
Siska membuka matanya ketika ia merasa jika ada yang membuatnya merasa tak nyaman. Wanita itu mengerutkan keningnya dan berpikir sebenarnya apa yang telah terjadi kepada dirinya dan wanita itu berharap jika ini bukanlah hal yang buruk.
Tapi semakin ia membiarkan semakin Siska tak tenang sehingga wanita itu memutuskan untuk ke kamar Aaron dan mengatakan hal aneh tersebut kepada laki-laki tersebut. Siska pun bergegas bangun dan membuka pintu lalu mengetuk pintu kamar Aaron.
Aaron yang sejatinya masih belum tidur pun lantas membuka matanya. Pria tersebut menolehkan kepalanya ke belakang dan menatap ke arah pintu kamarnya. Ia pun tersenyum tipis terlalu kemudian menghampiri pintu tersebut dan membukanya.
Aaron melihat wajah panik Siska yang membuatnya ikut merasakan hal yang sama seperti wanita itu. Aaron menaikkan salah satu alisnya seolah-olah tengah bertanya kepada wanita itu.
"Ada Apa denganmu? Kenapa kau terlihat sangat ketakutan seperti itu? Apakah ada sesuatu yang telah mengganggumu?" tanya Aaron mencari jawaban dari tatapan mata Siska yang di sana hanya terdapat pandangan kosong.
"Aku merasakan seperti ada yang aneh, sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi."
Aaron hanya menghembuskan nafas lelah. Sepertinya laki-laki tersebut sudah mengetahui apa yang dirasakan oleh Siska. Maka dari itu ia dari tadi belum tidur karena tengah mengamati dari layar komputernya orang-orang yang sedang mencoba meretas keamanan mereka. Mungkin saja mereka sangat penasaran bagaimana wajahnya dan juga ingin mengetahui beberapa informasi yang sengaja dirahasiakan oleh negara.
"Apakah Antoni sudah tahu jika kau adalah ketua dari kami?"
Aaron hanya mengehela napas panjang dan terlihat tak tertarik dengan pembahasan tersebut. Ya mungkin saja Antoni mengetahui bahwa dirinya telah menjadi seorang ketua badan intelijen negara lagi dan tidak ada kemungkinan pula bahwa laki-laki tersebut belum mengetahuinya.
"Aku tidak tahu," jawab Aaron ketus yang Siska mendengarnya langsung mengerti dengan perasaan Aaron.
"Apakah sebenarnya yang telah terjadi? Apakah mereka berhasil melakukan semua itu?"
"Tentu saja aku tidak akan membiarkan mereka berhasil melakukannya. Kau tidak tahu saja bahwa diriku dari tadi mencoba untuk mengawasinya. Bahkan mungkin para anggota juga belum tidur karena mereka harus berjaga. Saat ini hanya kaulah yang tertidur."
Siska pun mengerti dengan sindiran tersebut. Wanita itu hanya mengerucutkan bibirnya dan mencoba untuk masuk ke dalam kamar Aaron dengan niat ia ingin membantu pria tersebut untuk menyelesaikan semua masalah itu.
__ADS_1
"Karena aku telah disindir dan itu artinya aku harus membantumu menyelesaikannya," ucap Siska dan langsung duduk di kasur laki-laki tersebut. Ia seolah-olah sangat hafal dengan seluruh seluk beluk kamar Aaron.
"Maka dari itu kau tetaplah tidur di situ karena aku tak membutuhkanmu. Jika aku ingin bantuanmu aku bisa saja membangunkanmu," ucap Aaron yang membuat Siska berpikir itu adalah opsi yang cukup bagus karena saat ini dirinya memang sangat mengantuk.b
"Hem baiklah. Jika ada masalah langsung saja membangunkanku. Jangan menjadi orang yang suka menyindir," tutor Siska seolah-olah juga tengah menyinggung laki-laki tersebut.
"Ya, ya. Pejamkan saja matamu dan jangan menjadi gadis yang rewel. Tak suka mendengar kau berceloteh seperti itu terus menerus."
