Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 35


__ADS_3

Terlihat Siska yang tampak sangat kelelahan sekali membuat Aaron merasa tidak tega untuk membangunkan wanita itu. Ia menarik napas panjang dan menatap ke arah Siska dengan tatapan yang penuh akan harapan dan juga perasaan yang sangat dalam. Entah kenapa ia tenang melihat Siska yang tertidur dan wanita itu melupakan sejenak dunia yang penuh dengan masalah.


"Maafkan aku telah merepotkan mu dan ini semua karena urusan ku," ucap Aaron dan lalu kemudian mengusap pipi Siska dengan perasaan penuh haru.


Kemudian Aaron pun mengangkat tubuh Siska dan membawanya keluar dari dalam pesawat. Saat dia turun dari dalam pesawat tersebut beberapa orang telah datang menyambut dirinya. Aaron pun langsung diarahkan ke dalam mobil yang sudah siap untuk membawa mereka ke hotel yang telah disediakan oleh orang-orang yang ada di sana.


Tentunya aksi arung yang menggendong Siska menjadi perhatian banyak orang. Walaupun para pejabat juga tidak peduli dengan privasi Aaron tapi tetap saja mereka merasa heran dengan Aaron yang membawa wanita. Karena hal tersebut sungguh jarang dilakukan oleh laki-laki itu, terlebih lagi Siska adalah seorang pelayan. Jika Aaron berdalih membawanya karena merasa kasihan menurutnya itu sangat berlebihan, maka dari itu kejadian tersebut menjadi hal yang begitu fenomenal bagi beberapa orang.


Aaron tahu jika semua orang memandang ke arah dirinya. Namun ia tak peduli dengan tatapan mereka semua karena menurutnya wajar saja mereka merasa penasaran. Aaron meletakkan Siska di sampingnya dan kemudian sabuk pengaman ke tubuh wanita itu. Sementara ia yang membawa mobil dan langsung melaju ke arah hotel bintang 5 yang tidak jauh berada dari bandara tersebut.


Di pertengah jalan Siska pun membuka matanya karena ia merasa jika ini seperti ada di dalam mobil. Setelah memastikan ia pun yakin memang sedang berada di dalam mobil.


"Apakah kita sudah sampai di kota Liverpool?" tanya Siska lalu menghirup udara dengan cukup banyak. Setelah mabuk perjalanan tadi Siska merasa tubuhnya tidak enak dan kepalanya masih terasa sangat pusing.


"Iya. Bagaimana dengan diri mu apakah sudah merasa mendingan?" tanya Aaron sambil meletakkan telapak tangannya di kening wanita itu.


Sontak saja Siska terperanjat dengan apa yang dilakukan oleh Aaron. Ia pun teridam dan suasana seketika menjadi canggung. Aaron menarik napas panjang dan kemudian menjauhkan tangannya dari kening perempuan tersebut.


"Aku tidak kenapa-kenapa."


"Kau demam Siska. Sepertinya aku harus memanggil dokter nanti."

__ADS_1


Siska pun menundukkan kepalanya. Jauh di dalam hati wanita itu ia sangat tak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Aaron terhadap dirinya. Pria itu sangat perhatian kepadanya Padahal dia hanya seorang pelayan. Felix mengatakan jika hanya dirinyalah pelayan yang sangat diistimewakan oleh alam dan tampak bukan seperti seorang pelayan.


Tentu saja hal itu menimbulkan tanda tanya yang sangat besar bagi Siska. Kenapa Aaron bisa melakukan hal tersebut kepadanya dan apa alasannya.


"Kenapa kau sangat perhatian kepadaku? Padahal aku hanyalah seorang pelayan biasa. Tugasku adalah untuk mengikuti mu dan menjagamu bukan kau yang merawat ku."


