
Sedari tadi pagi tadi Siska hanya memikirkan pujian yang keluar dari mulut Aaron. Baru kali ini ia dipuji demikian. Walaupun hanya tak sengaja tapi ia yakin itu keluar dari hati yang paling tulus di dalam diri Aaron. Sejenak ia berpikir kenapa ia harus sangat bahagia seperti ini jika dipuji oleh Aaron apa kelebihan pria itu sehingga ia harus berbahagia jika dipuji oleh pria itu.
"Aku sangat aneh. Tapi keanehan ini terus berlanjut dan aku tak tahu kapan akan berhentinya," ucap Siska sembari menepuk keningnya. Wanita itu menarik napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan.
Ia pun mengercutkan bibirnya persis seperti anak kecil. Hal itu membuat ia terlihat sangat imut. Dan sementara itu ia tak menyadari dengan ekspresi yang ia tampilkan itu yang bisa saja membuat orang lain meleleh.
Siska pun berhenti tersenyum dan lu mengerutkan keningnya ketiak ia merasakan ada aura yang negatif di sekitar sini. Siska sejenak mengerutkan keningnya. Kenapa hal itu bisa terjadi dan apakah ada penyusup yang masuk ke sini dan ingin mengalahkan pertahanan bin?
Jika seperti itu hal tersebut sangat gawat dan Siska harus melaporkan secepatnya kepada Aaron sebelum orang itu bertindak lebih jauh. Ia tak ingin jika ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Maka dari itu Siska pun langsung bergegas mencari Aaron.
Sementara itu Aaron sedang merenung di ruangannya. Laki-laki tersebut ditemani oleh satu botol arak yang ia minum dari tadi. Tapi pria itu selalu saja melamun dan tak tahu telah memikirkan hal apa. Tampaknya ada sesuatu yang sangat berat yang tengah ia pikirkan sehingga membuat dia seperti itu. Aaron pun kembali meminum arak tersebut langsung dari botolnya dan ia menghela nafas panjang.
Tapi semua itu berhenti ketika ia mendengar suara atau gerakan pintu dan teriakan Siska. Aaron mengurutkan keningnya kenapa malam-malamnya seperti ini Siska berteriak di depan pintunya tersebut. Ia pun keluar dengan tubuh yang sedikit linglung karena habis meminum banyak arak.
Aaron membuka pintu kamarnya dan melihat jika ada Siska di depan. Pria tersebut pun mainan nafas panjang dan mengangkat satu alisnya. Iya menunggu Siska mengatakan apa yang hendak wanita itu katakan. Namun hal yang tak terduga malah terjadi kepada dirinya di mana Siska mengendus-endus tubuhnya. Kak Aran pun marah semua kepada wanita tersebut dan menahan kepala Siska agar tak mengendus wangi tubuhnya yang berbau dengan alkohol.
"Apa yang sedang kau lakukan Siska?" tanya Aaron sembari menghebohkan napas kasar.
"Kau sedang mabuk Tuan. Apa yang membuatmu seperti ini?" tanya Siska dan hampir saja ia lupa dengan tujuannya. "Tuan kau benar-benar ceroboh dan keterlaluan. Di luar sana orang sedang mencoba menyusup ke markas kita dan kau malah minum-minuman seperti ini. Apakah kau kuat? Jika kau merasa dirimu tak kuat maka akulah yang akan melindungimu."
"Jangan katakan hal konyol itu lagi. Aku tak yakin kau bisa melindungiku." Tampak sekali Jika wajah Aaron sangat kesal. Pria itu langsung mengambil senjatanya dan Siska malah teman yang di tempatnya.
__ADS_1
"Apakah dia mengira jika aku adalah wanita yang lemah? Aku bisa melakukan banyak hal yang tak terduga dan dia malah menganggap aku terlalu lemah seperti itu."
Tekat Siska untuk menunjukkan kehebatan yang berasal dari latihannya selama ini semakin besar. Ia ingin membuktikan Jika ia adalah wanita yang kuat dan tak bisa diremehkan walau dirinya memiliki kekurangan.
"Bahkan dia tak tahu jika aku memiliki jurus yang sangat kuat. Yayaya dia takkan pernah percaya," ucap Siska sembari mengercutkan bibirnya. Wanita itu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan. Ia tak sadar jika telah berbicara di depan laki-laki tersebut. Dalam diam Aaron tersenyum. Ia tahu juga Siska memang sangat hebat.
Aaron langsung menarik tangan Siska dan menelusuri setiap lorong-lorong. Ia sudah mengirimkan pesan kepada beberapa anggotanya untuk berjaga-jaga dan melakukan strategi yang ia berikan. Kali ini yang akan menjadi umpannya adalah Siska. Ini adalah perdananya melindungi Aaron.
Siska dengan penuh percaya diri keluar dari persembunyian sementara itu Aaron berada di atas pohon rimbun yang tak akan disangka-sangka oleh orang bahwa ada manusia di atas sana. Setelah melakukan peneropongan di sekitar markas BIN ia pun tahu jika memang ada orang yang tengah menyusup.
Tentunya walaupun di wilayah sendiri mereka semua tetap menggunakan topeng. Sementara Siska berjalan di tengah lapangan depan markas BIN sebelum akhirnya beberapa orang mencoba untuk mendekatinya dan ingin menangkapnya. Sementara itu beberapa anggota yang kuat sudah berjaga di beberapa titik yang mungkin akan dituju.
Tak ada yang menyangka jika Siska akan sekuat ini. Mungkin orang lain mengira jika Siska adalah anak yang lemah karena dirinya buta. Siska bertarung dan juga menembak beberapa penyusup itu dan menangkapnya. Seketika banyak tentara yang keluar dari bersembunyiannya untuk membantu Siska menyelesaikan misi itu. Aa Rania melihat semuanya dengan mata kepalanya tersebut tersenyum miring.
Tapi senyumnya luntur ketika ketika ia melihat Siska yang berlari ke arah pekarangan lain. Pekarangan tersebut adalah tempat tinggal ibunya. Apakah terjadi sesuatu di sana. Gawat jika hal tersebut benar-benar terjadi dan itu artinya orang tuanya tengah terancam.
"Tidak mungkin."
Aaron langsung turun dari atas pohon dan lu kemudian mengejar Siska.
Sedangkan suara gedoran pintu serta teriakan orang di luar membuat Melanie langsung berteriak nyaring. Ia ketakutan dan ingin melepaskan dirinya dari rasa takut yang membelenggu tersebut.
__ADS_1
"Pergi!"
"Melanie! Ternyata rupanya kau ada di sini. Kau pasti tahu siapa aku," gumam orang tersebut seraya tersenyum lebar.
Melanie terus menggelengkan kepalanya karena ia dikuasai oleh rasa takut yang sangat luar biasa.
"Pergilah kau dari sini. Aku tidak ingin melihatmu!"
"Tapi kau telah terlambat Melanie. Kau akan jatuh ke tanganku dan aku akan membunuh mu. Ah rasanya tidak mungkin aku membunuhmu, lebih baik aku akan menjadikanmu alat."
"Lakukanlah sesuka hatimu di sini Jika kau bisa melakukannya." Antoni terkejut ketika mendengar suara wanita itu.
Ia pun terbalik dan makin terkejut melihat senjata yang mengacung di depannya.
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA
__ADS_1