
Suara keributan serta suara senjata yang begitu nyaring terdengar di telinganya membuat Siska terus menutup telinganya. Ia ketakutan dan tak tahu harus melakukan apa agar ia bisa menghentikan suara-suara asing tersebut. Ia tak suka mendengarnya karena itu membuat otaknya mendidih. Siska juga tak tahu suara apa itu yang sangat nyaring dan tak pernah didengarnya sebelumnya.
Namun di saat ia frustrasi dengan suara itu tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan menghampiri dirinya. Seperti biasanya ia selalu akan membawakan makanan untuk Siska. Namun Siska menahan pria itu. Ia harus bisa keluar dari sini dan menghentikan suara tersebut. Suara yang tak lain adalah dari tembakan para tentara yang sedang berlatih.
"Aaron."
Seketika tubuh Aaron menegang ketika namanya disebut. Ia tak menyangka jika Siska akan secepat ini menyadari siapa dirinya. Laki-laki tersebut menghela napas panjang dan berhenti berjalan. Ia salut dengan otak Siska yang mampu berpikir sangat kuat.
"Kau sangat pintar. Aku dari dulu tak salah jika memuji mu."
"Kenapa kau sangat berbeda dan tak seperti orang yang aku kenal?" tanya Siska untuk menghilangkan rasa penasarannya kenapa Aaron bisa bersikap seperti itu dan sangat berbeda kepada diri nya tak seperti dengan yang dulu. Ia seakan-akan sangat membencinya sekarang dan hal itu membuat Siska bertanya-tanya, apa kesalahan yang telah ia perbuat hingga membuat Aaron tampak membenci ia.
"Kau bertanya-tanya mengenai apa kesalahan mu, kan? Tapi aku memang seperti ini. Orang yang kau lihat dulu adalah diri ku yang sedang menyamar. Jadi kau tak usah bertanya lagi karena aku tahu apa yang harus aku lakukan. Kita bukan lagi teman."
Air mata Siska jatuh. Aaron benar-benar telah mencampakkan dirinya dan itu artinya ia tak bisa berbuat banyak atas nasib yang telah menimpa dirinya ini. Siska tertawa sumbang dan menangis keras. Semua orang begitu mengerikan dan tak pernah peduli kepada dirinya. Ia hanyalah alat dan Siska membenci itu.
"Kau memperlakukan seperti itu? Tidakkah kau tahu jika diri mu sudah benar-benar keterlaluan. Aku ingin tahu dan hanya ingin menikmati dunia ini. Kenapa kau melakukan ku seperti binatang? Kau hanya datang ketika memberi makan. Aku merindukan mu yang dulu. Dan satu lagi suara apa di luar sana? Aku sangat pening mendengarnya."
Aaron tersentak dan refleks memandang ke arah jendela yang ada di kamar ini. Jendela tersebut langsung diarahkan ke lapangan latihan para tentara. Ya ia membawa Siska ke tempat latihan para tentara.
"Aku akan memberikan mu tempat yang nyaman. Kau pasti terganggu di sini."
Setelah mengatakan hal tersebut Aaron pun pergi begitu saja yang membuat bingung Siska. Ia pun menumpahkan tangisnya karena ia berharap jika hubungannya seperti dulu lagi dengan Aaron. Jujur saja Aaron membuatnya nyaman dan ia tak habis pikir kenapa Aaron bisa bersikap itu kepadanya. Seolah-olah ia tak pernah bertemu dengan Aaron. Aaron begitu misterius.
__ADS_1
"Apakah masih banyak hal yang kalian sembunyikan dari ku? Kenapa kalian menutupi semua ini. Aku merasa sakit hati atas perlakuan kalian yang tak pernah menghargai diri ku."
Siska menarik napas panjang dan menyeka air matanya yang terus bercucuran. Wanita itu memakan makanannya dengan isakan tangis. Ia juga tak mengerti kenapa bisa menangis hanya karena pria itu. Ia terlalu bodoh dengan hal tersebut.
