
"Siska."
Siska pun langsung datang ketika Aaron memanggilnya. Lalu ia membawa berkas yang sudah diminta oleh Aaron untuk ia memeriksanya. Siska menyerahkan berkas tersebut kepada Aaron.
"Tuan. Di sini saya lihat ada sebuah tipuan dari perjanjian itu. Kata-katanya memang tak bisa dicerna tapi setelah diamati dengan baik di sini ada kalimat yang akan menjebak mu. Dia sungguh pandai membuat kata-kata dan menjebak orang lain. Sebaiknya kau jangan menandatangani nya. Kau bisa saja tertipu dan negara akan mengalahkan mu."
Aaron pun membaca berkas itu dengan teliti dan benar saja jika ada kalimat tipuan yang tak akan disangka-sangka. Untungnya ia belum menandatangani berkas tersebut.
"Mereka sepertinya berusaha mencari celah untuk menipu negara. Dia adalah orang yang berasal dari dapartemen pemerintahan dan itu artinya ada orang dalam yang berkhianat terhadap negara."
"Ya istana bisa saja terancam. Kau harus mengirimkan beberapa orang untuk menyamar dan menyelidiki itu."
"Kau benar Siska. Aku tak bisa membiarkan ini terus terjadi dan berkembang. Mereka semua menang harus ditumpas."
Siska tersenyum lebar dan merasa bangga terhadap Aaron yang memiliki tekad yang luar biasa. Mungkin dia akan menjadi ketua yang baik. Aaron langsung bergerak dan memerintah beberapa orang untuk menyelidiki beberapa penjabat di kota ini.
Sudah pasti ini ada hubungannya dengan narkoba. Mereka ingin melancarkan pengedaran narkoba mereka di negara ini.
Setelah memerintahkan beberapa orang untuk menyelidiki, Aaron pun kembali ke ruangannya dan melihat jika Siska tengah bekerja.
Ia pun menghampiri wanita itu dan mengambil berkas yang tengah diteliti oleh Siska. Ia meletakkan berkas itu ke atas meja yang mana hal tersebut membuat Siska merasa bingung.
"Kenapa kau mengentikan ini?"
"Hari ini ada pertemuan dengan wartawan. Kau harus siap dan menjawab pertanyaan nanti dengan baik dan jangan sampai membocorkan rahasia."
"Baiklah."
__ADS_1
"Karena ini adalah hari pertama mu berjumpa dengan banyak orang maka aku ingin kau selalu ada di sisi ku. Satu lagi aku ingin kau memakai topeng sama sepertiku. Wajah kita tak boleh ketahuan dan kelompok Bin ini pun sangat rahasia siapa saja anggotanya."
Setelah dijelaskan oleh Aaron apa alasannya Siska pun mulai paham. Ia juga tak keberatan untuk menggunakan topeng. Bahkan anggota lainnya juga banyak yang menutup wajah mereka.
Siska pun berhenti bekerja dan lain disiapkan baju yang sangat formal lalu mengenakan topengnya. Ia pun menghampiri yang sudah datang menjemput dirinya.
Siska tersenyum lebar dan tanpa rasa bersalah ia menyentuh wajah Aaron dengan sesuka hatinya tanpa ada batasan antara ketua dan juga pelayan.
"Wah kau juga menggunakan topeng kau tidak berbohong. Aku jadi penasaran dengan penampilan mu."
Aaron pun gemes mendengarnya. Ia menyibak tangan Siska begitu saja membuat siswa tersadar dengan profesinya. Wanita itu mengerucutkan bibirnya lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya.
"Padahal aku ingin hanya ingin melihat dirimu. Kenapa kau begitu menyebalkan?"
"Tidak sadarkah kau jika aku adalah seorang tuanmu. Tidak seharusnya kau bersikap seperti itu."
Siska mengagukan kepalanya dan paham. Wanita itu tersentak ketika tiba-tiba Aaron menarik tangannya dan keluar dari ruangan tersebut. Ia merasa jika ada beberapa tentara yang mengikuti mereka hingga sampai ke dalam mobil.
__________
Setelah selesai melakukan rapat dengan beberapa petinggi lainnya pada akhirnya mereka pun keluar dari istana. Aaron selalu menggandeng Siska dan menjadi mata untuk Siska. Hal tersebutlah yang membuat Siska merasa senang dengan sikap Aaron kepadanya.
"Sebentar lagi di luar pasti banyak wartawan yang akan menyambut kita. Bahkan ketika masuk saja mereka sudah banyak apalagi jika keluar Kau harus menyiapkan mentalmu karena kita akan menjawab pertanyaan mereka."
"Baiklah aku selalu siap."
Siska dan tak pernah melepaskan tautan tangan mereka. Apalagi Aaron tahu jika Siska memiliki penglihatan yang terbatas. Benar saja ketika keluar dari istana banyak sekali wartawan yang sudah berkumpul menyambut mereka di luar. Beberapa petinggi lainnya sudah diwawancarai dan saatnya wartawan menghampiri ia dan Siska.
__ADS_1
"Apakah dia seorang kekasihmu?" tanya salah satu wartawan kepada Aaron dan Aaron pun menatap ke arah Siska.
"Dia bukanlah kekasihku. Dia juga adalah pelayan pribadiku. Dia dalam keadaan sakit makanya tak bisa lepas dariku."
Tentunya banyak orang yang merasa terkejut dengan pernyataan Aaron tersebut. Namun untuk menghindari rumor yang tidak mengenakan di tengah masyarakat Apa yang membuat dirinya selalu menggandeng tangan Siska.
Ada beberapa orang yang paham dengan situasi itu dan ada juga yang tidak mengerti dan selalu membantah setiap klarifikasi yang dilakukan oleh Aaron. Namun untungnya Aaron menjelaskan begitu rinci hingga mereka yang membantah akhirnya terbantah.
Setelah selesai melakukan wawancara dengan beberapa wartawan Aaron pun membawa Siska ke dalam mobil. Mereka harus secepatnya kembali ke markas sebelum orang-orang yang mengincar dirinya berhasil melakukan pembunuhan terhadapnya.
Bagan Siska sendiri merasa jika di sekitar ini tidak aman dan ada beberapa sniper yang mengarah kepada mereka. Walau ia tak bisa melihat Tapi dia bisa merasakan aura. Ia tak tahu kenapa dirinya bisa memiliki kemampuan tersebut. Seolah-olah Aura itulah yang menjadi matanya. Mungkin ada kelebihan pada dirinya.
"Aku merasa jika di sini bukanlah tempat yang aman."
"Ya di sini memang bukan tempat yang aman. Banyak orang yang sedang mengincar ku."
Siska menarik napas panjang dan lalu kemudian mereka menyamar dan tak lagi menggunakan topeng. Bahkan secepat kilat mereka telah berganti mobil sederhana. Orang-orang yang tengah mengintai tersebut tak menyadarinya. Siska sedikit lega dengan hal itu dan ia berharap jika dirinya mampu untuk melawan mereka semua dengan keterbatasannya agar ia bisa melindungi Aaron.
"Kau harus slalu ada di samping ku agar aku bisa melindungi diri mu." Aaron refleks memandang ke arah Siska. Ia terkejut bagaimana Siska benar-benar bertekad ingin melindungi tuannya.
"Kau adalah pelayan ku yang baik. Itulah yang harus kau lakukan untuk menyelamatkan ku."
Siksa menarik satu sudut bibirnya. Ia merasa sangat bahagia karena telah dipuji oleh Aaron. Ia tak menyangka jika pujian itu mampu meluluhkan hatinya.
"Terima kasih."
_______
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.