
Aaron tak bisa langsung pergi ke hotel karena ia harus bertemu dengan beberapa petinggi di Amerika ini untuk menyelamatkan masalah tersebut. Kedua bawahannya pun tak bisa membantah ucapan Aaron dan mereka mengikuti kemanapun Aaron pergi.
Mereka sudah sampai di depan cafe di mana mereka akan membahas sebuah masalah itu di kafe tersebut. Kebetulan sekali ia sangat lapar dan belum sempat makan, jadi Aaron lebih leluasa untuk mengisi perutnya lebih dahulu.
"Apakah kalian lapar? Apakah kalian juga ingin makan?" tanya laki-laki tersebut sembari memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Pelayan pun datang dan menebarkan senyum manis. Seperti biasa pasti Felix akan menggoda wanita tersebut yang membuat Cessy langsung memandang ke arah pria itu dengan tatapan yang sangat jijik.
Ia tak mengerti kenapa bisa satu kelompok dengan orang aneh seperti Felix tersebut.
"Kau terlalu banyak menggombal. Kau tak tahu malu," tutur Cessy sembari menoyor kepala laki-laki yang ada di sampingnya.
Aaron yang melihat adegan tersebut pun tersenyum lebar. Ia tahu jika hal tersebut tak bisa lepas dari pandangannya karena melihat Felix dibully oleh Cessy adalah hal yang paling menyenangkan.
"Felix kau sudah mengerikan jika wanita itu cukup mengerikan. Kau lihat saja Cessy iya begitu mengerikan dan apakah kau tak pernah ingin mencampakkannya?"
Mata Cessy kontan terbuka dan tak setuju dengan ucapan laki-laki tersebut. Tatapan matanya begitu garang hingga menciptakan tawa pada Felix dan juga Aaron. Cessy sendiri merasa sebal dengan kedua pria itu yang tak ada habisnya membahas dirinya.
"Kalian hanya bisa membahas diri ku saja. Kau begitu keterlaluan dan tak tahu malu. Huh, semua pria sama saja. Lagi pula buat apa Felix mencampakkan ku, kami tak memiliki hubungan sama sekali," ucap Cessy yang menatap ke arah Felix dengan tatapan jijik.
Aaron langsung menatap ke arah Felix yang tampak sangat sedih dengan ucapan Cessy tersebut. Ia menghela napas panjang dan kemudian menepuk pundak Felix untuk menyemangati pria itu dan tak terus-menerus bersedih.
"Kau haris tahu jika wanita itu cukup membingungkan dan juga mengerikan. Yang penting kau harus bersabar dan semoga saja dapat meluluhkan hatinya."
Cessy yang ada di sana merasa terganggu dengan percakapan mereka. Ia menatap ke arah Felix yang tampak tengah merasa sedih dengan ucapannya tadi. Cessy sendiri tak akan menyangka Jika reaksi Felix akan seperti ini.
__ADS_1
"Kok begitu berlebihan, kau tahu jika kau tak pantas untuk mu jadi jangan berharap lebih. Anggap saja aku adalah orang jahat, apalagi setiap hari aku sering membully mu, jadi buat apa kau menyukaiku," ucap Cessy sembari mengendarakan matanya ke sekitar.
Saat melihat ke arah sudut ruangan yang ada di cafe ini ia terkejut saat melihat orang yang mirip seperti dengan Siska. Hanya saja ia tak percaya jika orang itu adalah Siska.
Aaron yang merasa bingung dengan tatapan Cessy pun memandang ke arah objek yang tengah di lihat oleh Cessy. Namun saat ia menatap ke arah tersebut Siska tengah membalikkan badannya hingga ia hanya bisa menatap punggung wanita itu.
"Apa yang sedang kau lihat? Apakah kau melihat seorang lelaki tampan?" tunjuk Aaron ke arah Daniel yang tengah menggendong Peter. "Lihat dia telah memiliki seorang anak apalagi yang kau harapkan. Lebih baik bersama Felix. Dia juga datang bersama dengan istrinya."
