Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 55


__ADS_3

Tatapan tajam seorang Aaron tak membuat Antoni gentar sama sekali. Ia bahkan makin berani dan meletakkan pistol tersebut di depan mata Siska. Siska sendiri yang dalam penyamaran untuk keluar sangat terkejut. Ia tak mengenali kedua orang yang ada di dekatnya dan ia tahu jika dirinya saat ini tengah menjadi tumbal. Itu sama sekali tidak keren di depan Siska. Ia sendiri kebingungan dengan situasi yang menimpa dirinya saat ini.


Siska mencoba untuk tegang dan mengendalikan pikirannya yang sempat merasa panik. Ia tak boleh kalah dan jika perlu ia akan menghabisi orang yang tengah mencoba bermain-main dengannya.


Siska pun melirik pria itu sebentar dan lalu mengangkat satu sudut bibirnya membentuk sebuah saringan yang cukup mematikan. Antoni sendiri tak menyadari jika itu adalah Siska sebab pakaian wanita itu begitu lusuh dan tampak tak bisa dikenali walaupun menurutnya hanya mirip sekilas.


"Tuan apakah kau tidak takut sama sekali? Aku pernah membunuh orang, kau mengancam orang yang salah," ucap Sika dan melirik mata Antoni yang tampak terkejut tapi setelahnya biasa saja.


"Kau berani melawanku, tampaknya kau juga bukan orang yang main-main."


"Ya tentu saja. Karena aku pernah dipenjara, Apakah kau tidak takut mengancam orang yang salah? Bisa saja kau akan kubunuh seperti korbanku dahulu."


Antoni pun merasa tertarik dengan wanita yang tengah menyerang dirinya balik.


"Kau hanya wanita lusuh. Kau pasti tidak tahu siapa aku, padahal fotoku tersebar di mana-mana."


"Lantas siapa kau?"


"Aku adalah Antoni pembunuh berantai yang terkenal di Inggris dan merepotkan negara Inggris."


Jujur saja Siska sangat merasa terkejut. Jadi ini adalah Antoni, seperti inikah wajahnya? Lumayan sangat tampan di umurnya yang sudah sangat tua. Siska pun memandang ke depan dan menatap ke arah pria yang mengenakan topeng. Jika mendengar nama orang ini adalah Antoni, berarti tidak salah lagi orang yang ada di depannya adalah Aaron.


Mata Siska pun seketika berkaca-kaca. Ia sangat merasa sedih dan juga merasakan rindu yang cukup dalam terhadap orang yang ada di depannya. Bahkan tanpa melepaskan topengnya ia merasa jika Aaron tidak kalah tampan dari ayahnya. Ia benar-benar berwibawa dan Siska merasa minder karena pernah dekat dengannya.


"Kenapa? Kau terkejut dengan latar belakangku ini?" Siska pun memandang ke arah Antoni yang saat ini seolah-olah merasa menang karena menganggap dirinya terkejut karena ketakutan.

__ADS_1


Siska mendeci dalam hati jika perlu ialah yang akan membunuh pria itu langsung di tempat tanpa mempedulikan nasibnya ke depannya yang bisa saja di penjara lagi. Akan tetapi pria inilah yang telah membawanya ke dunia modern ini dan melakukan eksploitasi terhadap anak-anak di sukunya.


"Kau pikir aku akan tunduk dan takut kepadamu? Sampai kapanpun aku tidak akan pernah takut. Kau tertipu dengan ekspresiku yang sebenarnya tengah mengejekmu," ucap Siska dan lalu kemudian menepi senjata api yang ditodongkan ke arah dirinya.


Antoni sendiri tak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh Siska. Begitu juga dengan Aaron yang langsung terbenam melihat aksi Siska yang lumayan berbakat.


Siska melawan pria itu balik dan tanpa ragu menembakkan satu peluru dari senjata api tersebut ke pipi Antoni. Seketika darah segar pun keluar dari pipi tersebut. Siska hanya bisa menarik napas panjang dengan dadanya yang tampak tersengal-sengal. Ia hendak menembak mati Antoni akan tetapi sebuah tangan menghalang dirinya.


