
Setelah melakukan perawatan dan Siska pun pada akhirnya bisa dinyatakan sembuh dari demamnya walaupun dirinya tak harus melakukan aktivitas yang banyak karena Siska masih membutuhkan istirahat. Tapi untungnya Aaron kali ini pengertian terhadapnya. Entah kebaikan dari mana tapi Siska sangat bersyukur jika laki-laki tersebut mengerti terhadap kondisinya ini.
"Apakah kau sudah sembuh sehingga datang ke tempat latihan dan berlagak ingin melayani ku? Tapi sangat disayangkan aku sekarang belum membutuhkan pelayan. Jika kau ingin membantuku lebih baik kau tidur saja."
Siska tahu apa yang dia lakukan kali ini bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh dokter jika dirinya harus lebih banyak beristirahat. Namun Siska juga tak merasa enak jika terus-terusan berada di dalam kamar dan tidur tidak melakukan aktivitas sama sekali. Dirinya ingin melakukan banyak hal yang bisa membuatnya tak merasa bosan. Maka dari itu dia berpikir kondisinya sudah sangat baik dan tak ada masalah jika dirinya datang ke tempat pelatihan.
"Maafkanlah aku, Tapi jujur saja aku merasa tidak enak berada di dalam kamar dan itu sangat membosankan." Aaron pun menganggukkan kepalanya beberapa kali dan tidak tahu atas dasar apa ia menganggukkan kepalanya.
Tapi tampaknya pria itu tengah memuji sesuatu yang membuat Siska sangat khawatir adalah pria itu menatap arah dirinya. Apakah itu artinya Aaron tengah melakukan rencana licik terhadapnya.
"Apakah kau sedang merencanakan sesuatu terhadap ku?" tanya Siska dengan mengusap tengkuk karena tatapan yang dilontarkan oleh Aaron sangat dingin dan membuatnya menjadi salah tingkah.
Wanita itu menarik Kenapa selalu menghembuskannya secara perlahan. Setidaknya hal tersebut dilakukan olehnya agar bisa membuatnya tenang. Dan dadanya tak terlalu berdegup kencang.
"Aku sedang memikirkan hukuman apa yang cocok kepadamu karena tidak mematuhi perintahku. Aku tidak ingin diriku repot karena hanya mengurusmu yang terus sakit. Semakin kau melakukan banyak aktivitas di luar maka semakin lama kau akan sembuh dan itu artinya aku tidak ada mendapatkan pelayanan darimu dan bantuanmu dengan waktu yang cukup lama. Apakah kau menganggap apa yang aku katakan ini hanya candaan?"
Siska lantas langsung terdiam. Ia tapi berani lagi menjawab segala ucapan Aaron. Diam dan kembali ke kamarnya mungkin adalah pilihan yang baik. Walaupun di dalam hatinya sedang mendumel marah kepada laki-laki tersebut tapi Siska berusaha menahannya mati-matian agar tak melampiaskan amarahnya tersebut kepada laki-laki itu.
Siska kembali ke kamar dengan ditemani oleh tongkatnya. Saat perjalanan ke dalam kamar ia merasa jika ada yang aneh dan seperti ada orang yang tengah mengikutinya. Sejenak Ia berpikir sungguh tak masuk akal di dalam markas ini terdapat begitu banyak orang-orang yang berkhianat.
Tampaknya orang yang mengirimkan para pengkhianat tersebut benar-benar sangat hebat karena rencananya sukses ia lakukan. Sungguh Siska merasa tertantang terhadap mereka semua. Nyatanya persembunyian yang dilakukan oleh para pengkhianat itu berhasil dikuak oleh Siska. Mungkin dari mereka ingin membunuhnya karena telah banyak memberikan informasi kepada Aaron dan membantunya.
"Jangan seperti seorang pecundang dan kau terus berada di persembunyian mu. Kau tak tahu jika diri mu itu bisa saja ketahuan dan saat ini aku pun sudah menemukan ku dan itu artinya tak ada lagi alasan untuk mu untuk terus bersembunyi."
__ADS_1
Langkah kaki pun semakin mendekat ke arahnya. Tampaknya laki-laki itu juga mengerikan dan Siska merasakan aura negatif yang sangat kental dari pria tersebut. Siska hanya memejamkan mata dan menarik napas panjang dan ia akan membunuh orang itu jika misalnya terpaksa.
"Kau rupanya tahu bahwa aku mengikuti mu."
"Aku pikir kau adalah orang sini. Tapi rupanya Kau bukanlah penghianat tapi kau adalah penyusup. Hebat juga kau bisa masuk," ucap Siska yang sebenarnya ia hanya menebak saja dan itu benar.
"Apakah kau benar-benar wanita buta? Bahkan kau tak seperti orang buta."
Suka menyeringai. Ia salah mengejek laki-laki tersebut yang mungkin saja sempurna namun sangat lemah dan masih di bawah dirinya.
"Kau tahu jika aku seorang gadis buta. Apakah kau tak pernah mendengar bahwa gadis buta dan orang-orang memiliki kekurangan lainnya di satu sisi mereka juga memiliki kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain."
"Tapi sayangnya hidupmu akan berakhir."
"Jika begitu aku sangat penasaran bagaimana kau akan membunuhku."
"Kau begitu menantang."
Laki-laki itu mengacungkan senjata di depannya dan tentunya Siska tak tahu jika pria tersebut hendak menembaknya. Namun sebelum semua itu terjadi, Aaron pun datang dan menembak kaki laki-laki tersebut lebih dulu dan langsung memborgol tangannya.
"Seorang penyusup sepertimu berani-beraninya masuk ke dalam sini."
Siska menghembuskan nafas lega. Hampir saja ia akan kehilangan nyawanya hari ini dan untung ada Aaron yang cepat datang.
__ADS_1
"Aku tak tahu jika keamananmu begitu lemah," sindir Siska yang membuat Aaron hanya terdiam.
"Sudahlah, aku tahu kau berniat ingin menyinggung ku. Tapi ini memang benar-benar kesalahan yang sangat fatal bagi ku. Aku akan mengevaluasinya ulang dan akan membentuk tim yang tak mudah ditembus."
Siska pun menganggukan kepalanya dan ia tak sabar menunggu hal tersebut. Wanita itu pun kembali ke dalam kamarnya dan berjalan dengan bantuan tongkat. Aaron yang melihat Siska pun merasa sangat tak tega.
Ia lari menghampiri Siska, lalu meraih tangan wanita itu. Sedangkan Siska sangat terkejut dengan sikap tiba-tiba Aaron itu. Refleks yang menarik tangannya dari laki-laki tersebut.
"Apa-apaan kau?"
"Maaf. Tapi aku harus membantu mu untuk ke kamar. Bisa saja mereka masih berada di sekitar sini, kita tak tahu jika ada bahaya yang akan mengintai. Apalagi kau sedang sakit dan aku sangat bodoh jika membiarkan hal tersebut."
Aaron pun langsung mengangkat tubuh Siska dan membawanya ke dalam kamar. Siska tak berkedip sama sekali karena sangat terkejut dengan Aaron yang menggendongnya. Oh Tuhan benarkah apa yang saat ini tengah terjadi pada dirinya. Ini adalah nyata dan bukan halayan nya, kan?
Siska tersenyum lebar dan memejamkan mata menikmati gendongan pria itu. Ia merasa sangat nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Aaron.
Aaron pun melirik ke arah Siska dan tersenyum tipis melihat jika wanita itu tampaknya nyaman bersama dirinya.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1