Cessy memandang ke arah dengan tatapan yang sangat tidak percaya. Apakah arang tidak melihat wajah wanita itu tadi yang sangat mirip dengan Siska. Apakah hanya ia yang salah lihat? Tapi rasanya sungguh tinggal tak mungkin. Ia merasa jika Siska nyata ada di depannya. Namun ia harus bersikap seperti apa karena semuanya begitu mendadak dan ia tak tahu jika Siska ada di Hawaii.
"Tidak aku merasa sedang melihat orang yang sangat mirip dengan teman ku dulu. Tapi aku rasa itu bukanlah dia. Tapi entahlah aku tak bisa menebaknya apakah itu dia atau bukan," ucap Siska sembari menghela napas panjang dan kemudian menghembuskannya secara perlahan.
Tak lama pesanan mereka pun datang dan Cessy Lana mengambil makanannya dan menyantap nya.
Tapi untungnya Felix tidak merasa keberatan Dan menganggap lelucon yang dilontarkan oleh Aaron adalah sebagai gurauan.
"Kita adalah orang yang tersakiti karena cinta. Apakah kita adalah pria yang begitu menyedihkan? Sehingga kita harus terjebak dalam percintaan yang begitu rumit?" tanya Felix kepada Aaron yang tentunya tak akan paham dengan dunia percintaan.
Tak lama orang yang ditunggu mereka telah datang. Beberapa petinggi militer dari Amerika yang bekerja di CIA dan FBI yang akan membantu Aaron dalam menyelidiki beberapa kasus dan masalah yang terjadi di Inggris.
Mereka semua pun langsung membahas masalah yang telah terjadi. Perbincangan itu berjalan dengan cukup hikmat.
Karena duduk mereka tidak jauh dari Siska sehingga Siska sedikit mendengar pembicaraan tersebut. Ia memandang ke arah Aron dan juga beberapa orang yang ia anggap cukup mencurigakan. Walaupun mereka mengenakan pakaian biasa tapi Siska tahu jika orang tersebut adalah orang penting dan bisa saja merupakan badan rahasia yang dimiliki oleh negara.
Melihat semua itu mengingatkan Siska dengan pekerjaannya di masa lalu. Diam diam ia mendengarkan masalah yang telah terjadi dan Siska sedikit bisa menyimpulkan masalah tersebut. Iya langsung mengerti dengan jalan masalah walaupun dirinya belum mengetahui masalah itu seratus persen.
__ADS_1
"Mama Kenapa kau dari tadi terus melamun?" Daniel pun menatap ke arah Siska.
Namun ia merasa tertarik dengan pemandangan yang ada di belakang Siska. Lalu kemudian ia mengalihkan tatapannya lagi kepada wanita itu.
"Tampaknya mereka bukan orang biasa. Maka dari itu kau jangan macam-macam kepada mereka," ucap Daniel yang tentu saja tanpa diberitahukan oleh laki-laki tersebut pasti akan dilakukan oleh Siska.
"Aku tahu jika mereka adalah anggota dari rahasia milik negara."
"Apakah kau tidak takut sama sekali? Bagaimana jika orang itu akan menangkapmu?"
Siska pun tersenyum lebar sembari meminjamkan matanya. Menangkap dirinya ya? Siska sendiri adalah seorang mantan narapidana dan ia pernah membunuh orang sudah pasti dirinya tak akan takut sama sekali dengan apa yang terjadi kepadanya nanti.
"Aku tidak takut sama sekali. Jika mereka ingin mengganggu ku, maka aku akan tinggal melawannya saja," ucap Siska kepada Daniel.
Daniel pun tampak meremehkan Siska. Hanya saja ia tak tahu dengan masa lalu Siska sesungguhnya.
"Jika kau menangis nanti jangan salahkan aku."
"Baiklah kita akan bertaruh." Siska pun tersenyum miring.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1