Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 41


__ADS_3

Kehidupan Aaron tidak ada yang menarik setelah kepergian Siska dari hidupnya. Laki-laki itu menjadi pribadi yang sangat dingin dan sukar untuk berinteraksi, bahkan itu kepada Cessy sendiri. Padahal ia dulu tak terlalu dingin seperti ini dan Cessy pun pada akhirnya memperkirakan apa yang saat ini tengah terjadi kepada laki-laki tersebut.


Nun sampai sekarang ia belum mengetahui apa permasalahan antara Aaron dan juga Siska. Sebenernya ia begitu penasaran apa yang mengakibatkan lelaki itu seperti itu setipa hari dan Siska juga langsung pergi dari kehidupan Aaron.


Beberapa kali ia ingin menanyakan masalah mereka berdua namun sampai sekarang ia belum berani melakukannya. Takut jika Aron akan marah dengan pertanyaan tersebut. Pasti hal itu akan menjadi argumentasi yang paling sensitif bagi laki-laki tersebut.


Maka dari itu Cessy selama ini hanya menjalankan tugasnya sambil memperhatikan laki-laki tersebut dan memikirkan ke mana perginya Siska. Hal itu juga turut menjadi kesedihan Aaron selama ini, karena Siska pada dasarnya tidak tinggal di California yang sudah ia tetapkan. Tampaknya Siska sudah mengetahui rencana lelaki tersebut.


Namun ia tidak mencari tahu keberadaan Siska karena menurut dirinya mungkin Siska ingin pergi dari hidupnya dan ia bisa saja mencari Siska sampai dapat jika dirinya mau tapi mengingat lagi Siska pasti tak ingin ia mengetahui keberadaannya.


Aaron menatap ke arah bintang yang malam ini bertaburan di angkasa. Senyum tipis pun terangkat setiap kali yang teringat dengan kata-kata Siska yang selalu menanyakan tentang bentuk bintang dan bagaimana keindahan malam. Karena selama ini ia tak tahu dengan keindahan tersebut dan di matanya setiap hari adalah sama dan tidak ada yang berubah.


"Kau pasti sangat penasaran dengan bentuk bintang itu. Aku pernah mengatakannya tapi kau tak tahu bentuk segi lima itu seperti apa hingga aku memberikan mu benda berbentuk segi lima hingga kau pada akhirnya mengerti apa itu itu bintang."


Senyum itu seketika juga lenyap. Aaron merindukan kepalanya karena rasa penyesalan yang begitu mendalam pada dirinya. Biarlah rasa penyesalan itu menyiksa dirinya sebagai balasan atas perbuatan yang telah ia lakukan.


"Aaron, kau benar-benar membuat ku begitu bahagia. Terima kasih atas semua yang telah kau berikan," ucap Siska yang pada hari itu dan masih terngiang-ngiang di benak Aaron.


Aaron pun menghela napas panjang dan mengambil sebotol anggur. Ia pun menatap ke arah gambar seorang wanita yang terpajang di sana dan juga di sampingnya ada foto Siska. Kedua foto itu adalah orang yang telah oa sia-siakan dan membuat mereka menyesal mengenal dirinya.


Ia tak tahu apa yang telah lakukan ini berdampak sangat besar bagi kedua wanita itu. Namun kepergian Siska inilah yang membuat dirinya begitu mendalam merasakan penyesalan. Siska adalah orang yang begitu peduli kepadanya dan telah membantu banyak hal untuk dirinya tapi ia sama sekali tidak bisa berterima kasih atas hal itu.


Cessy menatap Aaron yang tampak tengah frustasi dari luar kamar laki-laki tersebut. Setiap hari Aaron terlihat murung seperti itu dan Cessy sendiri tak bisa melakukan interaksi dan mengetahui apa masalah mereka karena jujur saja sampai saat ini tidak ada kejelasan antara Siska dan juga Aaron.

__ADS_1


"Semoga kalian bisa hidup dengan bahagia."


___________


6 bulan kemudian


Kehamilan Siska pun mulai terlihat. Ia sama sekali tak tinggal dengan siapapun dan mengurus kehamilannya sendiri. Ia begitu tabah menjalani hari-hari yang seperti itu tanpa mengeluarkan tangis sama sekali. Bisa dikatakan jika Siska adalah anak yang kuat dan mampu melewati dunia yang begitu kejam.


"Nak, maafkan aku tidak mampu mengurus mu dengan baik. Aku harap kau tidak akan marah terhadap diri ku."


Siska tersenyum tipis dan kemudian mengusap perutnya dan lalu ia pun meminum susu yang ada di tangannya.


Siska menikmati setiap tegukan dari susu tersebut. Rasa nikmat yang sangat luar biasa ia rasakan. Ia baru tahu jika seorang ibu hamil harus meminum susu sebagai bentuk menjaga bayi mereka yang ada di dalam kandungan. Sungguh metode ini hanya ia temukan di sini. Itu begitu unik dan Siska berpikir hal tersebut cukup membantu dirinya.


Walaupun ia mendapatkan penderitaan di 2 tempat tinggal tersebut tapi tetap Siska berpikir jika dunia modern lah yang paling terbaik. Di dunia modern ini sedikit bisa membantu dirinya walaupun ia dalam keadaan sedih.


"Apakah begitu sangat dalam masalahmu sehingga kau sampai termenung seperti ini?" tanya seseorang yang baru saja datang dan mengajukan dirinya.


Siska pun menolehkan kepalanya dan menghadap ke arah orang tersebut. Ia mengerutkan keningnya dan merasakan aura seseorang yang sama sekali tak dikenalinya.


"Siapa kau? Dan mau apa kau?"


"Aku adalah orang yang memiliki rumah ini. Aku ingin bertanya apakah bulan ini kau sudah membayarnya? Tapi tampaknya kau memiliki banyak masalah yah. Tapi tenang saja karena semua orang juga memiliki masalah. Aku pun memiliki masalah."

__ADS_1


"Ah kau, aku kira tadi siapa. Sebentar aku akan mengambilkan mu uangnya," ucap Siska dan kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mengambil uang yang selama ini ia simpan untuk di masa depan.


Siska pun menyerahkan beberapa lembar uang dolar kepada laki-laki tersebut dan kemudian ia pun pergi.


"Jika kau memiliki masalah jangan lupa untuk menangis dan curahkanlah segalanya."


Siska menarik napas panjang dan kemudian terduduk di meja makan dalam keadaan yang sangat lelah dan juga menyedihkan.


Ia pun menangis. Sudah lama ia memendam tangis ini yang pada akhirnya tercurahkan juga. Iya tak bisa diam-diam menyimpan perasaan sakit tersebut.


Ucapan dari laki-laki tersebut menyentuh perasaannya sehingga membuat dirinya tak sanggup menang semua itu dan lalu kemudian menangis sejadi-jadinya.


"Aku membenci air mata ini keluar. Sudah aku katakan juga aku adalah anak yang kuat dan tidak boleh menangis tapi kenapa aku tetap saja menangis seperti ini?" tanya Siska tak mengerti kepada dirinya tersebut yang suka menangis.


Padahal Siska telah membuat janji dari dirinya sendiri yang tidak bisa memenuhi janji tersebut. Siska mengepalkan tangan yang kuat dan lalu kemudian menghapus air matanya dengan cukup kasar.


"Entahlah. Aku harap hidup ku bahagia dengan diri mu."


_______


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2