
Siska pun mencoba untuk mencari Aaron di dalam club itu sendirian. Yah Aaron dan beberapa petinggi lainnya tengah melakukan pertemuan rahasia di dalam club. Siska tak tahu apakah laki-laki tersebut juga akan ikut mabuk-mabukan. Tapi Siska memberikan diri di dalam club itu untuk mencari Aaron.
Siska bahkan sampai kepanikan saat mencari laki-laki tersebut. Wanita itu mahalan nafas lelah lalu ingin kembali ke tempat Cessy tadi. Jujur saja hawa yang ada di sini membuatnya sangat merinding. Siska tak berani untuk berjalan di sini sendirian.
Namun saat ia hendak kembali ia merasakan jika ada orang yang menarik tangannya dan dari hawanya Siska mengenali orang itu. Ya orang tersebut adalah Aaron. Senyum Siska pun terbit karena sangat bahagia Aaron telah ia temukan.
"Aaron." Namun senyum itu seketika padam saat dirinya mencium bau alkohol yang sangat pekat dari tubuh laki-laki tersebut. Barulah ia tersadar jika saat ini Aaron tengah dalam keadaan mabuk. "Aaron kau!"
Siska pun berusaha untuk membawa Aaron ke tempat yang lebih aman. Tapi apa daya dirinya malah dibawa ke tempat lain. Karena ini adalah Aaron jadi Siska membiarkan saja laki-laki itu membawanya.
Ia tak sadar jika bahasa sedang ada di depan matanya. Sebentar lagi mungkin Siska akan menyesali dengan apa yang telah ia lakukan saat ini.
"Aaron kau ingin membawa ku ke mana?"
"Dimalah dan ikuti aku."
Kemudian Aaron membuka pintu kamar dan mendorong tubuh Siska masuk ke dalam sana. Sontak saja Siska langsung sadar dan kemudian wanita itu berusaha untuk mendorong tubuh Aaron.
Nun hasilnya nihil, ia tak berhasil melakukan hal tersebut karena tenaganya kurang dibandingkan Aaron yang lebih kuat dari dirinya. Yang ada malah ia menjadi orang yang sangat terlihat lemah.
Aaron mengangkat tubuh Siska seperti karung beras dan melemparkannya ke atas ranjang dengan sangat keras hingga membuat Siska melenguh kesakitan karena dirinya dihempaskan begitu saja oleh laki-laki tersebut.
"Aaron sadarlah ini aku Siska! kau tak seharusnya melakukan hal tersebut kepada diri ku! Aaron aku mohon!" pekik Siska sembari meneteskan air mata.
Tapi semuanya tak ada artinya karena Aaron sudah terlanjur gelap mata dan lalu kemudian membuka pakaian Siska secara paksa. Siska pun menangis keras sembari berteriak meminta tolong dan menyadarkan Aaron. Tapi apa daya yang ada dirinya hanya merasakan lelah.
__ADS_1
"Aaron hiks."
Aaron kemudian mencium bibir Siska dengan sangat kasar. Ia tak membiarkan wanita itu barang sejenak saja untuk menarik napas. Ia sangat brutal melakukannya hingga meninggalkan rasa sakit pada tubuhnya.
"Aaron apa yang telah kau lakukan."
Aaron menjelajahi seluruh tubuh Siska dan membuat Siska merasa jika hasratnya telah terbakar. Namun ia berjuang mati-matian untuk menyadarkan pria itu bahwa apa yang telah ia lakukan adalah sebuah kesalahan.
Hingga pada akhirnya Siska sudah tak sanggup lagi dan Aaron pun menembus hal yang selama ini telah dijaganya. Ia berteriak sekencang mungkin dan lalu melaksanakan tangisnya sembari memukuli tubuh Aaron.
"Aaron kau benar-benar jahat aku membenci mu."
"Diamlah baby dan nikmati apa yang telah aku berikan."
"Aku membenci mu dan tak akan pernah memaafkan mu."
__________
Aaron membuka matanya dan melihat jika pagi telah menunjukkan dirinya. Ia pun mengusap matanya dan mengedipkan mata indah itu beberapa kali. Lalu kemudian Ia berpikir sejenak sehingga dirinya pun kebingungan ia sedang berada di mana?
Aaron menatap ke samping dan terkejut melihat jika Siska menangis sesuguhkan di lantai samping ranjangnya. Ia pun mengerutkan keningnya ketika melihat jika kondisi Siska yang begitu acak-acakan dan juga tak mengenakan sehelai pakaian pun selain rambutnya yang menutupi tubuhnya. Aaron begitu terkejut dan langsung menghampiri Siska.
Saat ia hendak beranjak malah dirinya dibuat kian terkejut lagi karena menyadari Ia juga tak mengenakan sehelai pakaian pun. Aaron pun langsung berpikir dan ia bisa menebak apa yang telah terjadi tadi malam. Ia menatap ke atas ranjangnya dan melihat di sprei putih tersebut terdapat bercak darah.
"Apa yang sudah aku lakukan," tanya Aaron dengan perasaan yang sangat gugup. "Siska apa yang sudah terjadi?"
__ADS_1
Siska sama sekali tak ingin menoleh ke arah laki-laki itu. Hatinya benar-benar hancur telah dibuat Aaron. Pantaskah laki-laki tersebut dimaafkan setelah apa yang ia perbuat kepada dirinya.
Aaron pun menepuk jidatnya dan begitu merasa sangat bersalah kepada Siska. Dirinya sendiri begitu kebingungan bagaimana mengatasi semua masalah yang sudah terlanjur terjadi.
"Siska maafkan aku. Malam tadi aku benar-benar mabuk dan tidak bisa berpikir jernih dan bahkan aku tidak sadar telah melakukan hal tersebut kepada dirimu. Katakan apa yang harus aku lakukan aku siap melakukan itu demi kamu."
"Tidak ada yang perlu kau lakukan Aaron. Hatiku sudah terlanjur sakit dan semuanya juga tidak bisa dibalikkan ke awal. Tapi yang pasti saat ini aku sangat membenci dirimu."
Ucapan itu begitu menohok Di hati Aaron. Ia hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah. Aaron merutuki dirinya yang begitu jahanam.
"Aku telah melakukan kesalahan yang begitu besar. Dan bahkan aku telah melukai hatimu, aku tidak ada bedanya dengan ayahku. Aku benar-benar sangat memalukan."
Aaron pun menarik selimut dan menutupi tubuh Siska. Ia meminta agar wanita itu pergi terlebih dahulu ke kamar mandi dan sambil membawa pakaiannya lalu pergi dari kamar tersebut. Saat ini ia tidak tahu harus bersikap bagaimana kepada Siska setelah apa yang telah terjadi kepada wanita itu.
"Aku tidak berbeda dengan kau Antoni. Aku menyesal lahir di garis keturunanmu sehingga sifatmu menurun kepada diriku. Mama, maafkan aku karena telah melakukan kesalahan yang sama dilakukan oleh Ayah kepadamu."
Aaron hanya bisa dilingkupi oleh perasaan yang begitu bersalah dan juga penyesalan yang tidak ada artinya.
Sedangkan di dalam kamar mandi Siska menangis sejati-jadinya. Wanita itu bahkan sampai memukul-mukul tubuhnya dan juga menyesal karena tidak bisa menghentikan perbuatan Aaron tadi malam.
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1