Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 27


__ADS_3

Setelah melakukan pertemuan Aaron segera kembali ke markas secepatnya saat ia mendengar jika ada penembakan di depan istana tadi. Korbannya adalah polisi dan banyak orang mengatakan jika itu adalah perbuatan dari *******.


Aaron kembali karena ia harus melakukan penyelidikan dan memanggil Siska sebagai otaknya. Tekad Aaron begitu besar dan menjadikan Siska otaknya adalah pilihan terbaik karena Siska memiliki IQ di atas rata-rata.


Terlebih lagi penembakan tersebut hanyalah sebuah isu dan bisa saja ada yang ingin menembus pertahanan miliknya.


Setelah sampai di depan rumah Aaron segera keluar dari dalam mobil. Laki-laki tersebut dengan langkah lebar menuju ke ruangan Siska. Dan benar saja ia melihat beberapa bekas tapak seseorang seolah memberikan bukti jika ada orang lain yang masuk ke sini. Namun ia tak membuat boneka tapak tersebut karena fokus utamanya adalah untuk menemui Siska.


Siska yang tahu dengan berita di luar karena mendengar perbincangan dari para tentara yang ia dengar tadi sudah menunggu Aaron di depan ruangan pribadi pria itu. Orang terkejut melihat Siska yang berada di dalam sana padahal Ia belum memberitahu wanita itu jika ia ingin menemuinya.


"Tapak yang kau lihat di depan tadi itu hanyalah pengalihan isu dariku. Karena seseorang memang ada menyelina tapi ia dapat aku kelabuhi dengan tapak kaki tersebut. Mungkin ia mengira jika itu adalah temannya. Sedangkan temannya sudah ditangkap oleh tentara dan dibawa ke kantor polisi." Aaron tersenyum miring. Siska memang sangat pintar dan otaknya tidak perlu diragukan lagi. Maka dari itu ia bangga karena telah memiliki Siska. Aaron menarik nafas panjang dan mendekati Siska.


Ia melihat jika di depannya ada beberapa foto milik seseorang. Siska tak tahu bagaimana foto itu tapi yang jelas Ia mendapatkan kiriman foto tersebut.


"Foto ini adalah yang mereka kirim. Aku tidak tahu maksudnya karena aku tak dapat melihatnya." Aaron mengambil foto tersebut dan mengamatinya dengan seksama.


"Sepertinya mereka ingin memberikan petunjuk kepada kita. Atau memang ini adalah jebakan dari mereka. Tapi dari foto ini memang terlihat persis seperti orang yang terpantau dan diduga pembunuh dari tentara yang ada di istana."


Siska menghembuskan nafas lelah. Seorang pembunuh dan juga kriminal pemilik otak yang di atas rata-rata. Mereka tak bisa diremehkan karena berkat kepintaran mereka lah, mereka berhasil memporakrandakan pemerintahan.

__ADS_1


"Tidak mungkin mereka menyerahkan diri begitu saja. Entah kenapa aku yakin orang yang ada di foto tersebut hanyalah kambing hitam. Sementara itu pelaku masih berkeliaran di luar. Jika aku boleh mengatakan mungkin saja pelaku itu adalah orang yang berkaitan dengan Antoni. Dia tak mungkin berdiam diri saja setelah mengalami beberapa kali kegagalan."


Siska begitu sangat cepat menyimpulkan. Bahkan Aaron sendiri tetap sampai kepikiran bahwa ayahnya lah pelaku utama tersebut. Ia pikir kasus ini berbeda dari kasus Antoni.


"Aku tidak sempat berpikir seperti itu. Tapi tampaknya apa yang kau katakan mungkin saja benar," ucap Aaron kepada Siska.


Siska menarik nafas panjang lalu tersenyum ke arah pria itu dengan wajah yang polos. Pantas sedang mengejek Aaron atau dia hanya ingin bersikap seperti itu. Namun dari mimik wajah wanita itu memang ia sedang menghina kebodohan Aaron yang mudah dikelabui oleh musuh.


