Gadis Buta Yang Ditumbalkan

Gadis Buta Yang Ditumbalkan
Part 28


__ADS_3

Begitu banyak masalah yang akhir-akhir ini harus dikerjakan oleh seorang Aaron dan tentunya dibantu oleh pelayan pribadinya. Tapi untungnya Siska dengan mudah memecahkan masalah itu sehingga Aaron pun bisa dengan tenang dan memiliki waktu luang untuk beristirahat.


Dan Antoni serta kejahatannya semakin meraja lela. Markasnya telah dipindahkan dan mereka kewalahan untuk menemukan markas Antoni. Terlebih begitu banyak kejahatan Antoni yang sangat meresahkan warga. Apalagi pemberontakan di sejumlah daerah terjadi karena provokasi darinya. Beberapa negara juga telah membantu Inggris agar bisa menangkap seorang Antoni.


Tapi mengingat Antoni yang sangat sukar untuk ditaklukkan mereka pun pada akhirnya kewalahan juga dengan misi tersebut. Dan alhasil meteka tak mendapatkan apapun dan sampai saat ini Antoni masih menjadi buronan negara dan juga merusak fasilitas milik negara.


"Kenapa orang seperti ini sangat sulit untuk ditaklukan. Bahkan aku sangat lelah sekali hanya mengurus tentang ini. Padahal aku sangat berharap jika bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri. Tapi sangat disayangkan Aku adalah orang yang harus menegakkan hak asasi manusia sehingga aku tak bisa melakukan hal tersebut."


Siska menatap ke arah Aaron yang masih bercerita tentang dirinya. Wanita itu cukup sedih dengan Aaron apalagi jika publik tahu bahwa Aaron adalah anaknya. Mungkin beberapa dari publik akan berspekulasi bahwa dirinya terlibat dalam pemberontakan Antoni tersebut. Itulah yang membuat Aaron menjadi pemikiran beberapa tahun ini.


"Kenapa kau sangat takut sekali? Tenanglah kau pasti akan selamat dan aku juga tentunya tak akan membiarkan kau berada dalam masalah. Aku adalah pelayan mu dan selalu ada di samping mu seperti saat ini aku melayani kau yang sedang mabuk."


Aaron tersenyum ke arah Siska. Tampaknya laki-laki itu sangat mabuk dan Siska bisa merasakan jika ada keanehan dari Aaron dan laki-laki itu tak seperti biasanya. Aaron memang sangat misterius. Walaupun ia sudah sangat lama bersama dengan Aaron tapi masih banyak misteri yang tak ia ketahui yang sengaja disembunyikan oleh Aaron.


"Aku benar-benar sangat pusing Siska. Apakah aku sangat mabuk? Tapi ini menyenangkan, kau tahu Siska?"


Siska menarik napas panjang dan memejamkan matanya. Ia belum pernah sama sekali menikmati minuman keras tersebut.


"Kau tak harus mabuk."


Tampak jika ada geraman marah dari Aaron. Laki-laki tersebut menatap ke arah Siska dengan pandangan mengkilat. Ia mencengkram rahang Siska seolah ia tak mengenali Siska dan bisa saja sebenarnya memang ia telah kehilangan kendali. Tapi anehnya Siska biasa saja dan tak meraa takut dengan Aaron.

__ADS_1


"Kau terlalu banyak pikiran. Bahkan kau tak mengenali siapa orang yang ada di depan mu."


"Kau Siska gadis budak yang aku selamatkan."


Siska termenung saat dengan teganya Aaron menyebut dirinya adalah gadis budak. Itu kah pandangan Aaron terhadap dirinya? Sungguh Siska dah habis pikir terhadap pria itu. Awalnya Siska tak terlalu mempedulikan setiap kata-kata melenceng dari Aaron karena ia mengira jika laki-laki tersebut dalam keadaan mabuk.


"Kau tahu jika ini adalah diriku. Kenapa kau malah menyakitiku Aaron? begitu kejamnya kau mengatakan jika aku adalah gadis budak."


Siska meneteskan air matanya. Seolah apa yang ia lakukan selama ini tak berharga di mata Aaron padahal ia hanya ingin pujian dari laki-laki tersebut. Semua hal selalu ia lakukan dengan baik tapi ternyata gak ada nilainya di mata Aaron.


Siska menghapus air matanya dengan kasar dan beranjak dari tempatnya ingin pergi dari ruangan laki-laki tersebut. Tapi Aaron yang melihat Siska ingin kabur lantas menahan tangan wanita itu. Siska terkejut ketika tangannya ditarik hingga ia jatuh ke pangkuan Aaron.


Wanita itu tak berkutik saat ia merasa jika tubuhnya didekap sangat kencang oleh Aaron. Siska menangis dan menjauhkan tubuh Aaron tapi ia tak berhasil melakukannya.


"Aaron apa yang kau lakukan? Kau sudah gila sialan!" teriak Siska dengan umpatan yang begitu pedas dari mulutnya. Wanita itu menyeka air mata yang jatuh ke pipinya dengan kasar.


Lalu kemudian ia mendorong tubuh aaran dengan sangat kencang. Sungguh Siska tak mengerti kenapa Aaron masih saja kuat walaupun dia dalam keadaan mabuk. Aaron menarik tengkuk Siska lalu menciumnya dengan sangat dalam.


Siska tak pernah merasakan sensasi seperti ini hingga ia hanya bengong ketika dicium oleh laki-laki tersebut. Apalagi Aaron menciumnya dengan sangat rakus sehingga hampir saja memakan bibirnya.


Aaron mengendalikan bibir Siska sepenuhnya dan Siska tak bisa melawan terhadap ciuman itu karena tanpa sengaja ia menikmatinya. Setidaknya sampai sebelum ia tersadar.

__ADS_1


Siska membuka matanya dan menampar tubuh Aaron hingga laki-laki itu jatuh pingsan dan tak berdaya karena terlalu banyak minum. Siska menatap ke arah pria itu dengan pandangan sedih dan lalu kemudian pergi.


"Aku bukanlah wanita yang bisa kau datangi saat kau mabuk. Aku adalah pelayan mu yang terhormat."


Siska menutup pintu dan masuk ke dalam kamarnya. Ia menangis sejadi-jadinya di dalam kamar tersebut dan menumpahkan segala perasaannya di dalam kamar itu.


Siska menyentuh bibirnya yang baru saja dicium oleh Aaron. Andai saja laki-laki tersebut sadar dan itu pasti lebih membuatnya senang bukan sedih seperti ini.


Paginya Aaron membuka mata dan melihat sekitar kamarnya yang sangat berantakan. Laki-laki tersebut menarik satu alisnya ke atas saat melihat kamar yang seperti kapal pecah. Bahkan ia tak yakin jika ini adalah kamarnya.


"Apa yang terjadi semalam? Kenapa aku bisa tidur di sini?" tanya Aaron bengong dan memukul kepalanya hingga beberapa kilas bayangan malam tadi pun terlintas di benaknya.


Aaron membulatkan matanya saat ia mengingat bahwa ia telah mencium Siska.


"Kebodohan apa yang telah aku lakukan?" Aaron menatap ke arah sebuah bingkai foto dan merasa sangat bersalah terhadap perempuan yang ada di foto itu.


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.

__ADS_1



__ADS_2