Wanita itu menatap ke arah Peter yang tengah lelap tertidur.
Perasaannya sangat tidak nyaman, begitu polos membuatnya entah kenapa bisa merasa bersalah kepada anak itu. Padahal dirinya sendiri juga tak tahu apa kesalahan yang telah Ia perbuat kepada Peter.
Siska menatap ke arah arah lalu memeluk tubuh laki-laki tersebut dengan cukup erat. Kemudian Ia pun menangis di dalam pelukan itu.
Aaron terkejut dengan reaksi Siska yang sangat tiba-tiba. Namun ia tak ingin banyak bertanya dan langsung mengungkap kepala Siska dengan penuh kasih sayang.
Ia mengerti dengan penderitaan istrinya tersebut. Siska tampaknya tengah merasa bersalah kepada orang tuanya apalagi teman-temannya di kampung semua tidak ada yang benar-benar tulus kepadanya. Semua orang iri kepadanya karena Ia merupakan anak yang cerdas dan juga cantik.
__ADS_1
"Kenapa semua orang selalu saja membenciku? Kelebihan ini seharusnya aku tak memilikinya jika aku harus beli hina seperti ini dan orang-orang menjadi membenci ku."
Aa dan menggelengkan kepalanya dan lalu kemudian meraih tangan Siska dan menggenggamnya dengan sangat erat. "Kau tak harus menyalahkan takdir mu yang seperti ini. Kau harus lebih baik lagi, dan berpikirlah jauh lebih positif. Hey tidur jangan banyak pikiran sebentar lagi kita akan sampai."
Siska pun mengganggukan kepalanya dan lalu kemudian ia memecahkan matanya dan meletakkan kepalanya di pundak Aaron. Aaron pun mengusap di bisnis hingga tak lama kemudian Siska pun telah terlelap.
____________
Siska menatap ke arah desanya yang tampak sangat asri. Tampak orang di desanya seperti tengah kewalahan menghadapi krisis yang sangat besar. Siska bisa menebaknya jika ini adalah ulah Antoni yang sudah terdesak karena pria itu sebentar lagi akan tertangkap.
Lantas orang-orang yang menjadi anak buahnya yang sebenarnya adalah alat dari pria itu menjadi korbannya. Secara tak langsung juga desanya menjadi bahan percobaan laki-laki tersebut.
"Ada apa dengan desa kita?" tanya Siska pada salah satu suku yang ada di sana.
Siska tak bisa berbuat apapun dan ia menata ke arah Aaron terus menguatkan dirinya.
"Kau lihat, jika semua orang di desa ini sangat membenciku."
"Sudahlah, kau tak seharusnya menjadi orang yang menyedihkan seperti ini. Mungkin ada hal yang yang akan membuat mu menjadi orang yang hebat di masa depan."
"Siska!" Siska menatap ke arah salah satu dari sukunya yang memanggil namanya.
"Ya?"
"Kau bisa melihat? Ini benar-benar kau Siska? Sungguh aku tak menyangka jika orang seperti mu masih hidup. Dan lagi kau bisa melihat karena senjata moderen itu. Murahan sekali. Kau masih mengingat desa mu tanpa kau ketahui karena mu dewa marah dan melampiaskan amarahnya kepada desa kita." Siska membulatkan matanya mendengar pernyataan yang sangat tidak masuk akal itu.
__ADS_1
Ia bingung untuk menyadarkan para rakyat bahwa hal tersebut hanyalah mitos alias mereka telah dibohongi. Namun apa daya karena orang desa hanya mempercayai dewa tidak mempercayai ucapannya.
"Mereka bukan seorang dewa, mereka adalah orang jahat dan manusia biasa seperti kita. Kita telah dibohongi, dan apakah kau tak melihat para korban yang datang hari ini? Mereka semua adalah korban dari kejahatan dewa yang kalian katakan itu. Sadarlah!"
Plakk
Siska terkejut merasakan tamparan tersebut. Lalu Aaron yang juga turut terkejut lantas mencekik leher orang yang telah berani menampar Siska.
"Apa yang kau lakukan kepada Siska?" ucap Aaron dalam bahasa Inggris yang tentunya mereka tak akan mengerti.
"Aaron sudahlah. Mereka tidak akan mengerti bahasamu, lagi pula dia adalah ayahku. Aku bisa mengatasinya sendiri," ucap Siska dan lalu kemudian menjauhkan tangan Aaron dari ayahnya.
Siska menatap ke arah sang ayah dan juga keluarganya di belakang. Mereka menatap ke arah Siska dengan pandangan sendu dan sekaligus membenci dirinya.
"Apakah kalian masih menganggapku seorang anak?"
"Pergilah dari sini karena mulai hari ini dan dari kemarin kau juga bukan anak ku Siska. Orang yang setelah menerima kemajuan di kota tak akan pernah menjadi penduduk desa ini. Dan tentunya aku bukan lagi ayahmu."
"Baiklah, tapi izinkan aku untuk memperkenalkan dia. Dia adalah cucu mu."
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1