
Hari ini Siska akan pergi berjalan-jalan dengan Daniel. Karena Peter terus memaksa agar Daniel mau mengajaknya jalan-jalan mengelilingi kota Hawaii. Tidak ada pilihan lain pada akhirnya Siska pun harus mengalah dari anak laki-laki itu yang lebih menguasai tahta di rumah.
Sedangkan Daniel merasa sangat bahagia karena ia memiliki kesempatan untuk berjalan berdua dengan Siska dan kemudian mereka akan terlihat seperti keluarga kecil. Padahal Daniel bukanlah suami dari Siska.
Walaupun laki-laki tersebut beberapa kali mengajukan ingin menjadi Ayah angkat bagi Peter tapi tetap saja sampai sekarang Siska belum menjawab keinginan dari Daniel tersebut.
"Kau seharusnya merasa sangat bahagia karena kita bisa membuat Peter bahagia. Apalagi Peter sangat membutuhkan figur ayah dalam hidupnya jangan merebut kebahagiaannya yang ingin aku berikan."
"Aku tidak marah kepadamu Daniel. Tapi hanya saja aku merasa tidak enak dengan semua kebaikan yang telah kau berikan. Aku bukanlah siapa-siapa dan aku bukanlah orang yang sangat berharga di matamu. Aku merasa tidak pantas untuk mendapatkannya."
Daniel pun menekuk ludahnya dan kemudian menyentuh wajah Siska. Hal-hal seperti ini sudah sering dilakukan oleh Daniel dan Siska sendiri pun masih merasa kaget dengan perlakuan Daniel yang sudah biasa ia lakukan terhadap dirinya itu.
"Daniel aku tidak mengerti dengan apa yang kau pikirkan. Sebenarnya apa yang membuat dirimu selalu membantu diriku."
Daniel pun menundukkan kepalanya dan tak bisa mengatakan perasaan yang sesungguhnya yang tengah ia rasakan tersebut. Ia cukup malu untuk mengatakannya.
"Entahlah tapi kau tak harus tahu apa alasanku. Yang penting hari ini kita akan mengelilingi kota Hawaii dan membuat Peter merasa lebih baik."
Terlihat anak laki-laki itu tengah berlari ke arah mereka. Begitu sangat bersemangat dan sudah berpakaian rapi. Siska sendiri pun tak sampai hati jika menolak ajakan dari Daniel ketika melihat betapa bahagianya anaknya terhadap laki-laki itu.
"Baiklah aku tak ada pilihan lain jika Peter sendiri sangat senang dengan hal tersebut."
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan akan pergi mengelilingi kota Hawaii seharian. Mumpung Hari ini adalah hari libur maka mereka akan memanfaatkan sebaik mungkin.
__ADS_1
"Apakah menurutmu hari ini cukup baik? Kenapa aku merasa jika kau sangat murung?" Ya walaupun Siska tengah berada di dalam mobil tapi sangat terlihat dari ekspresinya yang tampak merasa tidak nyaman dengan semua ini.
Siska menggelengkan kepalanya dan lalu fokus terhadap jalanan. Daniel pun pada akhirnya hanya bisa menghela nafas panjang dan kemudian menanggapi celotehan Peter. Kebetulan ia sangat menyukai anak-anak dan Peter sendiri merupakan anak dari Siska orang yang disukainya membuat rasa cintanya terhadap Peter sangat dalam.
"Apakah hari ini kau ingin bermain sepuasnya?"
"Ya tentu saja aku ingin bermain sepuasnya."
"Tapi kita akan berjalan-jalan lebih dulu." Daniel pun tertawa melihat wajah murung dari Peter yang santai menggemaskan.
Daniel tak meluputkan kesempatan untuk menarik pipi gembul milik pria itu. Alhasil Peter sendiri sampai kewalahan akan perlakuan dari Daniel tersebut.
"Paman kau jangan terus-terusan menarik pipi ku. Kau tak tahu jika pipi ku sampai memerah karena diri mu."
Siska pun meraih tangan anaknya dan kemudian ia menggenggam tangan anak laki-laki itu.
"Jangan bersikap seperti itu kepada paman mu. Kau harus bisa menghargai dia, apalagi semua kemewahan yang kau rasakan adalah karena paman."
"Maaf Paman."
"Kau selalu saja mendengarkan ucapaja ibu mu yang sangat aneh itu. Dia terlalu berlebihan dan maka dari itu jangan memperdulikan dia."
Siska pun tersenyum tipis dan kemudian ia menatap ke arah uar jendela dari mobil yang mana menyajikan pemandangan yang sangat indah. Jujur saja Ini adalah pertama kalinya berkeliling Hawaii dalam kondisi bisa melihat. Maka dari itu ia terlihat seperti anak kecil yang merasa sangat takjub dengan keindahan yang terjadi di depannya.
__ADS_1
"Sangat indah, bukan? Kau pasti akan bahagia dengan semua ini. Baiklah nanti aku akan menunjukkan hal-hal yang lebih dari ini," janji Daniel yang membuat Siska langsung terpaku kepada pria itu.
Ia menundukkan kepalanya dan kemudian mengangguk. Wanita itu pun tersenyum lebar dan menikmati perjalanan yang sangat menyenangkan. Siska dan juga Peter terlihat mereka tak henti-hentinya memuji keindahan dari kota Hawaii. Mereka hari ini akan pergi ke mall dan membelikan beberapa barang untuk Peter. Lalu akan pergi ke area permainan. Itulah rencana yang telah disiapkan oleh Daniel.
"Daniel pun berhenti di depan mall yang bilang paling terbesar di Hawaii Hawaii ini."
_________
Mereka tampak seperti keluarga. Bahkan banyak yang merasa gemas dengan kedekatan mereka dan mengira jika Daniel dan Siska adalah pasangan suami istri.
Ada beberapa orang yang juga mengomentari mengenai kelucuan Peter yang memang tak bisa diragukan lagi. Anak itu lah yang paling heboh di dalam mall dan menuntun Daniel dan juga Siska di dalam mall tersebut.
"Sebenarnya kita ingin ke mana? Kenapa dari tadi kau sangat heboh?" Peter sama sekali tidak menjawab dan kemudian anak laki-laki tersebut langsung menuju ke lantai yang menyajikan beberapa permainan anak-anak.
Mulai dari situlah Siska dan juga Daniel mengetahui apa tujuan Peter datang kemari. Siska pun menarik nafas panjang dan menatap ke arah Daniel dengan Tatapan tidak enak.Ia takut jika misalnya Daniel akan marah.
"Tidak apa-apa Siska. Ini juga demi kebaikan Peter. Jangan terlalu mengekang anak itu jika kau tak ingin nanti dia akan melawan mu."
_______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1