Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 51


__ADS_3

Siska menatap ke arah depan dengan pandangan berkerut. Wanita itu masih bingung dengan apa yang terjadi pada orang-orang itu. Terutama salah satu wanita yang sepertinya terus memandang ke arah dirinya. Ia tak tahu apa yang salah pada dirinya sehingga mereka menatap dirinya seperti itu.


Siska yang kebingungan tersebut pun menatap ke arah diri sendiri dan mencari letak keanehan pada dirinya. Namun ia tetap saja masih kebingungan karena tak menemukan keanehan itu padanya. Lantas di sini siapa yang sebenernya lebih aneh, ia atau wanita itu yang dari tadi tak henti menatapnya.


Siska merasa tidak nyaman sehingga ia pun mengajak Daniel untuk pulang. Ia memiliki firasat yang buruk dan kemudian kemudian wanita itu langsung pergi secepat nya agar tak teeis diperhatikan oleh wanita tadi.


"Ada apa? Kenapa kau sepertinya terlihat sangat terburu-buru?" Daniel pun menatap ke arah orang-orang yang sangat mencurigakan tadi dengan alis kanan yang menukik ke atas.


"Mereka terus menatap ku. Sepertinya ada yang salah dengan ku. Aku tak bisa di sini terus dan aku harus pergi sebelum mereka melakukan sesuatu." Siska tak tahu apakah orang itu adalah orang baik karena bisa saja orang-orang di masa lalunya pernah melihat dirinya dan kemudian hendak berniat jahat kepadanya.


"Aku sangat takut dan ingin pergi dari sini."


Daniel pun menghela napas panjang dan kemudian meraih tangan Siska. Ia menenangkan Siska yang dari tadi tak berhenti merasa gelisah dan bahkan sampai berkeringat dingin. Sebagai orang terdekat Siska ia selalu menjadi penyemangat untuk wanita itu.


"Tidak usah khawatir. Aku pasti akan menjaga mu. Siapapun dia, dia tak akan bisa untuk melukai mu."


Siska mengangguk-anggukan kepalanya dan kemudian masuk ke dlaka mobil secepatnya sebelum ia dipantau oleh wanita itu lagi.


Namun Siska merasa ada yang aneh. Ia seperti mengenali aura wanita itu dan dirinya takut jika orang itu mengenalnya.


"Aku merasakan jika aura wanita itu sangat familiar dengan orang di anda lalu. Tapi siapa orang itu."

__ADS_1


Siska terus berpikir keras dan bertanya-tanya mengenai hal tersebut yang sangat janggal menurut dirinya. Wanita itu pun mengulum bibirnya dan kemudian mendesah panjang. ******* tersebut didengar oleh Daniel dan laki-laki itu hanya bisa memandang ke arah Siska dengan tatapan sendu.


"Dari tadi aku mengatakan Jika kau tak harus kepikiran mengenai hal tersebut. Fokuslah dengan jalan dan kita akan segera pulang jadi tak usah lagi khawatir. Percayalah kepada diriku aku akan melindungimu."


Siska menatap ke arah Daniel dengan pandangan penuh rasa terima kasih kepada laki-laki tersebut. Ia tersenyum lebar dan kemudian ada perasaan tidak enak pada dirinya.


"Tapi kenapa kau melakukan semua ini? Apa untungnya bagi mu? Aku sangat bersalah karena terus menyuruh mu untuk melakukan sesuatu yang mungkin akan menggangu pekerjaan mu."


Itulah yang masih menjadi tanda tanya pada Siska. Ia bingung kenapa Daniel selalu saja berkorban untuk dirinya padahal ia tak tahu apa alasannya. Namun di dalam hatinya ia sangat ketakutan jika misalnya laki-laki tersebut menyukainya dan melakukan apa saja demi dirinya. Karena hal tersebut akan pernah bisa dibalas oleh Siska sebab seharusnya Daniel sendiri tahu bagaimana perasaannya yang sudah tersakiti dan tak percaya lagi akan cinta.


