
Cessy menarik napas panjang dan lalu kemudian menghampiri Siska. Ia duduk di samping wanita itu dan menatap ke arah yang sama dengan Siska.
"Dari tadi kau terus melamun. Sebenarnya apa yang tengah kau pikirkan? Tampaknya masalah mu juga sangat berat."
Siska menarik napas panjang dan lalu menghembuskannya secara perlahan. Ia menatap ke arah Cessy dan lalu tersenyum simpul.
"Tidak apa-apa. Aku hanya khawatir dengan anak ku."
Cessy menatap ke arah Siska dengan seksama. Semakin diperhatikan wanita di depannya ini sangat mirip dengan Siska. Hal tersebut membuat dirinya merasakan dejavu seolah tengah berjumpa dengan wanita itu.
"Kau bener-bener mirip dengan Siska. Hanya saja dia adalah wanita yang buta, walaupun kami hanya bertemu beberapa hari saja akan tetapi aku merasa sangat akrab dengannya. Huh, kau tahu bahkan dia berani menyukai Aaron yang terkenal anti dengan wanita. Tapi sayangnya Aaron malah menyakiti hatinya dan membuat ia kabur."
Siska dari tadi hanya dia mendengarkan cerita yang dicurahkan oleh Cessy. Tentu saja ia mengetahui semua kronologi itu sebab orang yang diceritakan oleh Cessy adalah dirinya. Tapi Siska tak bisa berkata apa-apa.
"Iya aku tidak mengetahui masalah kalian, dan juga aku tidak peduli dengan masalah kalian. Saat ini yang ada di pikiranku hanya ingin bertemu dengan anakku."
Cessy pun menarik napas dan lalu kemudian menepuk pundak Siska. Siska menatap ke arah tangan Cessy yang melakukan hal tersebut kepada dirinya. Ia menatap dalam ke arah mata wanita tersebut lalu menjauhkan tangan Cessy.
"Maafkan aku karena telah jauh bercerita. Tapi kami semua benar-benar sangat merindukan dirinya. Terlebih lagi Aaron tidak ada hentinya meminum alkohol dan juga meminum obat tidur agar bisa tidur nyenyak dan melupakan rasa penyesalan nya. Seandainya kami bisa bertemu lagi dan menceritakan masalah Aaron kepadanya. Pasti dia tak akan tega karena dia mencintai Aaron."
Jujur saja Siska sangat terkejut mendengar cerita tersebut. Ia benar-benar tak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh Aaron. Memang dirinya merasa prihatin dan juga sedih. Tapi di lubuk hatinya yang lain mengatakan jika Aaron pantas mendapatkannya.
"Bagaimana jika wanita itu tidak peduli?"
"Dia benar-benar keterlaluan. Tapi aku juga tidak bisa melarangnya. Ia bebas melakukan apa yang dia inginkan. Namun aku mendengar dari Aaron bahwa ia akan menyerahkan dirinya ke polisi setelah ia berhasil meringkus ayahnya. Mungkin beberapa hari lagi ia akan dikenal sebagai pahlawan dan juga sekaligus orang yang memiliki moral sangat buruk."
Siska membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Cessy. Seketika dadanya berdetak lebih cepat dan Siska merasakan tubuhnya bergetar hebat. Apa yang telah dialami Siska tak luput dari perhatian Cessy.
__ADS_1
"Ada apa denganmu? Apakah kau sedang sakit?"
Siska menggelengkan kepalanya. Ia menjauhkan tangan Cessy yang menyentuh keningnya.
"Apa yang kau katakan benar? Kenapa ia harus melakukan hal tersebut?"
Cessy pun mengerutkan keningnya karena perasaannya dengan reaksi Siska. Ia pun memandang ke arah Siska dengan tatapan yang sangat serius.
"Ada apa denganmu? Tentu saja dia melakukan hal tersebut karena dia bersalah. Kenapa kamu seolah-olah membela perbuatannya?"
Siska pun mati kutu dan tak bisa menjawab pertanyaan dari Cessy. Ia pun menundukkan kepalanya dan lalu memandang ke arah Cessy yang sudah tampak curiga terhadapnya.
"Kau Jangan berpikir aneh dahulu. Wajar saja jika aku bertanya seperti itu karena dia telah banyak hal ia lakukan terhadap negara. Apakah negara sama sekali tidak peduli dengan kebaikan yang telah Ia perbuat dan melupakan seribu kebaikan tersebut hanya karena satu kesalahan."
"Negara mungkin saja bisa memaafkannya. Tapi di sini Aaron sendirilah yang ingin menyerahkan dirinya."
Siska pun menelan ludahnya dengan susah payah. Ia tak akan tega melihat Aaron dipenjara padahal pria itu telah melakukan banyak hal untuk negara. Siska bingung harus berbuat seperti apa dan wanita itu hanya bisa menggigit bibirnya tanpa bisa melakukan apapun.
"Apa hubungannya dengan ku? Jika dia dipenjara maka aku akan naik jabatan."
Siska menganga mendengar pernyataan mengejutkan itu. Bisa-bisanya Cessy sebagai teman kecil Aaron rela melihat temannya seperti itu.
"Kau benar-benar teman yang buruk."
"Dari mana kau tahu jika kami berteman?" Siska tercengang dan menatap ke arah Cessy dengan wajah pucat. Ia sangat gagap dan tak bisa berkata-kata dan pada akhirnya ia hanya bisa tertunduk. "Reaksi mu juga sangat aneh. Apakah kau ingin merahasiakannya lebih lama lagi... Siska?"
Siska membulatkan matanya ketika Cessy mengetahui jika itu adalah dirinya. Ia pun tak bisa mengelak lagi karena bukti yang didapatkan oleh Cessy benar-benar cukup kuat untuk meyakinkan jika dirinya adalah Siska.
__ADS_1
"Cessy," ucap Siska yang sudah pasrah.
Air mata Cessy telah keluar lebih dulu dan kemudian menarik tangan Siska dan kemudian memeluk tubuh wnaita itu dengan cukup erat. Ia benar-benar merindukan Siksa.
"Aku benar-benar merindukan mu. Kenapa kau tidak jujur saja kepada ku? maafkan aku telah berbicara seperti tadi karena aku ingin mengetes mu apakah benar Siska. Dan itu benar-benar kau."
"Kau bisa mengetahuinya."
"Kau adalah orang yang pintar. Namun dihadapkan dengan orang dicintai oleh mu mau bisa menjadi orang yang bodoh," ucap Cessy menyindir.
Siska pun membalas pelukan dari Cessy. Mereka berdua melepas rindu yang cukup dalam dan sudah lama tak terlampiaskan.
"Entahlah."
"Apakah selamanya kita akan seperti ini? Sengaja melakukannya karena aku tidak sanggup melihat teman kecilku harus dipenjara setelah ia melakukan banyak hal untuk negara. Makanya aku membohongimu agar kau bisa mencegah Aaron tak menyerahkan dirinya ke penjara. Jika kau tetap keras kepala, maka aku tidak bisa memaksa keputusan mu."
Siska berada di dalam kondisi yang sangat membingungkan. Wanita tersebut tak tahu harus melakukan apa agar dirinya bisa menyelamatkan Aaron. Ia memang merasa sakit hati namun melihat orang dicintainya dipenjara maka ia akan lebih sakit.
"Aku tidak tahu harus melakukan apapun."
"Lakukan lah yang terbaik. Ini demi dirimu dan juga anak kalian."
Siska kontan menatap ke arah Cessy.
"Hah? Kau..."
__________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.