Siska pun memandang ke arah orang tersebut. Orang itu adalah pria yang bertopeng yang Siska sendiri tahu siapa dia. Siska tak berkutik sama sekali dan kemudian menjauhkan senjata api dari tangannya sehingga senjata tersebut jatuh di samping Antoni.


Anthony tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sehingga ia pun menembakkan satu peluru tersebut ke arah Siska. Aaron yang menyadari hal tersebut lantas langsung menarik tubuh Siska sehingga dirinya lah yang terkena timah panas tersebut.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau diam saja?" ucap Aaron dan kemudian memutuskan untuk memborgol tangan Antoni yang sudah tak berdaya lagi. Padahal Aaron sangat ingin dirinya lah yang akan melumpuhkan Aaron, akan tetapi ia tak menyangka jika bagiannya tersebut direbut oleh wanita ini.


Siska diam dan dalam keadaan mati kutu. Wanita itu tak menyangka dengan apa yang telah ia lakukan bahkan dirinya masih tak percaya jika orang di sampingnya ini adalah Aaron. Ia ta salaman apa kakak lagi dirinya merasa familiar dengan Aura ini. Tak salah lagi orang tersebut memanglah Aaron.


Aaron terkejut mendengar pernyataan dari Siska. Dari mana Siska mengetahui jika dirinya memiliki dendam pribadi kepada Antoni.


"Kau harus ikut kami."


"Maaf Tuan, atas dasar apa Anda membawa saya. Terlebih lagi saya adalah orang yang telah berhasil melumpuhkan dia. Anda tidak seharusnya menangkap saya."


"Jangan takut terlebih dahulu. Kau dibawa bukan untuk kami penjarakan. Tapi kami hanya ingin mendapatkan keterangan darimu, kau mengatakan jika kau memiliki dendam pribadi dengannya, kesalahan apa yang telah Ia perbuat dan mungkin saja ini bertentangan dengan hukum. Kau juga harus diberikan penghargaan karena telah membantu kami."


Tubuh Siska bergetar. Bahkan tanpa disadari oleh wanita itu sendiri ia telah mengeluarkan keringat dingin. Siska tak bisa membayangkan jika dirinya ikut bersama Aaron. Ia belum sanggup untuk berbincang lebih lama lagi atau Aaron mengetahui jika dirinya adalah Siska.

__ADS_1


"Maaf tapi aku masih ada urusan. Aku harus menjemput anak ku sekolah."


"Jika begitu kami akan menemanimu menjemput anak mu terlebih dahulu."


Tidak, ini bukanlah ide yang baik. Siska tak akan membiarkan Aaron akan bertemu dengan Peter.


"Maaf tapi saya tidak ingin pergi bersama kalian."


"Tapi kamu memaksa."


Cessy pun maju dan lalu menarik tangan Siska untuk masuk ke dalam mobil. Siska terkejut dan tak bisa berbuat apapun saat ditarik oleh Cessy. Terlebih lagi ia merasakan Dejavu yang luar biasa ketika bertemu mereka lagi setelah sekian lama.


"Aku melihat keterampilan Bela dirimu juga cukup baik. Di manakah kau belajar? Kenapa teknik yang digunakan tidak asing di mataku?"


Dari tadi Cessy merasa penasaran dengan orang ini. Entah kenapa dari wajahnya ia merasa sangat familiar dan gerakan yang dilakukan oleh wanita itu juga sama dengan gerakan Aaron. Setahunya Aaron mempelajari gerakan itu sendiri dan belum pernah mempublikasikan ke publik.


"Hah?"


"Aku merasa familiar terhadap mu. Kau sama seperti teman lamaku. Namanya Siska, kau mengingatkan ku dengannya."


Siska membulatkan matanya dan seketika jantungnya berdetak lebar.


________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.


__ADS_2