___________
Aaron menatap ke arah ruangan yang menyimpan ibunya di dalam sana. Ia mendekati sang ibu yang seolah-olah tengah menganggap boneka adalah Aaron kecil. Terkadang ia melemparkan boneka itu ketika i sadar bahwa Aaron lah penyebab hancurnya hidupnya.
"Laki-laki terkutuk! Aku akan membunuh mu Antoni! Kau begitu baji.ngan dan telah menghancurkan hidup ku sendiri!" teriak Melanie dengan kencang dan suaranya membelah keadaan.
Aaron jika sudah berada di situasi ini tak bisa lagi untuk membendung air matanya yang terus hendak keluar dan membuat ia merasa sangat bersalah terhadap ibunya. Tangan Aaron mengepal. Melihat kondisi ibunya yang seperti ini membuat amarah di dalam hatinya semakin menggebu-gebu dan ia tak sabar ingin melihat bagaimana Antoni mati. Sekiranya itulah yang sedang dipikirkan oleh Aaron. Walau di mata orang lain itu adalah perbuatan yang sangat kejam karena telah berniat ingin membunuh Ayah kandungnya sendiri.
Namun di sini Anthoni lah yang salah dan perbuatan yang tak bisa dimaafkan. Begitu banyak kejahatan yang telah ia lakukan namun bukan itu yang membuatnya ingin menumpas Antoni. Bahkan ia bergabung lagi dengan badan intelijen negara ini juga bukan karena ia ingin bekerja untuk negara tetapi dia ingin membalaskan dendam ibunya.
Aaron pun menutup kamar ibunya dan lalu kemudian ia pergi dari hadapan kamar itu. Ia sudah memerintahkan beberapa orang untuk memindahkan Siska dari sini. Ia berencana ingin menjadikan Siska pelayan pribadinya.
Maka dari itu kamar Siska tak akan jauh dari kamarnya. Ia pun berjalan ke arah kamar milik Siska apakah wanita itu telah dipindahkan atau tidak.
Saat membuka pintu oa melihat Siska yang sedang termenung. Sepertinya ada banyak hal yang ia pikirkan dan Aaron tak tahu apa yang telah menganggu pikiran Siska. Mungkin wanita itu terganggu dengan sikapnya. Tapi inilah Aaron yang sebenernya jadi tak boleh heran kenapa ia bisa tiba-tiba berubah seperti itu.
"Aaron."
Bahkan Siska bisa merasakan jika dialah yang masuk. Itu yang membuat Aaron salut kepada wanita itu. Menjadikan Siska sebagai pelayan pribadinya bukanlah hal yang buruk dan ia yakin jika Siska bisa melakukan hal itu dan membuat dirinya kembali lagi tersenyum. Itulah alasan kenapa Aaron membawa Siska kemari dan menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
"Kau begitu pintar Siska dan bahkan kau tahu siapa yang masuk."
"Bagaimana aku tidak tahu jika aku bisa merasakan aura itu adalah kau. Kau tak dapat membohongi ku."
"Mulai sekarang kau adalah pelayan ku."
Mata Siska membulat dan ia memandang ke arah Aaron dengan tatapan tak setuju. Walaupun pekerjaan itu tak terlalu buruk tapi tetap saja jika ia merasa bahwa dirinya tak akan mampu untuk bekerja.
"Aku tak bisa melakukannya dengan baik."
"Kau bisa melakukannya. Aku akan memberikan mu buku-buku yang bisa kau baca walaupun kau seorang tunanetra. Aku juga akan mengajari mu caranya menjadi kuat supaya kau bisa melindungi aku."
Mendengar tawaran yang begitu menarik membuat Siska langsung tergiur dan lalu kemudian mengangguk penuh semangat.
"Ya aku setuju."
"Good girl."
__________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.
__ADS_1