"Aku tidak tahu apa alasannya. Tapi yang jelas aku melakukan semua ini tulus untukmu, atau mungkin aku merasa kasihan," ucap Daniel yang merahasiakan kenyataannya. Padahal sangat terlihat jelas betapa laki-laki itu sangat menyukai dirinya. Hanya saja ia tak berani untuk mengatakannya.


___________


Bahkan bukan hanya sekali yang memandang wanita itu tapi jika memiliki kesempatan ia selalu saja melirik ke arah orang yang memiliki kemiripan dengan sikap tersebut. Ia merasa sangat yakin jika wanita itu adalah Siska. Tapi ada di sisi lain lagi ia merasa tidak yakin, karena ia melihat jika wanita itu memiliki seorang anak dan juga suami. Terlebih lagi jika wanita itu bisa melihat sementara Siska tak bisa melihat.


Beberapa hal yang meragukan tersebut membuat Cessy berpikir dua kali untuk menyimpulkan jika wanita itu adalah Siska. Maka dari itu tak berani untuk mengatakan kepada Aaron jika ia melihat Siska.


"Dari tadi kau terus melamun sebenarnya apa yang pernah kau pikirkan?" tanya Aaron sembari meminum arak dengan sangat hikmat.


Wanita itu pun menarik napas panjang dan memandang ke arah Aaron dengan tatapan yang sangat tajam.

__ADS_1


"Apakah kau sama sekali tak ingin mengatakan apa permasalahan mu dengan Siska? Ceritakan saja siapa tahu aku bisa membantu mu untuk menemukan wanita itu."


Akan tetapi Aaron terus bungkam dan tak ingin mengatakan sepatah kata pun mengenai penyebab Siska pergi dari Inggris dan memilih tinggal di Amerika.


Tentu saja hal tersebut masih menjadi tanda tanya bagi Cessy. Apalagi alasan yang dikatakan Aaron untuk mengelak pertanyaannya itu tak masuk akal.


"Kenapa aku harus mengatakannya kepada mu? Aku tidak membutuhkannya," ucap Aaron dan kemudian meletakkan gelas dengan cukup kasar ke atas meja. "Jangan mencampuri urusanku. Aku tidak suka kamu mencari masalah denganku," ucap Aaron dengan tatapan yang sangat tajam sebagai bentuk peringatan kepada wanita itu.


Cessy pun menelan ludahnya dan merasa sangat kebingungan. Ia menatap ke arah Felix sebagai pelarian. Akan tetapi laki-laki tersebut hanya mengangkat bahu seolah tak ingin ikut-ikutan.


"Aku tak ingin ikut sama sekali. Ini benar-benar membuatku pusing, sudahlah lebih baik kau diam."


Jujur saja Cessy sangat kecewa mendengar apa yang dikatakan oleh Felix dan ia pun menuangkan segelas anggur ke dalam gelas lalu meminumnya dengan cara yang cukup kasar Karena wanita itu ingin menunjukkan jika dirinya tengah tak ingin berbicara dengan mereka.


Felix pun hanya mendesah lelah lalu kemudian memandang ke arah Aaron dan juga Cessy secara bergantian. Jujur saja iya tadi juga melihat ada sosok wanita yang sangat mirip dengan Siska, tapi sama seperti Cessy jika ia belum bisa memastikan bahwa wanita itu adalah Siska.


Felix pun menarik tangan Cessy dan kemudian mendekatkan telinganya pada wanita itu. Cessy hampir saja ingin berontak sebelum ditenangkan oleh Felix.


"Aku tidak akan melakukan sesuatu kepadamu. Aku hanya ingin memastikan sesuatu. "Cessy pun terdiam dan membiarkan Felix berbisik di telinganya. "Apakah kau tadi melihat ada wanita yang mirip dengan Siska?"


________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.


__ADS_2