Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 42


__ADS_3

Laki-laki pemilik rumah yang disewakan untuk dirinya itu selalu saja datang ke rumah Siska. Kedatangannya adalah untuk membantu wanita itu. Ia tahu juga Siska memiliki segudang masalah dan terlebih wanita itu memiliki kekurangan yang membuatnya merasa tidak tega jika menelantarkan Siska begitu saja.


"Entah ke mana keberadaan suami yang kenapa sampai sekarang ia belum pulang. Dia adalah laki-laki yang sangat aneh dan tidak sama wanita yang sedang hamil. Pasti kau sangat mengharapkan ayah dari bayi itu untuk datang menjenguk mu, bukan?"


Siska langsung terdiam ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Daniel tersebut. Ia menundukkan kepalanya dan kemudian menelan ludahnya dengan susah payah.


Daniel belum mengetahui masalah yang saat ini dirasakan oleh Siska. Wajar saja jaga dirinya berbicara di luar batas kemampuan Siska. Siska menahan rasa sedih yang begitu mendalam pada dirinya.


"Kata siapa aku menunggu kepulangannya. Aku sama sekali tidak pernah menunggu dirinya. Hidupku begini dan aku berharap jika dia tidak akan datang dalam kehidupanmu lagi."


Daniel yang pun berhenti dari aktivitasnya. Ia mana negara Siska dengan pandangan yang sulit dimengerti. Namun dengan hanya sekali mendengar kalimat yang keluar dari mulut Siska ia pun paham apa yang saat ini dirasakan oleh wanita tersebut.


"Kau begitu galak Siska. Tapi tak apalah memang itu yang harus kau lakukan jika kau merasa disakiti. Laki-laki memang sangat brengsek walaupun aku sendiri seorang laki-laki. Sekarang kau paham kan betapa brengseknya mereka, bahkan mereka meninggalkan jejak yang begitu dalam pada dirimu. Kau harus menyemangati anak mu jangan sampai ia memerah dengan keadaan ini."


Tanpa diperintahkan oleh Daniel pun Siska pasti akan melakukan hal tersebut. Karena itulah yang ada di pikiran seorang ibu kepada anaknya. Siska tahu ini adalah hal yang paling lumrah tapi ia tetap untuk menghargai pendapat dari Daniel tersebut.


"Aku tidak mengetahui dirimu siapa dan dari mana asal mu. Kita pun tidak saling mengenal tapi kau selalu menyemangati diriku. Aku sungguh banyak berterima kasih kepada dirimu yang telah mencoba untuk menyemangati aku. Tapi percayalah diri ku hanya ingin menyendiri beberapa hari ini. Maafkan aku jika kau misalnya tersinggung dengan ucapanku ini."

__ADS_1


Ya Daniel memang setiap hari selalu datang ke rumah Siska. Walaupun ini adalah rumah Daniel sendiri Tapi tetap saja Daniel tak boleh mengganggu privasi dirinya. Padahal niat Daniel untuk datang kemari adalah untuk melakukan hal baik. Namun Siska berpikir jika ia tak mengharapkan perlakuan baik tersebut karena dirinya akhir-akhir ini sering merasakan kesedihan dan juga menangis maka dari itu Ia membutuhkan waktu untuk sendiri.


"Berarti aku datang ke sini karena telah menganggu dirimu. Berarti aku benar-benar keterlaluan dan maafkan aku. Aku akan pulang setelah ini dan kau makanlah makanan yang sudah aku siapkan di atas meja. Aku tidak akan marah kepadamu karena aku mengerti dengan kondisi mu. Makalah yang banyak dan jangan memendam perasaan itu sendirian. Aku tak bisa membayangkan jika kau sampai tak ingin makan. Kau harus menjaga keselamatan anak mu."


"Aku paham."


Daniel pun pulang dan Siska langsung menutup mulutnya dan merasa sangat menyesal dengan perbuatannya terhadap Daniel. Tapi itulah yang ia rasakan akhir-akhir ini dan Daniel tak boleh merasakan kecewa kepada dirinya karena Siska sendiri pun berhak untuk mendapatkan ketenangan yang ia inginkan.


____________


Siska membuka matanya dan kemudian Ia pun merasakan tendangan yang sangat keras dari dalam perutnya. Siska melenguh kesakitan karena tendangan itu selalu ia rasakan setiap pagi.


"Aku harap kau bisa hidup dengan bahagia dan takkan pernah menyesali kau hadir di dunia ini. Kau lahir ke dunia untuk membawakan mereka yang luar biasa bagi kami. Kehadiranmu di sini dan membuatku sangat senang. Walaupun awalnya aku telah membencimu tapi percayalah jika perasaan itu adalah hal yang wajar aku rasakan saat itu," guman Siska sambil mengusap perut buncitnya.


Setiap pagi melakukan hal tersebut kepada perutnya membuat Siska tersenyum lebar. Ia sangat bersemangat dan tak sabar untuk menunggu kehadiran anaknya. Walaupun hal itu cukup merepotkan tapi Siska berharap jika dirinya mampu untuk menjaga anaknya itu nanti dengan sebaik-baiknya karena hal tersebut merupakan titipan yang harus ia jaga dan rawat.


"Baiklah hari ini aku akan mandi dan suatu hari nanti aku pasti akan memandikan mu dan kita pun akan mandi bersama,"" ucap Siska yang pada dasarnya ingin membuat anaknya yang ada di dalam perut itu merasa iri.

__ADS_1


Tapi tampaknya apa yang dilakukan oleh Siska berhasil karena Siska merasakan tendangan yang begitu menyakitkan dari dalam perutnya itu. Walaupun sangat sakit Riska masih bisa untuk tersenyum. Ia menahan perasaan sakit itu walaupun rasa sakitnya tak terbilang.


Sambil terkekeh ia mengusap perutnya. Lalu kemudian Siska pun beranjak dari tempat tidurnya. Ia pun langsung mencari handuknya dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tak lama Siska pun keluar dari dalam kamar mandi tersebut. Wanita itu dalam keadaan segar. Ia begitu cantik pagi ini meskipun terdapat lingkaran hitam di matanya akibat menangis malam tadi. Tapi Siska tak mempedulikan lingkaran hitam itu serta matanya yang bengkak karena siswa berpikir bahwa matanya tersebut adalah hal yang lumrah ia rasakan setiap pagi.


Siska mengeringkan rambutnya sebelum ia mengerutkan kening ketika mendengar suara pintu yang digedor. Bisanya yang datang adalah Daniel. Tapi karena tadi malam ia telah jujur kepada laki-laki tersebut masa ia yang datang. Apakah ia tak merasa malu dengan nasehat nya tadi malam?


Siska pun memutuskan untuk keluar dan merasakan jika orang itu benar-benar Daniel yang membuat dirinya tak bisa berkata-kata sama sekali terhadap apa yang dilakukan oleh pria itu.


"Daniel. Kau datang kemari?"


"Kenapa? Aku tak menagih uang rumah ini. Hanya saja aku tak bisa membiarkan mu sendirian. Walaupun kau membutuhkan waktu tenang aku akan berusaha untuk menghibur mu karena waktu tenang itu pasti kau gunakan untuk menangis. Hal tersebut tak ada gunanya jika kau tahu. Jadi jangan menjadi orang yang sok kuat di depan ku. Aku muak, biarkan aku menghibur mu Siska," pinta Daniel kepada wanita itu.


_________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.


__ADS_2