"Aku tak mengerti kenapa orang Kau bodoh kamu Tuan bisa menjadi ketua dari badan intelijen negara. Seharusnya kau bisa menebak walaupun tebakanmu belum valid tapi kau telah memiliki target. Bahkan aku rasa semua kasus yang terjadi pada negara itu saling berhubungan. Walaupun beberapa dari kasus itu memiliki misteri sendiri."


Aaron menarik napas panjang lalu tersenyum ke arah Siska. Ia bangga memiliki Siska yang bisa membuka pikirannya. Inilah alasan untuk dirinya menjadikan siswa sebagai seorang asistennya dan juga pelayan pribadinya.


Siska tersenyum lalu memasang wajah datar. Entah kenapa ia merasa jika itu bukanlah pilihan yang baik. "bisa saja aku melarangmu. Karena itu cukup berbahaya, karena yang mereka incar adalah dirimu. Terlebih lagi Antoni memiliki dendam yang sangat besar kepadamu. Mereka belum tahu kau telah bergabung kembali dengan badan intelijen negara ini. Dan hanya Antoni lah yang tahu wajahmu. Jika sekali saja dia melihat wajahmu mungkin kau akan terancam. Maka dari itu turunkanlah beberapa anggota untuk menyamar seperti orang biasa."


Aaron memenuhi permintaan Siska. Ia memerintahkan beberapa anak buahnya untuk turun ke lapangan sebagai orang biasa dengan bermacam profesi.


Sementara itu Aaron tidak menyamar dan laki-laki tersebut akan turun sebagai ketua badan intelijen negara dan menggunakan topeng. Sedangkan sedangkan Siska wanita tersebut akan mengawasi Aaron dari jauh.


"Sekarang kau mengerti betapa kejamnya dunia ini. Tanpa diketahui orang-orang di luar sana adalah musuh mu," ucap Siska yang berada di dalam mobil Aaron. Siska akan bersembunyi di dalam mobil itu dan mengawasi situasi serta merasakan setiap aura aneh yang akan dijumpai olehnya.

__ADS_1


Mereka sudah sampai di depan istana di mana tempat kejadian. Aaron turun dari dalam mobil dan mencari barang bukti dan beberapa hal yang menunjukkan siapa pelakunya. Badan intelejen negara adalah hal yang paling dirahasiakan dan begitu juga anggotnya. Maka dari itu dengan penampilan seperti itu tak ada yang tahu jika dirinya seorang ketua BIN. Ia hanya beberapa kali keluar dan menampakkan diri kepada media tapi itu juga dengan penyamaran.


Siska diam di dalam mobil hingga ia mendengar jika ada suara yang aneh dari atas gedung. Ia pun memberitahukan kepada Aaron. Aaron yang berada di tengah-tengah masyarakat dan berpura-pura menjadi orang biasa. Laki-laki itu mendapatkan informasi jika ada keanehan yang berasal dari atas gedung. Ia pun menatap ke arah gedung itu dan melihat jika ada sniper yang mengarah kepada ketua polisi yang hadir di TKP.


Aaron hanya menyeringai melihat orang tersebut. Di sana ia tahu jika sudah ada Felix yang bergegas untuk mengejar mereka dan hingga akhirnya tembakan sniper yang dilayangkan oleh orang dari atas gedung itu tak tentu arah karena ada Felix yang menangkapnya dan juga beberapa anggota polisi lainnya yang sudah bekerja sama dengan mereka.


Siska tersenyum di dalam mobil Karena tahu kejahatan yang ingin mereka lakukan tak berhasil dilancarkan.


"Kerja bagus Siska. Kau sudah memberikan yang terbaik untuk negara."


Itulah yang dikatakan oleh Aaron kepada dirinya. Mendapatkan pujian tersebut Siska merasa sangat senang sekali.


"Semua ini karena kebaikan mu yang menyelamatkan ku dan mengajarkan ku banyak hal," gumam Siska.


________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.

__ADS_1



__ADS_2