
Siska dari tadi selalu saja merasa ingin bertanya sesuatu kepada Cessy. Hanya saja ia merasa tidak enak dengan wanita itu. Maka ia hanya bisa mengulum ludahnya susah payah sembari menahan perasaannya tersebut di dalam hati.
Nun jika terus dibiarkan ia merasa tidak tenang sendiri. Siska bingung harus bersikap seperti apa dan bagaimana cara menannyakan kepada laki-laki tersebut mengenai sesuatu yang terus mengganjal perasaannya.
Cessy yang memperhatikan Siska dari tadi pun merasa sangat heran dengan wanita tersebut. Ia seolah mengerti jika ada yang ingin ditanyakan oleh Siska kepada dirinya. Maka dari itu Cessy lah yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu agar tidak membuat wanita itu terus merasa tidak enak kepada dirinya.
"Siska sepertinya ada yang ingin kau tanyakan kepadaku. Bertanyalah dan jangan sungkan."
Siska terkejut ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Cessy tersebut. Tampaknya ia tak bisa lagi menyembunyikan keresahan hatinya. Siska pun menundukkan kepalanya dan tangannya seketika bergetar.
Haruskah ia mengatakan hal tersebut kepada Cessy. Bagaimana jika Casey tidak menyukai pertanyaan itu dan tidak mau berteman dengannya. Terlebih lagi Siska sudah merasa sangat nyaman kepada Cessy. Karena Cessy menurutnya sangat baik dan juga selalu melakukan yang terbaik untuk dirinya. Lantas kurang apalagi Cessy di mata Siska. Dan menurutnya juga wanita itu sangatlah hebat.
"Cessy eum.."
Cessy terkekeh melihat Siska yang tampak sangat gugup. Bahkan untuk mengeluarkan suara wanita tersebut pun sangat bergetar. Begitulah sekiranya kegugupan yang saat ini tengah dialami oleh Siska. Cessy yang pengertian kepada wanita itu lantas menarik tangan Siska dan lalu kemudian menggenang tangan wanita tersebut.
Siska menarik napas panjang dan hal tersebut dapat meringankan sedikit perasaan gugupnya. Setelah menimbang-nimbang dan juga memilah akhirnya Siska pun memutuskan untuk bertanya dengan wanita itu.
"Aku ingin bertanya tentang sesuatu mengenai Aaron." Cessy lantas langsung menarik satu alisnya. Awalnya wanita itu sungguh kebingungan kenapa Siska seolah-olah ingin mencari tahu lebih dalam mengenai Aaron. Tapi setelah ia pikir jika Siska dan Aaron tak seperti seorang pelayan dan tuannya barulah ia sadar kenapa Siska ingin mencari tahu mengenai Aaron. "Apakah kau mengetahui masa lalunya?"
Dalam hati Casey tersenyum miring. Bukan merupakan sebuah senyum yang jahat tapi sebuah senyuman kebahagiaan. Apakah Siska bisa merubah masa lalunya Aaron menjadi lebih baik atau tidak.
__ADS_1
"Kenapa? Tapi tampaknya kau seperti sedang menemukan sesuatu sehingga kau sampai bertanya seperti ini. Katakanlah aku sangat ingin mendengarnya, dan siapa tahu aku bisa membantu permasalahan mu itu."
Mendengar dukungan tersebut dari Cessy membuat dirinya lebih percaya diri dari sebelumnya. Siska menarik nafas cukup panjang lalu menelan ludahnya susah payah. Tampaknya wanita itu masih ragu-ragu ingin mengatakannya tapi usapan tangan Cessy yang tengah menggenggam telapak tangannya tersebut membuat Siska pun kembali berani untuk mengatakannya.
"Aku tidak tahu tapi perasaan ini sungguh menyakitiku. Aku merasakan sesuatu dari sebuah bingkai foto wanita yang terpajang di kamar Aaron. Aku juga sering merasakan kesedihan yang sangat dalam setiap Aaron menyentuh bingkai foto tersebut. Sepertinya ada sesuatu yang tengah disembunyikan pria itu. Apakah kau bisa memberitahu ku siapa kira-kira orang yang ada di dalam bingkai foto itu."
