
Siska menarik napas berat. Pada akhirnya ia bisa tenang dan memiliki sedikit power untuk melawan Antoni. Setidaknya dengan bantuan orang-orang yang bernasib sama dengannya ia bisa melawan mereka semua. Tentunya tak luput pula dengan bantuan Aaron. Ia berharap jika Aaron mau membantu rencananya tersebut.
Siska kembali ke kamarnya yang dibantu oleh Yuli. Ia pun berada di kamar tersebut sambil berharap jika dirinya menemukan ide yang cemerlang. Sejauh ini mereka belum menemukan ide yang bagus untuk melawan Anthoni. Mengingat jika Anthoni bukanlah orang biasa dan itu artinya tidak mudah untuk melawan laki-laki itu.
Namun pikiran yang saat ini terlintas di kepala Siska adalah Ia melakukan trik licik yang mana akan mengorbankan dirinya dan lalu kemudian mengelabui para penjaga dengan bantuan orang dapur. Ia itu menaruh obat tidur sementara ia kan berada di ranjang yang sama dengan Anthoni agar laki-laki itu tak menyadari apa yang telah terjadi di luar.
Jika dipikir-pikir tersebut lumayan bagus. Dan Siska bingung haruskah ia mengorbankan dirinya? Ia merasa jika hal tersebut cukup extreme bagi dirinya. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? Itulah yang selalu memenuhi pikiran Siska yang kembali membuat dirinya ragu.
"Aku tak berpikir harus bisa melawannya."
Siska pun tampak putus asa dan mengercutkan bibirnya. Ia tak mungkin putus di tengah jalan dan tak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di sini. Ia sudah terlanjur berjalan di atas kaca dan itu artinya ia harus bisa melewatinya sampai di seberang sana.
Wanita tersebut mendesah panjang dan menyentuh kedua kelopak matanya dengan perasaan campur aduk. Entah kenapa ia merasa sangat membenci ayahnya yang telah tega membuat anak kandungnya sendiri menjadi anak yang buta. Andai ia dulu tak dibutakan mungkin akan beda cerita dengan yang sekarang.
"Mungkin ada maksud dan tujuan kenapa aku diberikan cobaan ini."
Hanya itu yang tertanam di dalam hati Siska dan ia sangat yakin dengan hal tersebut. Wanita itu tersenyum penuh percaya diri. Ia tak boleh terlalu pesimis seperti ini.
Senyum Siska seketika luntur saat ia mendengar suara kamarnya yang ia kunci tadi sekarang terbuka. Dan orang satu-satunya yang memegang kunci kamarnya hanyalah Antoni. Itu artinya orang yang masuk tersebut adalah Antoni. Seketika tubuh Siska langsung merinding dan perasaannya bercampur aduk dan tak tenang. Ia tak bisa berpikirnya dan perasaannya selalu was-was sebelum akhirnya orang tersebut menyentuh pundaknya yang membuat Siska tak bisa berkata-kata lagi selain rasa takut yang beraduk-aduk di dalam hatinya.
"Apa yang membuatmu seperti ini? Tampaknya kau sedang banyak pikiran. Boleh aku mendengar ceritamu?" Siska sama sekali tak menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Antoni. Ia pikir laki-laki tersebut adalah sumber bencana hidupnya.
__ADS_1
Antoni yang tahu apa yang tengah dipikirkan oleh Siska pun tersenyum miring. Ia mendekati Siska dan mengusap pergelangan wanita itu hingga membuat Siska merasakan tubuhnya meremang. Seketika itu juga ia langsung refleks menjauh namun tangannya ditahan oleh Antoni. Siska berdoa dalam hati semoga tak ada kejadian yang akan membuat dirinya menyesal seumur hidup. Jika sudah seperti itu maka ia akan menyalahkan keadaan yang tak berpihak kepadanya.
"Ada apa anda kemari?"
"Kau bertanya ada apa aku kemari? Bukankah sudah jelas ruangan ini adalah milikku?" tanya Antoni sembari menarik napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan.
Siska diskak mat dan Siska tak tahu lagi harus menjawab seperti apa Mungkin ia harus pasrah dengan keadaan. Namun jika begitu itu artinya dirinya menyerah.
"Jika aku mengatakan Aku tidak mau bagaimana? Aku tidak ingin kau ada di sini. Walaupun Ini rumahmu tapi ini adalah wilayahku."
Antoni pun menghela nafas panjang. Laki-laki tersebut lalu kemudian menundukkan kepalanya. Benar jika Siska memiliki potensi yang sangat besar untuk melawan dan menjadi ancaman bagi dirinya suatu Hari nanti.
"Aku tak tahu apakah kau akan mendengarkan apa yang aku harapkan atau tidak. Tapi yang jelas aku tak ingin kau ada di sini."
"Tapi aku ingin ke sini dan kau tak bisa melarang ku gadis manis."
Antoni mengusap dagu Siska yang membuat tubuh Siska menegang. Selain itu ia juga merasakan kecupan basah di pipinya yang membuat Siska mual dan menghapus bekas kecupan tersebut dengan amarah yang sangat besar.
"Aku akan membunuh mu."
"Kau tak akan bisa membunuh ku," ucap Antoni dan terdengar suaranya sangat dingin dan begitu menusuk. Itu artinya apa yang dia katakan bukanlah suatu mainan.
__ADS_1
______________
Bom besar yang begitu menghebohkan membuat orang-orang langsung berlarian ketakutan. Di antara mereka berusaha untuk menyelamatkan diri dan tak peduli lagi dengan rekannya. Itulah yang dirasakan oleh beberapa orang jika berada di situasi yang sangat sulit.
Siska tak tahu harus lari ke mana. Tapi yang jelas bom itu begitu besar dan membuat dirinya terlempar beberapa meter. Padahal posisinya berada di dalam kamar. Apakah ada ******* yang datang? Itulah yang ada di pikiran Siska. Ia merasakan jika rumah tersebut berguncang beberapa pondasi telah runtuh. Beberapa kayu telah menumpuk menimpa tubuh Siska dan Siska tak yakin jika dirinya bisa selamat dari sini.
Namun tiba-tiba ia mendengar langkah kaki seseorang yang begitu misterius. Laki-laki tersebut mendekati Siska lalu membantu Siska keluar dari reruntuhan itu. Kemudian Ia pun mengangkat tubuh Siska yang membuat Siska tak mengetahui keadaan sekitar pun terdiam. Iya juga tak tahu siapa yang telah mengangkat dirinya.
Tapi ia sangat yakin jika orang ini adalah orang baik karena telah mau menolong dirinya. Namun ia merasakan aura yang berbeda. Tampaknya orang ini memiliki kuasa yang cukup tinggi tidak jauh berbeda dengan Antoni. Hanya saja orang ini terlihat lebih menyeramkan.
Siska berusaha untuk menyentuh wajahnya dan ia merasakan jika ada seperti topeng yang menutupi matanya. Bak seperti seorang bajak laut. Siska merasa familiar dengan orang ini tapi ia tak bisa mengenali dirinya apalagi auranya lebih kental akan kehitaman.
Lalu ia merasakan jika tubuhnya masuk ke dalam sebuah mobil. Mobil tersebut begitu mewah bagi Siska. Iya akan dibawa ke mana dan nanti dirinya akan berada di tempat yang mana lagi. Siska terus bertanya-tanya tanpa tahu apa jawaban dari pertanyaannya tersebut. Bahkan ia tak tahu siapa yang telah menyelamatkan dirinya.
_______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1