Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 49


__ADS_3

Setelah mereka telah puas bermain dan juga berbelanja di dalam mall, barulah Siska dan juga Daniel keluar dari dalam mall itu. Terutama Peter yang tidak ada hentinya ingin terus bermain di dalam mall tersebut. Ia untung saja anak laki-laki itu bisa diajak kerja sama saat ia dalam keadaan tak bisa melakukan apapun karena telah kelelahan.


"Bagaimana? Apakah kau sekarang sudah mengerti? Lelah bukan Jika kau terus bermain tanpa henti seperti ini? Kau selalu saja ngotot dan menganggap dirimu adalah orang yang benar." Dari tadi Siska tak berhenti dan hal itu membuat anaknya tak bisa melakukan apapun selain diam. Daripada menambah masalah lebih baik ia mencari kegiatan baru bermain sama mainan yang dibelikan oleh Daniel.


Daniel yang melihat semua kejadian itu pun menghela nafas panjang. Laki-laki tersebut mengacak-ngacak rambut Peter lalu kemudian tersenyum lebar ke arah laki-laki itu.


"Tenang saja. Mama mu tidak akan marah kepada mu," ucapnya sambil menatap ke arah Siska.


Terlihat jika wanita itu dengan memplototi Daniel. Ia tak akan memaafkan pria itu jika menjerumuskan anaknya ke jalan yang salah. Tentu saja ia akan menuntut Daniel.


"Daniel, berhenti memanjakan dia."


"Siska sudahlah, dia hanya anak yang baru saja hidup dan ingin menikmati dunia. Tidak ada salahnya aku memanjakan dia. Lagi pula dia adalah anak yang lucu, aku senang bermain bersamanya."


"Tapi dia sudah banyak menggunakan uang mu untuk berbelanja. Aku merasa tidak enak. Aku akan berjanji membalikkan semua itu kepada mu," ucap Siska sembari tersenyum pahit. Ia sendiri bingung akan seperti apa membalas kebaikan dan semua uang yanu sudah dikeluarkan oleh Daniel untuk dirinya dan juga abaknya.


Daniel pun menatap ke arah Siska dengan pandangan yang cukup serius. Tampak di wajah laki-laki itu tak ada sama sekali tanda keraguan yang membuat Siska pun terdiam.


"Kalau begitu maka balikkan lah. Aku akan menunggu mu membalikkan semua itu."


Siska pun tersenyum pahit dan kemudian menganggukan kepalanya seolah-olah tengah memberikan janji kepada Daniel. Walaupun jauh di dalam lubuk hatinya ia tak akan sanggup untuk membalikkan semua yang telah diberikan Daniel, apalagi setipa kebahagiaan yang diberikan laki-laki itu tak dapat dibayar dengan uang.

__ADS_1


"Aku akan mencari pekerjaan dan tak lagi bergantung dengan mu. Aku sungguh merasa malu dan hanya bisa menjadi orang yang pemalas dan bergantung hidup dengan orang lain. Maafkan aku jika hal tersebut akan membuat mu risih."


"Kau yang terlalu berlebihan Siska. Baiklah hentikan topik ini, aku tak ingin membahasnya karena semua yang aku berikan itu kepada mu ikhlasin dan aku tidak meminta imbalan kepada mu. Aku akan merasa sakit hati jika kau terus membicarakannya seolah kau tak ingin bantuan dari ku."


Siska yang mendengar hal tersebut lantas menggelengkan kepalanya dengan kuat. Ia tak bermaksud seperti itu dan Siska menatap ke arah pria itu dengan perasaan yang sangat tidak enak.


"Daniel, kau sakit hati dengan ku? Maafkan aku karena telah menyinggung hal tersebut. Aku berjanji tak akan katakan yang lagi memang tak akan membahas itu lagi."


"Ya Kau harus berjanji kepadaku karena akumu aku terus membicarakan hal tersebut. Ingat semua yang aku berikan kepadamu ikhlas dan aku tidak meminta imbalan walaupun ada sedikit dari hatiku menginginkan kebaikanmu sebagai imbalannya."


Kemudian ia pun masuk ke dalam mobil dan akan pergi ke cafe terdekat. Rencananya Daniel akan membawa Siska dan juga Peter untuk makan malam bersama. Tampaknya anak itu juga sudah sangat kelaparan dan tak sabar untuk makan.


Siska pun masuk ke dalam mobil sambil menatap ke arah Daniel dengan perasaan delima dan tak menyangka jika pria itu akan semarah ini kepada dirinya. Ia begitu sangat bersalah dan hanya bisa tertunduk dengan semua masalah yang telah ia perbuat.


"Maafkan aku. Aku tak bermaksud ingin menyakiti hati mu." Siska terus mengatakannya tanpa henti yang membuat Daniel langsung menatap ke arah dirinya.


Laki-laki tersebut tersenyum dan kemudian melakukan kesalahannya yang membuat sedikit harapan dari wanita itu sedikit terciptakan.


"Kau akan memaafkanku? Terima kasih kau telah peduli kepadaku. Aku tidak tahu harus seperti apa membalas semua kebaikan ini. Tapi tampaknya aku tak Akan bisa membalasnya karena kau begitu peduli kepadaku," ucap Siska yang tak menyadari dengan perjanjian mereka di awal agar tak membahas Malasah ini lagi.


"Kau baru saja meminta maaf kepadaku tapi kau membahasnya lagi."

__ADS_1


Mata Siska kontan membulat dan kemudian menundukkan kepalanya sembari meminta maaf ulang. Siska pun menghela nafas panjang dan menatap ke arah Daniel dengan harap-harap cemas.


"Ya, ya tanpa kau meminta maaf pun aku sudah pasti akan memaafkan mu. Jadi jangan berlebihan seperti ini."


Siskam menarik nafas panjang dan lalu kemudian menganggukkan kepalanya. Peta yang menjadi saksi pertengkaran mereka berdua tadi hanya merasa bingung. IA tak bisa berpikir banyak dan menganggap masalah orang tuanya bukan masalah dirinya dan ia tak perlu tahu karena dirinya masih anak-anak.


"Aku baru tahu jika kota Hawaii seindah ini. Andaikan aku sudah bisa melihat dari dulu pasti aku bisa menikmati pemandangan yang ada di depanku ini sejak lama," ucap Siska sambil berandai-andai tapi tak akan bisa kembali ke masa lalu.


Namun ia merasa bahagia dengan kondisinya sekarang yang jauh lebih baik. Semua ini adalah berkat Daniel yang begitu peduli kepada dirinya. Bahkan ia bingung cara berterima kasih dan juga membalasnya apalagi ia tak boleh membahas ini di depan pria itu.


Siska tak ingin mengecewakan Daniel dan ia lebih memilih diam dan menatap ke arah luar jendela mobil sembari menikmati pemandangan yang tak pernah ia sangka bahwa seindah ini.


Dan bertepatan itu pula Aaron turun dari dalam mobil dan sedang melaksanakan beberapa tugasnya di Hawaii. Siska melihat semua itu tapi ia tak akan tahu jika orang itu adalah Aaron. Ia hanya merasa dejavu karena pernah menjadi seorang pelacak dan juga perancang startegi di badan rahasia Inggris.


Hal itu membuat kembali mengingat semua masa lalu yang begitu sangat indah.


_________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2