Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 19


__ADS_3

Namun Antoni tak takut sama sekali. Seolah-olah pria itu meremehkan orang yang ada di depannya dan pasti ia tak bisa melakukan apapun. Itulah yang ada di benak Antoni sehingga ia diam-diam ingin menembak wanita tersebut. Ia tahu jika wanita itu buta dan semuanya ia ketahui dari media yang beredar. Makanya Anthoni sedikit berani dengan wanita itu.


Diam-diam ia mengeluarkan pistolnya dan lalu kemudian menembakkan ke arah Siska. Siska tahu jika ada peluru yang akan menuju ke arah dirinya maka dari itu ia dengan cepat menangkis. Siska berhasil mengelak peluru tersebut dan berbalik menyandera Anthoni.


Anthony terkejut karena hal itu bisa terjadi kepada dirinya. Laki-laki itu berpikir jika dia tak bisa meremehkan orang-orang yang ada di sini.


"Sialan," umpan Antoni karena merasa sangat marah. "Aku tak akan mudah tertangkap begitu saja."


"Kau terlalu meremehkanku Tuan. Semua orang di sini pasti memiliki kemampuan tak terduga. Karena kau telah beri coba untuk masuk ke dalam ruangan ini maka aku takkan mengampuni mu."


Melani juga bersama meremehkan Anthoni. Karena ia merasakan jika Aura ini bukanlah milik Antoni makanya ia berbicara seperti itu. Dan alhasil Ia pun terkejut ketika Anthoni malah berbalik menyandera dirinya.


"Kau mengatakan jika Jangan meremehkan orang lain. Aku tak tahu jika kau bisa meremehkan orang lain juga. Kau terlalu banyak bicara tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Diamlah gadis manis. Kau akan tahu apa akibatnya karena telah menghalangi ku."


Anthoni ingin membunuh Siska tapi Siska langsung dengan cepat menyerang laki-laki tersebut sehingga terjadilah pertengkaran yang sangat sengit di depan kamar Melanie. Di dalam sana Melanie terus berteriak ketakutan mendengar suara batu di luar.


Aaron membulatkan matanya melihat Siska yang berkelahi dengan orang lain. Namun Ia baru sadar jika orang lain itu adalah ayahnya sendiri. Seketika itu juga tangan Aaron mengepal dan hendak melumpuhkan ayahnya. Dan rupanya Anthony tersadar Jika ia tengah diburu makanya ia langsung berlari dengan cepat sebelum ia akan tertangkap. Ia memelintir tangan Siska dan lalu kemudian menendang tubuh Siska hingga terjatuh. Setelah melakukan hal tersebut ia langsung lari.


Aaron tak mampu mengejarnya karena ia kehilangan jejak. Laki-laki tersebut berteriak marah karena tak berhasil mengejar ayahnya tersebut. Ayahnya seolah memiliki pertahanan yang sangat kuat.


Aaron pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara pelan. Ia pun menundukkan tubuhnya dan mengangkat tubuh Siska yang terlihat sangat kesakitan.


"Kau takkan bisa melawannya Siska. Dia adalah Anthony ayahku dan dia memiliki pertahanan yang kuat. Kita takkan mudah untuk melemahkannya."

__ADS_1


Siska langsung sadar jika ta orang itu adalah Anthoni. Wanita itu pun menahan nafasnya dan mengepalkan tangannya. Andai saja ia tahu mungkin dendamnya akan bangkit dan semangatnya untuk melumpuhkan laki-laki tersebut semakin besar. Ia membenci Antoni yang begitu banyak mengeksploitasi para wanita.


"Aku sangat menyesal dengan diriku sendiri yang tak bisa menahannya tadi. Seandainya aku tahu jika itu adalah dia Mungkin aku akan langsung membunuhnya."


"Kau Jangan meremehkan kekuatannya. Bahkan aku saja sukar untuk mengalahkannya. Kita harus mengalahkan dia menggunakan otak. Jika dengan tenaga itu tak cukup."


Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Aaron. Ia harus mengalahkan laki-laki itu dengan pikiran.


__________


Karena tak terbiasa bertarung Siska masih merasakan sakit akibat pukulan yang diberikan oleh Anthoni. Pukulan itu sangat kencang sehingga membuatnya tak bisa bangun pagi ini. Alhasil Aaron lah yang seperti pelayan wanita itu.


Aaron menahan napasnya dan mencoba untuk memberikan Siska makan. Ia juga mengurut tubuh Siska. Sementara itu Siska malah kian bersikap dramatis membuat wanita tersebut merasa senang karena telah berhasil mendapatkan pijatan dari orang yang dipujanya.


"Kau pikir aku tak tahu jika kau sedang berakting? Tenanglah aku akan membunuh mu jika kau mau berakting lagi."


Siksa mengercutkan bibirnya dan itu semua terjadi di depan Aaron. Aaron langsung terdiam dan menggelengkan kepalanya. Ia tak boleh tergoda dengan pesona seorang wanita sebelum dendam nya terbalas.


"Kau keterlaluan Siska. Aku adalah tuan mu tapi kenapa aku seperti pelayan ku? Aku tak mau tahu kau harus bangun dan segera ke ruangan ku." Entah apa yang merasuki Aaron sehingga ia dengan tega menghukum Siska dengan pekerjaan tersebut padahal Siska saat ini sangat lemah dan tak memiliki kemampuan untuk bertarung.


"Apakah dia tak memiliki hati? Aku sedang kesakitan dan dia sama sekali tak peduli dengan rasa sakit yang aku derita. Padahal semua ini aku lakukan untuk melindunginya dan orang tuanya."


Siska pun memejamkan matanya. Ia harus menahan semua ini dengan perasaan sedih. Bahkan untuk mematuhi ucapan Aaron ia berusaha untuk bangun walaupun beberapa kali ia merasakan sakit di punggungnya.

__ADS_1


Aaron di luar sana berjalan dengan salah tingkah. Ia juga menyesali perkataannya yang terlontar begitu saja kepada Siska. Sejauh ini ia melihat jika Siska adalah wanita yang sangat sensitif. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika Siska benar-benar melakukannya. Jika hal tersebut akan terjadi, yang pasti tidak akan mungkin karena ia tahu jika tubuh Siska sangat lemah.


"Dia tak mungkin melakukan itu kan?" tanya Aaron kepada dirinya sendiri sembari membuka pintu ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya. Sejenak Aaron berpikir sehingga ia tak menyadari jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya tersebut.


"Tuan apa yang harus aku kerjakan?" tanya Siska yang datang dengan tongkatnya.


Aaron terkejut dan memperhatikan Siska dari atas hingga bawah. Bisa-bisanya ia benar-benar datang padahal dia tadi tak bermaksud ingin mengatakannya.


"Kau benar datang?"


"Kau yang menyuruhku untuk datang Tuan."


"Sulit dipercaya."


Aaron pun menarik nafas panjang dan merasa sangat bersalah. Ia menuntun Siska untuk duduk di tempatnya dan lalu memijat tubuh Siska.


"Padahal aku tadi hanya bercanda."


_________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2