Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 32


__ADS_3

Siska menatap ke depan dengan harapan yang kosong setelah mendengar kalimat yang dituturkan oleh Aaron yang menurutnya sangat tak berperasaan sama sekali ketika laki-laki tersebut menyatakan.


Apakah di mata Aaron, Siska hanyalah alat untuk melakukan balas dendam. Tapi jujur saja semua itu sangat menyakitkan di hatinya. Baiklah jika Aaron menganggap ia seperti itu dan Siska tak memiliki hak untuk protes karena tujuan hidupnya memang seperti ini. Sudah sewajarnya ia untuk bersyukur kepada Aaron dan membalas kepada kebaikan laki-laki tersebut yang sudah menyelamatkan dirinya dari tangan Antoni. Bahkan Aaron telah memberikannya kehidupan yang sangat layak untuknya, lantas kekurangan apa lagi yang membuatnya ingin egois dan juga serakah jika semuanya telah diberikan dengan sangat berkecukupan.


"Ada apa dengan mu? Apakah kau tak ingin membantu ku untuk membalas dendam? Baikal jika kau tak mau dan kau bisa pergi dari sini."


"Aku akan membantu mu. Dan aku hanya merasa sedih."


Aaron pun mengerutkan keningnya. Krnapa Siska harus merasa sedih. Lagipula itu sudah menjadi deritanya dan Siska tak boleh banyak berkomentar.


"Lakukan saja yang terbaik dan jangan banyak bertanya dan juga menolak karena semua ini adalah kewajiban mu."


Siska pikir memang seperti itu. Baiklah ia akan melakukan yang terbaik untuk Aaron.


"Aku akan membantumu dan menjalankan yang terbaik."


Aaron menghembuskan nafas lega. Apa yang ia harapkan selama ini semakin berada di depan matanya. Aaron sangat tak sabar ingin menggapai semuanya. Bahkan Aaron pun sampai mengepalkan tangannya saking menggebu-gebunya semangatnya untuk membunuh dan membalas dendam.


Walau tak bisa melihat reaksi Aaron seperti apa, tapi Siska bisa merasakan jika amarah yang begitu besar tersebut pada laki-laki tersebut. Siska tanpa terbuka langsung meraih tangan Aaron dan menggenggamnya.


"Apakah kau sama sekali tak berpikir jika untuk berhenti di tengah jalan?"


"Bagaimana bisa aku berhenti? Sudah sejauh ini sungguh sia-sia jika aku berhenti di tengah jalan."


"Oh seperti itu."

__ADS_1


Siska menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Wanita itu pikir jika ia harus menyenangkan Aaron untuk saat ini. Sepertinya Aaron sangat terbebani dengan dendamnya tersebut.


"Boleh aku memeluk tubuh mu? Aku sungguh tak tega melihat mu yang begitu terbelenggu dengan rasa dendam yang akan menyakiti perasaan mu sendiri dan membuat tidur mu tak nyenyak."


Aaron pun langsung memeluk tubuh Siska. Laki-laki itu hanya mengharap kenyamanan dan ia ingin Siska memberikan apa yang diinginkan olehnya tersebut.


"Terima kasih telah membantu ku sejauh ini."


"Terima kasih juga kau telah membantu ku. Kita adalah orang yang saling membutuhkan."


Siska tersenyum dan mengusap tangan Aaron yang masih di genggamnya. Perasaan kasih sayang ini sudah lama tak dirasakan oleh Aaron semenjak kematian wanita itu. Wajar saja Aaron ingin mendapatkan kasih sayang karena selama ini ia hidup di lingkup yang penuh dengan orang-orang yang membenci dirinya dan ingin membunuhnya. Sementara itu ibunya bahkan sampai stres karena memikirkan ia agar bisa hidup.


Tanpa sadar karena telah memikirkan banyak hal membuat Aaron meneteskan air matanya. Siska tak mengetahui jika laki-laki tersebut tengah menangis dan hal itu lantas membuat Aaron menumpahkan semua perasaannya dan lalu mendekat tubuh Siska dengan cukup erat.


Barulah Siska tersadar di situ bahwa Aaron sedang menangis. Ia pun mengusap punggung Aaron dan lalu kemudian menghapus air mata laki-laki tersebut.


Aaron memandang wajah Siska yang sangat dekat dengannya dan hampir tak memiliki jarak tersebut. Ia termenung ketika memandang wajah cantik itu yang tengah memberikannya kekuatan. Aaron lantas mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya.


Siska sendiri terkejut namun Aaron melakukan ini secara sadar. Hanya saja ia tak mengerti kenapa bisa melakukannya dan ini murni atas dorongan hatinya. Aaron pun melepaskannya dan mengusap bibir merah tersebut.


"Maafkan aku sudah terlalu lancang. Jika kau ingin melaporkanku atas kebijakanku ini aku mempersilakan karena aku tahu jika ini adalah hal yang salah."


"Ya. Aku akan memaafkan mu."


"Apakah kau ingin tidur di sini saja malam ini temani aku? Kau adalah pelayan ku dja sudah seharusnya kau membuat diri ku merasa nyaman."

__ADS_1


Tanpa banyak kata lagi Aaron langsung menarik tubuh Siska dan merebahkan di sampingnya. Aaron memeluk tubuh Siska dan tak ingin sama sekali melepaskannya. Aaron pun memejamkan mata dan langsung terbang ke dalam dunia mimpi.


Siska pun turut menyusul Aaron ke dunia mimpi tersebut sehingga mereka berdua tertidur dengan saling berpelukan. Begitu sungguh romantis dan juga saling menyayangi tapi keduanya tak ada yang sadar dengan hal tersebut.


__________


Siska membuka matanya dan lalu kemudian wanita tersebut merasakan jika matahari telah terbit. Ia menyentuh kasur di sampingnya dan merasakan tubuh Aaron yang masih memeluknya.


Siska tersenyum tipis dan lalu kemudian menggoncang-goncangkan tubuh Aaron untuk membangunkan laki-laki tersebut yang masih nyenyak tertidur. Tempatnya ia sangat begitu kelelahan. Memang seharusnya ia tak membangunkan laki-laki itu, karena ia harus beristirahat setelah melakukan banyak hal yang sangat melelahkan.


Tapi tak ada kesempatan untuk laki-laki tersebut beristirahat barang hanya sebentar. Karena kewajibannya begitu besar sehingga membuatnya harus menyelesaikan semua itu.


Aaron membuka matanya dan mengucapnya lalu memandang ke arah Siska yang ada di sampingnya.


"Terima kasih telah membangunkanku. Karena memang hari ini ada rapat dan aku pikir aku akan terlambat. Tapi tampaknya masih ada waktu untuk ku untuk bersiap-siap."


Aaron pun langsung beranjak dari atas ranjang dan mencari handuk. Ia hampir saja ingin membuka bajunya akan tetapi ia tersadar ada Siska. Tapi karena Siska buta Aaron pikir tak ada salahnya.


"Kau sedang apa?"


"Sedang bertelanjang."


Sontak saja wajah Siska langsung memunculkan semburat merah yang membuatnya terlihat seperti orang yang tengah sakit. Aaron yang melihat hal itu terkekeh.


__________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.


__ADS_2