
Siska menarik napas panjang. Sudah cukup lama ia mengobrol dengan asik bersama dengan Aaron. Tak terasa sekarang rasanya ia sudah melewati waktu yang cukup lama. Dirinya hanya diam mendengar semua hal yang diungkapkan oleh Aaron mengenai masalahnya. Ia juga menceritakan segala hal yang telah ia lalui selama ini. Tak terasa mereka malah berbagi cerita. Cerita yang begitu tak terkira. Di mana Aaron menceritakan semua masalah yang sangat ia pendam selama ini. Siska hanya menarik napas panjang dan menundukkan kepalanya. Ia tahu jika Aaron memendam sebuah perasaan dendam dan kesedihan yang sangat dalam.
Aaron memandang ke arah Siska dan tersenyum kecut kepada wanita itu. Ia pun memejamkan matanya lalu memandang ke depan. Apakah salah ia sudah menceritakan semua maslahatnya kepada Siska? Sungguh tak terkira dirinya menceritakan masalahnya begitu saja. Semuanya tak terkendali ketika emosi telah menguasai dirinya. Semua hal yang ada dalam benaknya yang merupakan unek-uneknya dikeluarkan oleh Aaron begitu saja. Ia merasa nyaman ketika bercerita kepada gadis buta yang ada di sampingnya. Ada hal yang sangat berbeda dari Siska yang dirasakan oleh Aaron.
"Kau sungguh tak tahu jika dunia ini sangat indah? Sayang sekali kau tak bisa melihat dunia yang sangat indah ini. Orang di desa mu begitu kejam dan aku tak mengerti kenapa mereka tak mau menerima perubahan yang bisa saja membantu mereka."
Siska memejamkan matanya. Ia hendak memandang ke arah Aaron. Tapi ia langsung menghentikan hal tersebut ketika ada perasaan yang sangat menyentuh hatinya tatkala Aaron mengatakan jika ia buta dan tak bisa menikmati dunia yang indah ini. Jika dipikir-pikir dirinya memang sangat tak beruntung karena tak bisa melihat keindahan dunia yang katanya penuh dengan kecanggihan teknologi. Ia hanya terperangkap ke dalam kelamnya kehidupan.
"Aku pikir mereka memiliki pola pikir yang berbeda dengan kita. Setidaknya kau bisa memberikan rasa toleransi mu kepada mereka. Mereka memiliki perbedaan yang harus dilestarikan walau memberikan tumbal bukanlah sesuatu yang boleh dilakukan. Aku tahu jika itu salah tapi aku juga tak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka. Mengenai kebutaan apakah ada caranya agar aku bisa melihat lagi?" tanya Siska dengan perasaan yang sedikit gelisah karena dirinya sangat ingin mendapatkan pengobatan terhadap matanya.
Ia ingin melihat dunia yang penuh dengan keindahan. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari pada mendapatkan penglihatannya kembali.
Aaron menatap ke arah Siska. Ia pun tersenyum simpul. Ia baru paham jika Siska adalah orang yang sangat ambisius. Walaupun hidup di dalam penuh ketertinggalan tapi dirinya memiliki pemikiran yang berbeda dengan teman-temannya.
"Apakah kau ingin mendapatkan penglihatan mu kembali? Bisa saja tapi kau siapa sehingga aku mau membantu diri mu?" tanya Aaron yang langsung menyentuh perasaan Siska. Benar saja dirinya siapa yang ingin meminta bantuan kepada Aaron yang tak dirinya kenal dan merupakan anak orang yang telah membawanya ke dalam maslah yang sangat besar. "Apakah ayah ku pernah datang kemari? Aku harap dia akan meninggalkan kebiasaan buruknya yang benar-benar bejat itu. Tapi tidak mungkin karena semua orang juga tahu jika dia adalah orang yang sangat ditakuti dan juga memiliki power yang sangat kuat."
"Dia tak pernah datang lagi. Dia hanya mengirimkan semua pelayannya yang menyebalkan dan selalu memaksa diri ku. Aku tak ingin seperti ini, aku ingin bebas. Aku tak mau hidup dalam kegelapan. Aku adalah wanita yang tak mau diremehkan."