Aaron pun terkesiap saat mendengar kalimat itu keluar dari mulut Siska. Lantas Ia pun merenung kenapa bisa hal tersebut dilakukan oleh dirinya. Sebenarnya Aaron sendiri juga tidak terlalu peduli dengan pelayannya tapi entah kenapa dengan Siska ia merasa ada yang berbeda. Seolah-olah hubungan mereka bukan seperti seorang pelayan dan tuannya.


Jadi Aaron tak menjawab sama sekali pertanyaan itu dan ia malah fokus dengan perjalanan.


__________


Siska langsung diberikan waktu untuk beristirahat dan memulihkan dirinya. Wanita tersebut hampir saja sangat dikhawatirkan karena kondisi Siska benar-benar semakin memburuk dan saat sampai di hotel ia lagi-lagi harus muntah.


"Apakah sudah mendingan?"


Aaron mengurut tengkuk Siska dan kemudian juga mengurut kepalang wanita itu. Jujur saja apa yang dilakukan oleh Aaron membuat dirinya merasa lebih mendingan dan perutnya tak lagi bergejolak.


"Tenanglah aku baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir dengan kondisi ku," ucap Siska dan tersenyum. Tapi senyum itu tiada arti jika di depan Aaron. Ia tahu jika senyum tersebut tak sejalan dengan kondisi Siska yang sebenarnya.


"Jangan berpura-pura di depan ku. Aku baik-baik saja dan kau tak perlu khawatir dengan diri ku," ucap Siska dan kemudian meninggalkan Aaron di dalam kamar mandi tersebut.

__ADS_1


Semakin Aaron perhatian kepada dirinya semakin lagi Siska berharap cukup tinggi kepada pria itu. Entah apa yang membuat Siska hingga merasa jika Aaron harus selalu ada di sampingnya dan menjadi pendamping hidupnya. Sebenarnya Siska mengagumi hal tersebut sangat berlebihan. Dan sudah seharusnya dirinya tak berharap hal semacam itu.


Apalagi dia tahu jika Aaron memungutnya hanya karena ingin memanfaatkan dirinya. Jadi buat apa yang terlalu berharap kepada laki-laki tersebut. Siska rasa dirinya harus menjauhi Aaron secepat mungkin sebelum harapan itu malah akan berubah menjadi sebuah obsesi untuknya.


"Aku berharap jika ini akan menjadi hal yang baik buat diri ku dan aku merasa lebih tenang dengan menjauhinya," ucap Siska dalam hati lalu menghembuskan napas panjang.


Aaron yang berada di dalam kamar mandi tak mengerti dengan apa yang telah terjadi kepadanya dan kenapa Siska bisa bersikap demikian kepada dirinya. Apakah ia telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal di mata wanita itu.


"Apa yang telah aku perbuat? Aku tak mengerti kenapa Siska malah melontarkan tatapan seperti itu kepada ku."


Aaron pun keluar dari dalam kamar mandi dan melihat jika Siska Sudja bergulung di dalam selimutnya. Aaron menghampiri ranjang tersebut dan melihat jika Siska sudah tertidur. Aaron pun lantas memutuskan untuk keluar.


Saat laki-laki tersebut telah jauh barulah Siska membuka matanya dan melihat ke arah Aaron yang sudah hilang di balik pintu. Tak terasa air matanya pun jatuh karena terlalu meratapi kehidupan yang penuh dengan kesedihan.


"Aku tidak tahu harus bersikap seperti apa kepada dirimu. Tapi jujur saja semuanya terjadi karena sikapmu sendiri yang begitu sangat susah ditebak. Aku tak ingin dimakan harapan palsu."


Itulah sekiranya yang selalu dipikirkan oleh Siska. Wanita itu pun memejamkan matanya dan membiarkan air mata jatuh ke pipinya. Kemudian ia pun lantas pergi ke alam mimpi dan berharap bisa sejenak melupakan masalah yang ada di dunia ini.


Mungkin hal tersebut memang sangat dibutuhkan oleh Siska dan wanita itu pun mendapatkan mimpi yang sangat indah walaupun hanya di alam yang penuh dengan ilusi.


________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.


__ADS_2