Cessy pun terdiam karena menjelaskan masa lalu Aaron sama saja dengan melanggar privasi laki-laki tersebut. Tapi apa boleh buat karena memang tampaknya Siska harus tahu sebelum ia terlalu jauh masuk ke lubang yang dibuat oleh Aaron.
"Kau pasti akan sangat terkejut jika mengetahuinya. Itu adalah sebuah bingkai foto milik seseorang wanita di masa lalu. Walaupun aku tak melihatnya secara langsung tapi Aaron pernah bercerita kepada ku. Masa lalunya begitu memprihatinkan karena kau tahu sendiri jika Aaron adalah orang yang penuh dengan balas dendam dan ia akan melakukan apa saja asal bisa membalas dendam kepada ayahnya. Bahkan ia memanfaatkan setiap orang agar bisa membalas dendamnya. Dan wanita itu pernah didekati oleh Aaron untuk mendapatkan perhatian dari ayah wanita itu. Ia pun berhasil didekati oleh Aaron dan wanita itu jatuh cinta kepada Aaron. Tapi yang lebih gilanya Aaron malah menjadikan wanita itu sebagai pelampiasannya. Sementara wanita itu sangat tulus kepada Aaron. Mereka berpacaran tapi sayangnya masa lalu begitu suram." Cessy tak lagi melanjutkan ceritanya. Ia menatap ke arah Siska yang tampak terlihat sangat murung.
Jadi hal itulah yang membuat Aaron selama ini juga merasa sedih. Sepertinya ia adalah korban kedua dari laki-laki tersebut. Mungkin suatu hari ia akan bernasib sama seperti wanita itu.
"Aaron saat itu sangat merasa bersalah atas kematian wanita tersebut. Makanya aku mau menceritakannya, karena kau sedang dimanfaatkan dan kau harus berhati-hati terhadap Aaron, dan jangan sampai kau menjatuhkan hatimu kepada laki-laki tersebut."
Tampaknya sudah sangat terlambat. Karena Siska begitu mencintai Aaron. Bahkan mungkin cintanya begitu besar sehingga ia rela melakukan apapun.
"Aku tak tahu untuk itu. Tapi aku berharap ada kebaikan."
"Ya itu harapan ku. Lagipula kau adalah seorang pelayan, kau tak harus jatuh cinta kepada tuan mu sendiri. Aku mengatakan ini bukan untuk menyinggung perasaan mu tapi untuk membuat mu paham siapa yang sebenarnya kau hadapi. Dia hanya memanfaatkan mu."
"Ya dia mengatakannya."
__ADS_1
Cessy sangat terkejut ketika mendengar kalimat tersebut terlontar dari mulut Siska. Apakah benar Aaron mengatakannya dengan terang-terangan?
"Lantas kenapa kau mau?"
"Karena diri ku memang harus membalas Budi dan mau dimanfaatkan olehnya. Dialah yang telah menolongku dari kejahatan."
"Tapi dia tidak lebih baik dari dugaan mu. Malah orang seperti Aaron lah yang begitu menakutkan."
Dalam hati Siska mengatakan jika hal tersebut benar dan Aaron adalah orang yang paling kejam yang pernah ia temui. Namun laki-laki itu pulalah orang yang paling baik yang pernah ditemui oleh Siska.
"Aku berharap jika laki-laki tersebut suatu hari nanti bisa berubah. Tidak ada yang tidak mungkin kan jika dendamnya sudah terbalaskan. Aku akan membantunya untuk membalas dendam."
Cessy tak habis pikir terhadap Siska. Tapi ya sudahlah ia tak harus mencampuri masalah orang. Semoga saja Cessy secepatnya sadar dengan perasaannya tersebut.
"Aku tidak bisa melakukan apapun dan aku hanya bisa berdoa semoga kau diberikan hal yang terbaik. Aku yakin kau pasti bisa merubah Aaron menjadi orang yang lebih baik. Ah ya di mana Aaron? Sepertinya ia sedang bersenang-senang dengan teman-temannya. Dasar pria itu."
_______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1