Siska ingin berteriak dengan kencang untuk mengungkapkan perasaannya yang tak bisa ia kendalikan. Ia selalu saja tak tenang jika masih berada satu atap dengan orang yang telah menjebak dirinya ke dalam kehidupan seperti ini. Siska adalah orang yang bebeas dan memiliki pemikiran yang luas. Ia ingin menjelajahi dunia dan hidup dengan tenang. Tapi tak ada yang mau mendukung dirinya untuk melakukan hal tersebut.
__ADS_1
"Aku tak mengerti kenapa kau mau dekat dengan ku? Kita adalah orang yang berbeda dan kau bukanlah orang yang ditahan sama seperti ku."
"Kau penasaran? Karena aku bosan di rumah ku dan aku juga ingin sesekali merasakan kehidupan mengerikan ini. Akh ya sudah waktunya untuk aku pergi."
Kemudian Aaron pun pergi dan kebetulan ia datang kemari dengan cara sembunyi-sembunyi. Sebab mengingat reputasinya yang sangat baik dan ia ingin menjaga reputasi tersebut. Setelah kepergian Aaron tak ada lagi hal yang menarik dirasakan oleh Siska. Semuanya terasa hampa dan ia jadi merindukan Aaron untuk bercerita. Tanpa diduga-duga mereka menjadi teman yang sangat akrab dan saling mendukung satu sama lain. Walaupun sebenarnya Siska tak pernah menganggap jika Aaron adalah sahabatnya tapi adalah sebagai penyelamat dirinya.
"Siska, kau benar-benar sungguh tak tahu malu karena mengharapkan dia kembali."
Siska pun memejamkan matanya. Keinginan yang sangat tidak mungkin untuk ia penuhi. Karena terhalang oleh rasa gengsi yang sangat tinggi di hatinya.
________
Siska tak sadar jika dirinya sudah keluar dari area pribadi yang dikhususkan oleh Anthoni untuk Siska. Karena ia tahu jika Siska adalah berlian yang seharusnya disimpan dan sangat tak pantas untuk dikeluarkan karena banyak di luar sana yang mengancam keselamatan Siska.
Dan Siska tak menyadarinya hingga beberapa orang yang berada di ruangan yang sangat besar dan megah itu tengah melakukan beberapa permainan judi. Siska mendengar keramaian yang sangat heboh di telinganya membuat dirinya pusing dan langsung ketakutan.
"Dia siapa? Apakah dia adalah salah satu orang mu?" tanya Leon kepada Antoni. Antoni pun memandang ke arah orang yang dimaksud oleh Leon.
Ia yang sibuk dengan rokoknya pun langsung membuang batang rokok tersebut saat melihat Siska yang keluar dan melewati batas. Emsoinya naik dan ia mengepalkan tangannya. Antoni beranjak dan mengabaikan temannya ingin menghampiri Siska.
__ADS_1
Tapi ia terkejut ketika dirinya malah didahului oleh Aaron yang muncul entah dari mana. Antoni pun diam dan memandang ke arah Aaron dan Siska yang tengah berbincang.
"Apa yang sudah membawa mu kemari? Kenapa kau ada di sini? Ini sangat berbahaya Siska. Kau tak seharusnya berada di sini." Aaron pun menarik napas panjang.
Sementara itu Siska terkejut tapi dalam hatinya sangat bersyukur saat mendengar jika orang tersebut adalah Aaron. Ia pikir siapa dan akan menyakiti dirinya.
"Aaron?"
"Ya. Kau tak bisa melihat lebih baik kau diam saja di tempat mu dan jangan menyusahkan banyak orang."
"Maafkan aku."
"Aku akan mengantarkan mu ke tempat mu."
________
TBC
Hay gaes jangan lupa juga baca karya temen aku. Dijamin bagus banget pokoknya. Rekomendasi novel yang bagus buat kalian.
__ADS_1