Siska pun membuka matanya dan melihat jika semua yang ada di depannya hanyalah warna hitam dan wanita itu kembali memejamkan matanya.
"Ya."
___________
Aaron pun mengikuti arah pandang Felix dan Ia hanya tersenyum tipis. Mungkin saat ini Felix sangat heran dengan hubungannya antara Siska yang tak sama sekali seperti seorang pelayan dan juga majikan.
"Ada apa kau datang kemari?"
"Apakah kau sama sekali tak berniat membangunkan nya? Dia adalah pembantu mu dan dia tidur di atas ranjang mu seolah-olah kau adalah pembantunya."
"Biarkan saja. Ah untuk data yang ini hampir saja mereka berhasil masuk ke dalam web kita dan hendak diretas. Kau harus ke Labor sekarang juga agar memperkuat perangkat kita dan jangan sampai mereka berhasil masuk."
"Baiklah," jawab Felix terlalu kemudian ia langsung pergi ke ruangan Labor.
Aaron pun menatap ke arah ranjang dan menarik tipis bibirnya ke atas melihat wanita itu yang tampak sangat nyenyak saat telah melewati hari yang begitu melelahkan baginya.
__ADS_1
Aaron pun mendekat dan mencoba untuk menatap wajah wanita itu dengan cukup lama. Wajah Siska terlihat sangat familiar namun ia merasa bahwa Siska dan dirinya belum pernah bertemu sebelumnya. Jadi mungkin itu hanya perasaannya saja yang entah kenapa bisa sampai kepikiran sejauh itu.
"Kau benar-benar sangat cantik. Ya aku mengakui jika kekuranganmu malam membawa banyak kelebihan bagimu. Maka dari itu aku tak ingin melihatmu bersedih lagi. Dan kau harus membalas kebaikanku ini dengan membantu ku untuk membunuh orang itu."
Setelah mengatakan kalimat tersebut Aaron menelan ludahnya. Seolah dendamnya kepada saya begitu sangat besar. Walaupun ia kelelahan menangkap laki-laki tersebut tersebut laki-laki itu mencoba untuk melawan dirinya dan mengirimkan beberapa teror kepadanya tapi ia pernah sebentar sama sekali.
Malah kian semangat ingin membunuh ayahnya dan amarahnya juga semakin menggebu di jiwa laki-laki itu. Entah apa yang telah merasuki hati dan pikiran Aaron saat ini tapi yang pasti dirinya sudah dipenuhi dengan dendam. Bahkan ia tak memiliki cita-cita sama sekali sebelum dendamnya kepada sang ayah padam. Makanya ia ingin menjauh dari perasaan cinta yang bisa saja menghalanginya untuk membalas dendam.
Tapi hanya saja ada seorang wanita yang merupakan mantan pacarnya yang begitu sulit untuk dilupakan oleh Aaron. Ia sendiri tak mengerti kenapa hal tersebut bisa terjadi. Padahal Ia mencoba untuk memiliki perasaan cinta dan menerima wanita itu apa adanya. Namun setelah ditinggalkan oleh wanita tersebut, Aaron tak percaya akan cinta lagi.
"Kau sedang melamun?" Aaron terkejut dan menatap ke arah Siska lalu menghembuskan napas panjang. Wanita di depannya ini begitu sangat perhatian kepadanya dan bahkan perhatiannya tak seperti pelayan pada umumnya. "Apakah kau sama sekali tak ingin melihat dunia yang indah ini bersinar di depan mu? Kau tampak sangat kelelahan sekali dengan apa yang terjadi di dunia ini."
"Kau tahu itu semua tak ada artinya bagi ku. Aku tak ingin melihat indahnya dunia sebelum apa yang aku inginkan tak tercapai. Maka dari itu kau harus membayar semua kemurahan hati ku ini dengan membantu ku."
"Jadi kau hanya memanfaatkan ku ketika kau menyelamatkan ku?"
"Ya. Itulah sekiranya dan aku pikir kau akan mengerti dengan semua itu. Karena dari awal aku melihat Adam potensi dari diri mu."
Siska tak percaya dengan apa yang didengarnya dan itu benar-benar menyakiti perasaannya.
_______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1