
Siska berontak ketika ia dikurung bahkan tak diberi makan. Tapi dia sedikit bersyukur saat tahu bahwa Antoni tak mengetahui bahwa dirinya bergabung dengan BIN dan juga menjadi pelayan anaknya. Jika tahu itu sangat bahaya. Tapi tetap saja ia tak bisa senang lebih dulu dan bisa saja Antoni hanya berpura-pura tidak tahu tapi kenyataannya ia mengetahui semuanya.
Siska mendesah panjang. Ia tak bisa berada di dalam sini terus menerus karena wanita itu tahu bahwa dirinya harus membutuhkan asupan masuk ke dalam tubuhnya agar ia memiliki energi dan kemudian bisa melawan mereka semua. Jika harus seperti ini terkurung tanpa adanya makanan Siska tak akan bisa melarikan diri.
Berhari-hari wanita itu berjuang hidup hingga pada akhirnya ia diberi makan dan makanannya cukup layak. Mungkin Antoni tak ingin dirinya mati sia-sia. Baiklah jika itu yang ada di pikiran Antoni dan itu artinya ia bisa memiliki peluang untuk melarikan diri. Namun Siska tak langsung melarikan diri dan wanita itu menambah energinya secara diam-diam dan berlatih di dalam ruangan tersebut sebelum akhirnya ia akan menjalankan aksinya.
Mungkin tak akan ada yang menyangka dengan apa yang dilakukan oleh Siska. Bahkan wanita itu sangat kuat dan ia sukar dikalahkan jika dirinya memiliki energi yang cukup untuk melawan.
Pintu terbuka dan Siska menatap ke depan dan berpura-pura menjadi gadis yang polos seperti biasanya. Wanita itu hanya menatap ke depan dengan pandangan yang kosong sebelum akhirnya ada seseorang yang menyerahkan makanan kepadanya. Siska hanya memakan makanan itu apa adanya sebelum akhirnya ia akan bertindak.
Siska tersenyum miring dan menjatuhkan piringnya hingga hancur beberapa keping. Orang yang tengah berjaga tak jauh tersebut yang tugasnya di sana untuk memastikan bahwa siskata makan atau belum pun sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Siska. Ia pun menghampiri Siska dan ingin memaki wanita itu. Namun Siska masih berpura-pura menjadi gadis yang lugu dan takut dengan apa yang telah ia lakukan. Kemudian wanita itu diam-diam mengambil pecahan kaca yang telah Ia pecahkan.
Setelah itu barulah Siska menggorok leher laki-laki itu yang membuat sang pria kehabisan napas dan lalu jatuh ke lantai. Siska tersenyum lebar lalu mencari senjata yang dimiliki oleh pria itu. Saat menemukannya wanita tersebut tak berhenti untuk tak tersenyum.
Ia mengambil senjata milik laki-laki tersebut lalu membawanya menyusuri lorong sebelum akhirnya ia akan melarikan diri. Wanita itu sudah tahu di mana akses untuk melarikan diri dan di mana saja pintu-pintu jalan keluar untuk dia melarikan diri.
Siska berjalan gontai dengan tubuh yang tak terawat. Kemudian wanita itu menggunakan tongkatnya serta menyimpan senjata. Orang-orang yang di sana bingung melihat Siska berjalan sendirian. Namun Siska hanya diam saja dan melewatinya. Ia tak akan menyerang jika mereka tidak menyerangnya.
__ADS_1
Siska menyunggingkan senyum miring saat salah satu dari mereka menghalangi jalannya.
"Maaf Nona, kau tak bisa pergi dari sini. Kau harus kembali ke tempat mu."
Siksa mendesah sangat kecewa dan menganggukan kepalanya seolah-olah dia sangat menyesal dengan apa yang ia lakukan. Siska pun mengikuti pria itu lalu kembali ke tempatnya. Saat si pria melihat orang yang telah dilukai oleh Siska ia sangat terkejut dan menatap ke arah Siska hendak bertanya.
Namun belum sempat Ia membuka mulutnya tiba-tiba sebuah peluru masuk ke dalam mulutnya secara paksa dan mematahkan giginya. Siska hanya menembak asal dia tak tahu ke mana peluru itu menyasar. Tapi yang jelas dia tahu bahwa peluru itu tepat sasaran.
"Sangat sayang sekali kau membuatku menjadi seorang pembunuh. Inilah akibat kau melakukan hal dan tindakan yang buruk serta merugikan banyak orang. Kau memang pantas mendapatkannya karena kau adalah seorang pecundang yang mengharapkan keuntungan lebih banyak dari orang yang tak memiliki apapun."
Siska menarik nafas panjang dan menendang tubuh laki-laki itu. Seperti biasa ia akan mencuri senjata milik si pria. Wanita itu kembali lagi berjalan ke arah lorong pagi dengan tubuh yang penuh dengan berlumuran darah. Orang-orang yang berjaga di sana sangat terkejut melihat Siska kembali tanpa orang yang mengantarkannya tadi. Mereka saling pandang sholat tengah bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa hal itu sangat tiba-tiba dan salah satu mereka segera pergi ke ruangan milik Siska untuk memastikan apa yang sebenarnya telah terjadi.
Siska mengambil senjata mereka lalu ia kemudian melanjutkan jalannya sampai ke pintu belakang yang akan bisa membuatnya kabur. Semua orang mungkin tak akan menyangka jika gadis luka itu mampu menghabisi banyak orang.
Sementara itu orang yang tadi mengecek ke ruangan Siska sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Teman-temannya telah menjadi mayat. Lantas Ia pun berlari kembali ke tempatnya tadi, dan di sana mereka lebih sangat terkejut saat melihat temannya juga telah meninggal di tempat.
"Dia benar-benar mengerikan. Kita harus melaporkan ini kepada atasan."
__ADS_1
"Tapi dia tidak ada."
"Telepon saja secepatnya. Atasan harus tahu dengan apa yang telah terjadi di sini. Apalagi Siska benar-benar sangat keterlaluan. Apakah kau akan membiarkan wanita itu kabur begitu saja setelah menghabisi teman kita? Kita harus mengejarnya secepatnya."
Mereka pun lantas berbagi tugas dan memberitahu beberapa penjaga untuk mengajar Siska. Siska tahu kejadian ini akan terjadi. Maka dari itu ia hanya menarik senyum miring di wajahnya. Ia sudah merencanakan bagaimana kaburnya. Wanita itu akan melewati jalan yang tak terkira dan meninggalkan jejak palsu. Iya memarutkan darah ke lantai di sebuah lorong, padahal Ia tak ada lewat di situ.
Namun Ia menggunakan jebakan dan mengarahkannya kepada suatu ruangan. Mereka pasti akan mengejarnya masuk ke dalam ruangan itu dan maka dari itu ia pun akan mengunci mereka di dalam.
Benar saja mereka datang dan masuk ke ruangan tersebut. Siska yang telah bersembunyi lantas cepat menutup pintunya lalu menguncinya. Mereka semua terkejut dan menggedor pintunya tapi Siska berlari dengan cepat menuju ke ruangan lain.
Orang-orang mengejarnya ke ruangan tersebut tanpa tahu jika ada jendela di depan sana yang mana Siska telah keluar diri jendela itu dan beralih ruangan. Mungkin pintu gerbang telah ditutup tapi Siska memiliki akal yang cerdik.
Ia tahu apa yang harus ia lakukan ya itu berpura-pura kabur melalui pohon besar yang ada di belakang dengan meninggalkan beberapa jejak palsu. Tapi padahal aslinya ia akan pergi keluar saat mereka semua mencarinya ke belakang.
____________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.