Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 60 END


__ADS_3

Siska menarik napas panjang dan tersenyum lebar ke arah kaca yang memantulkan dirinya yang sangat berseri di dalam kaca. Siska tak menyangka jika hari ini akan tiba. Hari sakral yang tak akan pernah Siska lupakan.


Ia akan mengucapkan janji suci di depan altar di gereja yang cukup indah di London. Walaupun dirinya memiliki keyakinan yang berbeda dengan Aaron tapi mereka tetap memutuskan untuk menikah.


Bagi mereka itu bukanlah sebuah penghalang untuk bersatu. Apalagi kebahagiaan Peter lebih utama.


"Wow, kau sangat cantik Siska. Aku tak bisa berkata-kata dan aku yakin jika Aaron melihatmu sekali saja langsung merasa terpana. Kau adalah wanita paling cantik menurut ku."


Begitu juga yang dikatakan oleh para perias wajah yang merasa jika wajah Siska cukup unik dan wanita itu sangat cantik. Siska menundukkan kepalanya karena merasa malu. Bukan aaran yang akan terpanakan tetapi dirinya yang mendengar ocehan dari sahabatnya tersebut juga membuatnya cukup malu dan tak bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.


"Kau jangan terlalu berlebihan. Sudahlah. Aku adalah orang yang sangat cantik dan kau tak usah mengatakannya lagi. Aku sangat malu."


Cessy pun tertawa dan kemudian ia menatap ke arah kaca di depan Siska. Ia menarik napas panjang dan merasa sangat tak sebanding dengan Siska yang memiliki aura kecantikan yang sangat luar biasa.


"Dari dulu aku merasa tidak beda dengan kecantikan mu. Baiklah kau benar-benar cukup cantik dan membuatku tak bisa berkata-kata."


Mereka pun tertawa dan lalu kemudian terdengar suara orang dari luar jika Siska harus segera pergi ke gereja. Siska pun yang telah selesai didandani lantas langsung menuju ke gereja gereja. Saat mereka memasuki halaman gereja para tamu undangan telah berdatangan. Tentunya undangan tersebut bukanlah orang main-main akan tetapi semuanya adalah orang penting yang ada di negara Inggris. Bahkan Raja sendiri pun menghadiri acara pernikahan tersebut.


Siska tersenyum lemparan dan aura pengantin yang benar-benar keluar. Ia memasuki gereja dan anak-anak pun langsung menaburkan bunga di sepanjang jalan yang dilalui oleh Siska. Hingga ia melihat ada anaknya yang ikut menaburkan bunga hingga membuat dirinya tak bisa berkata-kata dan sangat terharu.


Ia juga menyadari jika Daniel ada di sini. Walaupun sampai sekarang siswa masih merasa bersalah kepada laki-laki tersebut tapi ia kan minta maaf kepada Daniel dan membalas Budi pria itu.


Siska pun menyambut tangan pria yang mewakili ayahnya. Lalu kemudian ia dibawa ke arah altar dan diserahkan kepada Aaron. Aaron tak bisa berkutik melihat bidadari di depannya. Benar-benar tak nyata. Kecantikan yang dimiliki oleh Siska memang sangat luar biasa.


"Kau adalah wanita yang sangat cantik, aku benar-benar merasa sangat kagum dengan mu."

__ADS_1


"Hari ini kau juga merupakan orang yang paling tampan di mata ku," ucap Siska dan lalu kemudian tersenyum ke arah pria itu.


Mereka lantas mengucapkan janji suci dan lalu kemudian bersumpah untuk hidup semati. Siska tak menyangka jika hari ini akan berlalu sangat cepat. Sekarang ia telah menjadi istri dari Aaron dan itu artinya ia akan benar-benar melupakan desa dan segala masa lalunya.


Orang-orang di desa tak lagi menerima dirinya. Dan menganggap Jika ia adalah pembawa masalah sehingga dirinya memutuskan untuk tetap tinggal di kota bersama Aaron.


________


Hari ini adalah hari di mana Peter telah resmi masuk sekolah dasar. Sebagai bentuk rasa bangga dan sekaligus rasa bahagia, Siska pun mendampingi Peter ke sekolah secara khusus.


Aaron juga turut menemani anaknya dan mengajarkan kepada sang anak caranya untuk bersosialisasi. Speaker merupakan anak yang ceria dan juga mudah bergaul sehingga Ia memiliki banyak teman.


Keterbangan telah memiliki 10 orang teman. Apalagi dia memiliki latar belakang keluarga yang cukup baik sehingga orang mau berteman dengannya.


"Mama! Ini aku telah memiliki banyak teman. Aku sangat senang bersekolah."


"Aku sama sekali tidak pernah bersekolah. Aku sangat merasa iri dengan kalian."


Aaron yang ada di samping Siska pun mendekap tubuh wanita itu yang tampak tengah minder dengan keadaan dirinya sendiri. Aaron menggelengkan kepala, padahal jika Siska sudah pintar seperti ini tak perlu lagi untuk sekolah.


"Orang pintar sepertimu sangat sia-sia untuk sekolah. Kau bisa mempelajarinya secara otodidak."


Siska pun memutarkan bola matanya jengah. Ia kira pria itu akan menyemangati dirinya atau bahkan menawarkan agar ia bisa bersekolah, namun respon Aaron sungguh di luar dugaannya.


"Seperti yang kau katakan jika sekolah sangat penting."

__ADS_1


"Tapi dengan kau tidak pernah sama sekali bersekolah tapi kau menjadi orang yang cukup pintar. Tak kalah dengan orang-orang yang pernah bersekolah. Bahkan ku akui jika kau lebih pintar dariku, aku sendiri tak menyangka jika kau adalah seorang manusia kukira kau adalah robot."


Siska menatap ke arah Aaron dengan tatapan nyalang. Ia menyenggol tubuh pria itu yang masih saja bisa bercanda.


Siska mendengus dan terus berkeliling untuk melihat kegiatan siswa baru. Mereka tampak sangat bahagia dan melakukan beberapa metode permainan yang mendidik. Siska sungguh merasa jika dirinya iri dengan anaknya sendiri yang bisa bersekolah.


Namun melihat Peter yang memiliki pendidikan cukup baik membuat Siska tak henti-hentinya terus tersenyum. Setidaknya anaknya memiliki pendidikan yang sangat bagus tidak seperti dirinya.


Siska pun menarik nafas panjang dan lalu kemudian meraih tangan Aaron dan menggenggamnya. Siska tak tahu harus seperti apa dan ia akan merasa cukup bahagia jika Aaron bisa melakukan sesuatu yang lebih baik kepada dirinya.


"Siska, apakah kau bahagia dengan hidup mu ini? Aku akan sangat merasa bersalah jika misalanya tak bisa membuatmu bahagia."


Siska menganggukkan kepalanya dan lalu kemudian memejamkan matanya dengan perasaan yang sangat lega. Perempuan tersebut berharap jika suatu hari nanti mereka akan terus seperti ini dan tak memiliki masalah apapun.


"Aaron. Aku sungguh mencintaimu."


Aaron pun memandang ke arah Siska dan lalu kemudian mengusap pipi wanita itu dengan sangat lembut.


"Aku tahu, aku akan selalu menjadi orang yang sangat kau sayangi. Pun begitu pula aku sangat mencintaimu," aku Aaron dengan sungguh-sungguh dan tak ada keraguan sama sekali pada diri proa tersebut.


Siska hampir saja meneteskan air matanya dan lalu kemudian ia mengecup bibir Aaron.


"Ini kisah kita. Aku tak akan pernah melupakannya."


_______

__ADS_1


End


__ADS_2